4 Prajurit TNI yang dinyatakan Hilang Paska Diserang KKB, Ditemukan Tewas
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 20 Apr 2023
- visibility 110
- comment 0 komentar

Tampak evakuasi 4 prajurit TNI yang tewas diserang KKB di Nduga/ist
Jayapura, Topikpapua.com – Setelah sempat dinyatakan hilang paska penyerangan KKB di Distrik Mugi, Nduga Papua Tengah, pada 15 April lalu, 4 prajurit TNI berhasil ditemukan dalam keadaan Meninggal Dunia, Rabu (19/4/2023)
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan empat jenazah yang berhasil di temukan tersebut termasuk jenazah Pratu Mihtaful Arifin yang sebelumnya diberitakan meninggal akibat serangan KKB di Distrik Mugi.
“Puji syukur berkat dukungan, support dan doa dari semua pihak, bahwa Tim Gabungan TNI Polri berhasil menemukan 4 Prajurit TNI termasuk didalamnya Pratu Miftahul Arifin yang dalam proses pencarian dengan kondisi meninggal dunia,” ungkap Kolonel Herman, Rabu (19/4/2023).
Ke-empat prajurit yang berhasil ditemukan adalah, Pratu MA, Pratu I, Pratu K dan Prada S.
Dijelaskan Herman, korban pertama akibat serangan KKB adalah Pratu MA. Kemudian saat hendak mengevakuasi jenazah pratu MA prajurit TNI kembali di serang KKB yang mengakibatkan korban bertambah.
“Saat ini keempat prajurit yang gugur telah dievakuasi ke Timika dan dibawa ke RSUD Timika Kabupaten Mimika,” ujar Kolonel Herman.
“Kami Mohon Doa nya semoga keempat Prajurit yg terbaik yg gugur di medan tugas ini mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Besar. Amin” pungkas Kapendam Cenderawasih.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 36 prajurit TNI yang sedang melakukan operasi penyelamatan pilit Susi air diserang KKB di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga pada tanggal 15 April 2023.
Paska-penyerangan diketahui 1 prajurit atas nama Pratu Mihtaful Arifin meninggal dan terjatuh ke dalam jurang. Selain itu dilaporkan juga ada 5 prajurit lain yang tewas tertembak. Bahkan KKB memgklaim menyandera 9 prajurit lainnya.
Sehari paska-penyerangan Panglima TNI beserta rombongan tiba di Timika dan menggelar rapat tertutup di Makolanud Yohanis Apiyau, Timika.
Kepada wartawan, Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono menyatakan bila korban meninggal paska-penyerangan KKB sebanyak 1 orang, 4 orang terluka dan sudah di evakuasi ke Timika serta 4 prajurit masih hilang.
Panglima TNI juga mengaku akan meningkatkan status operasi di daerah rawan KKB di Papua, dari status Solf Approch menjadi Siaga Tempur Darat.
“Kedepan dengan kejadian seperti ini, untuk daerah yang kerawanan nya tinggi seperti ini (Nduga) nanti akan saya tingkatkan, dari operasi yang biasanya Pamrahwan yang ada penduduknya, kalau yang tidak ada penduduknya dan sudah diketahui merupakan markas KST statusnya kita tingkatkan menjadi Siaga Tempur,” ungkap Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono ei Timika, Selasa (18/4/2023). (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




