Ricuh di Dogiyai Papua Tengah, Puluhan Rumah Warga Dibakar
- account_circle topik papua
- calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
- visibility 132
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bangunan yang dibakar masaa di Kabupatrn Dogiyai, Papua Tengah / ist
Jayapura, Topikpapua.com – Puluhan rumah di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah hangus terbakar. Pembakaran terjadi sejak Kamis malam hingga jumat (14/7/2023) pagi. Diduga pembakaran tersebut dilakukan massa sebagai imbas dari tewasnya satu warga sipil yang diduga tertembak oleh aparat saat aksi pemalangan yang dilakukan OTK terhadap Satgas Damai Cartenz pada Kamis kemaren.
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menjelaskan bila kejadian pembakaran tersebut terjadi mulai hari Kamis, 13 Juli 2023 sekitar pukul 19.15 WIT sampai dengan Jum’at dini hari (14/7/2023).
“Laporan ke saya sejak kamis malam hingga tadi pagi mereka masih lakukan pembakaran. Tentunya hal ini menjadi perhatian kita semua dan saya telah memerintahkan kabid Propam dan Kaops Polda Papua untuk kesana (Dogiyai),” ungkap Irjen Fakhiri, Jumat (14/7/2023).
Berdasarkan data dari Polres Dogiyai sebanyak 69 bangunan yang terbakar, dengan rincian sebanyak 13 petak bangunan berada di jalan tengah Kampung Tokapo, Distrik Kamu, 9 petak bangunan di pertigaan Kamu Selatan, 1 petak bangunan di jalan Trans Nabire-Enarotali, Kampung Ekimanida, Distrik Kamu.
Kemudian 35 petak bangunan yang berada di kompleks Pasar Ikebo, Distrik Kamu, penambahan lagi 7 petak bangunan di jalan Trans Nabire-Enarotali, Kampung Ekimanida, Distrik Kamu. Selanjutnya 4 petak bangunan yang berada di Kampung Kimupugi, Distrik Kamu tepatnya didepan Puskesmas Kabupaten Dogiyai.
“Sampai saat ini Polres Dogiyai masih melakukan pendataan termasuk jumlah warga sipil yang terimbas akibat aksi tersebut. Untuk pengungsi mereka ada yang ke rumah sanak saudaranya dan ada juga yang mengungsi di pos-pis TNI Polri dan rumah ibadah,” ujar Fakhiri.
Kapolda Fakhiri juga mengatakan untuk sementara telah memerintahkan anggota polri yang bertugas di Dogiyai untuk tidak melakukan tindakan preventif guna meminimalisir jatuhnya korban baik dari pihak pelaku maupun anggota Polri.
“Saya sudah ingatkan ke anggota untuk mulai belajar ekstra sabar dalam mengambil langkah-langkah, Tetapi apabila itu sudah mengancam nyawa keselamatan, ya silakan lakukan tindakan tegas yang terukur sesuai dengan SOP” ujar Irjen Fakhiri.
Selain mengirim 2 PJU Polda Papua, Kapolda juga mengaku telah memerintahkan satu Pleton Brimob dari Nabire untuk membantu pengamanan di Dogiyai,” Tadi malam saya minta satu pleton Brimob dari Nabire untuk segera bergeser ke Dogiyai,”tandas Kapolda.
Sebelumnya pada Kamis siang (13/7/2023) tim Satgas Damai Cartenz dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal di Kampung Idakebo, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiai, Papua Tengah.
Penyerangan berawal saat anggotanya sedang mengantarkan salah satu anggota yang sakit ke Rumah Sakit Paniai. Lalu tiba-tiba di tengah jalan mereka dihadang oleh OTK berjumlah tujuh orang.
“Pada saat anggota kami hendak merespon penghadangan tersebut, dengan membuka pintu mobil, tiba-tiba dari belakang satu orang OTK melemparkan Kampak ke arah mobil yang mengakibatkan kaca pecah dan satu anggota kami mengalami luka di pelipis kiri terkena kampak,” ungkap KaSatgas Humas Damai Cartenz, Charles Goo, Kamis (13/7/2023).
Tidak hanya itu, lanjut Donny, ketujuh OTK tersebut juga sempat melakukan perampasan senjata, namun tidak berhasil, “Akibat dari kejadian tersebut, juga terjadi percobaan perampasan senjata sehingga secara terdesak anggota kami meresponnya dengan melakukan tembakan untuk membubarkan OTK dan melakukan pengejaran ke arah gunung,” ujar Donny.
Kemudian pada Kamis malam dilaporkan warga sekitar menemukan satu warga sipil tewas di lokasi yang tak jauh dari lokasi penghadangan. Diduga warga tersebut tewas akibat tembakan dari aparat yang senjatanya hendak dirampas.
Atas penyerangan tersebut, kata Donny, dua anggotanya juga mengalami luka di bagian pelipis, dada belakang dan kepala belakang akibat terkena senjata tajam. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar