TPN-PB OPM Klaim Tembak Mati 6 Prajurit TNI dan Rampas 9 Pucuk Senpi
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 16 Apr 2023
- visibility 117
- comment 0 komentar

Penanggungjawab Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak/ist
Timika, Topikpapua.com – Penanggungjawab Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak mengklaim telah merampas 9 senjata api setelah menyerang anggota TNI yang bertugas di Mugi, Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/4/2023) kemarin.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah menerima laporan resmi dari pimpinan OPM wilayah Nduga, Egianus Kogoya.
Pihak OPM juga bertanggungjawab terhadap penyerangan yang mengakibatkan 6 prajurit TNI gugur di Mugi, Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/4/2023), sementara 9 prajurit lainnya dilaporkan telah ditawan.
Jeffrey Bomanak melalui video berdurasi 02.32 itu mengeluarkan pernyataan resmi setelah menerima laporan dari Egianus Kogoya yang mana telah melakukan penyerangan dan berhasil menewaskan 6 prajurit TNI.
“Jadi kami sebagai penanggungjawab menerima laporan dari penanggungjawab perang, Brigjen Egianus Kogoya bahwa perayaan hari Kopasus di Distrik Paro, dimana saat perayaan itu tentara kami melakukan penyerangan,” kata Jeffrey.
Dalam penyerangan tersebut, pihak OPM tidak hanya membunuh 6 prajurit TNI tapi juga merampas dan menguasai beberapa senjata milik TNI seperti senjata sniper dan juga senjata laras panjang jenis M16 A1.
“Dalam penyerangan tersebut perang pembebasan telah dikuasai oleh militer kami dan komandan operasi Penme Kogoya. Dalam operasi tersebut militer kami mengambil 6 sniper tembak jarak jauh, dan 3 M16 A1 yang dimiliki langsung oleh kami,” kata Jeffrey.
Lanjut Jeffrey, tidak hanya 6 prajurit TNI yang gugur dalam penyerangan tersebut, namun dilaporkan juga bahwa sebanyak 9 prajurit TNI ditawan oleh pihak OPM.
“Ada 6 anggota Kopasus yang ditembak dan 9 ditawan,” kata Jeffrey.
Sementara itu, pihak TNI juga telah mengeluarkan pernyataan yang membantah kalau 6 prajuritnya gugur dalam penyerangan tersebut melainkan satu prajuritnya bernama Pratu Miftahul Arifin dari Yonif R 321/GT yang gugur tertembak dan terjatuh ke jurang dengan ketinggian kurang lebih 15 meter dalam kondisi meninggal dunia.
Pihak TNI juga belum menerima laporan resmi dari lapangan terkait kerugian personil atau material karena terkendala komunikasi dan juga cuaca. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




