Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Faktor Keamanan Menghambat Pendistribusian Bama ke Lokasi Bencana di Kabupaten Puncak

Faktor Keamanan Menghambat Pendistribusian Bama ke Lokasi Bencana di Kabupaten Puncak

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com – Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengaku faktor keamanan menjadi penyebab utama lambatnya pendistribusian Bahan Makanan (Bama) kepada dua Distrik yang dilanda bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

“Daerah yang dilanda bencana itukan masuk dalam segitiga emas jalur KKB, jadi itu jalan lintasan mereka (KKB) sehingga sampai saat ini belum ada maskapai penerbangan yang berani terbang mengangkut Bama kesana,” ungkap Irjen Fakhiri, Jumat (28/7/2023).

Menurut Irjen Fakhiri, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak TNI untuk segera mengusahakan agar Bama bisa segera sampai di lokasi bencana.

” Salah satu opsi yang kita tawarkan adalah masyarakat yang ada di dua Distrik itu yang bergeser ke Distrik Sinak, karena hingga kini Bama yang dari Panglima TNI dan Kemensos RI sudah di droping ke Sinak, masalahnya dari Sinak ke dua distrik itu yang belum bisa di distribusikan,” jelas Fakhiri.

Irjen Fakhiri juga berharap agar para tokoh yang ada di dua distrik yang terdampak bencana ini agar ikut berperan aktif membantu pemerintah daerah kabupaten Puncak agar pihak KKB tidak mengganggu proses pensiatribusian Bama ke dua Distrik tersebut.

“Tentunya kita berharap para tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat disana berperan aktif, bantu pemerintah daerah bicara dengan KKB agar tidak mengganggu proses pendiatribusian Bama, karena yang merasakan dampak adalah masyarakat lokal disana,” harap Irjen Fakhiri.

Sebelumnya diberitakan bencana cuaca ekstrim melanda Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi
di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan kebun warga gagal panen dilaporkan 6 warga meninggal dunia.

“Informasi yang saya terima enam orang yang dikabarkan meninggal dunia tersebut mengalami sakit, yang diduga akibat terdampak cuaca ekstrem. Warga yang meninggal, masing-masing tiga orang di distrik Agandugume dan 3 orang dari Distrik Lambewi,” ungkap Bupati Wandik lewat rilis yang diterima, Kamis (27/7/2023) malam.

Menurut Bupati Wandik, Bencana kekeringan yang terjadi merupakan siklus tahunan yang biasanya berlangsung dari Mei hingga Agustus.

” Yang terjadi disanaa itu waktu siang panas dan malam hari sangat dingin dan tidak turun hujan, mengakibatkan tanaman warga menjadi rusak, busuk dan ketika penduduk setempat makan menyebabkan sakit perut dan diare,” jelas Wandik

Sejak bulan Mei hingga kini, Pemerintah Kabupaten Puncak sendiri telah mendistribusikan 6 ton bahan makanan (bama), untuk korban bencana kekeringan di dua distrik tersebut.

Selain itu Pamglima TNI dan Kemensos RI juga telah mendistribusikan 14 Ton bantuan bahan makanan siap saji dan bantuan lainnya untuk mengatasi bencana ini. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less