Bupati Gusbager Ajak Anak Muda Keerom untuk Tidak Gunakan Nakoba
- account_circle topik papua
- calendar_month Senin, 12 Jun 2023
- visibility 387
- comment 0 komentar
- print Cetak

Spanduk anti narkoba yang dibuat disetiap sekolah dan fasilitas publik yang ada di Kabupaten Keerom/ist
Topikpapua.com, – Menyambut hari Anti Narkoba Sedunia pada 26 Juni mendatang, Pemda Keerom melakukan berbagai langkah agar anak-anak muda di Kabupaten Keerom tidak memakai ataupun memperjual belikan narkoba, terutama jenis ganja.
Salah satu yang dilakukan Pemda Keerom adalah memasang spanduk di setiap sekolah dan fasilitas publik tentang bahaya narkoba jenis ganja.
Bupati Keerom Piter Gusbager mengungkapkan, masyarakat juga harus berperan aktif dalam pemberantasan narkoba di Kabupaten Keerom.
“Kami juga meminta kepada setiap Kepala Sekolah dan juga guru untuk mensosialisasikan, mengawasi dan mengingatkan agar siswa-siswi yang ada di Kabupaten Keerom tidak boleh sama sekali memakai narkoba jenis apapun itu,” katanyam
Gusbager menjelaskan bahaya ketika menggunakan ganja di masa remaja yakni dapat mengakibatkan efek jangka pendek seperti, gangguan panca indra, perubahan suasana hati, refleks yang melambat, kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh, kesulitan berpikir dan memecahkan masalah, serta halusinasi dan delusi.
Sedangkan jangka panjangnya tentu dapat merusak kesehatan yang sangat buruk dan rusaknya masa depan oleh pengguna narkoba jenis ganja.
“Oleh sebab itu siapapun itu terutama anak-anak kita di Kabupaten Keerom ini tidak boleh sama sekali menggunakan narkoba jenis apapun itu, karena ini sangat berbahaya untuk generasi penerus Keerom. Maka kita harus melakukan pengawasan sedini mungkin,” terangnya.
Gusbager menyebut pengawasan yang harus dilakukan menurutnya mulai dari pengawasan oleh keluarga, sekolah dan masyarakat umum semuanya harus mengambil peran dalam pengawasan penyalahgunaan pemakaian narkoba jenis ganja ini.
Selain pengawasan oleh keluarga, sekolah dan masyarakat umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Beberapa hal tersebut antara lain:
Pendidikan dan Informasi:
Memberikan informasi yang akurat dan edukatif tentang bahaya penyalahgunaan narkoba jenis ganja kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda, agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya tersebut.
Konseling dan Rehabilitasi:
Memberikan konseling dan rehabilitasi bagi mereka yang sudah terjerat dalam penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Hal ini penting dilakukan untuk membantu mereka pulih dari kecanduan narkoba dan kembali ke kehidupan yang sehat.
Penegakan Hukum:
Pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku dan pengedar narkoba jenis ganja. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku dan mengurangi peredaran narkoba di masyarakat.
Pencegahan:
Melakukan tindakan pencegahan sejak dini dengan memberikan pengenalan bahaya narkoba dan cara menghindarinya sejak usia dini. Pencegahan yang dilakukan secara dini dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di kemudian hari.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, diharapkan dapat mengurangi dan mencegah penyalahgunaan narkoba jenis ganja di masyarakat.
“Ayo mari bersama-sama pemerintah Keerom, keluarga, sekolah dan masyarakat umum kita bergandengan tangan bagaimana agar ganja ini tidak ada lagi di Kabupaten ini sehingga kita memiliki generasi penerus yang sehat, cerdas dan berwawasan yang baik sehingga nanti dapat membangun Kabupaten ini, Tanah Papua ini dan Indonesia ini di masa depan,”pungkasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar