Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Gempa Jayapura, Pemkot Liburkan Sekolah dan PNS

Gempa Jayapura, Pemkot Liburkan Sekolah dan PNS

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com – Setelah menetapkan status tanggap darurat selama 21 hari akibat gempa Magnetudo 5,4 yang mengguncang Jayapura pada kamis petang, Pemerintah kota Jayapura resmi meliburkan aktifitas sekolah dan kegiatan perkantoran.

Penjabat Sekertaris Daerah kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan alasan meliburkan aktifitas sekolah karena banyak bangunan sekolah yang juga terdampak gempa.

“Ada beberapa Sekolah yang dinding nya retak dan kita tidak mau ambil resiko untuk tetap melakukan giat belajar mengajar dan berikut kami juga prihatin atas rasa trauma anak-anak ini, sehingga kami liburkan sampai senin depan,” ungkap Robby, Jumat (10/2/2023)

Selain anak selolah Pemkot Jayapura juga meliburkan aktifitas perkantoran di lingkup pemerintahan kota Jayapura,” Kami liburkan sebagian, staf dan pegawai biasa, Namin yang punya jabatan atau yang berhubungan dengan pelayanan publik tetap berkantor,” jelas Robby.

Paska-gempa, Pemerintah kota Jayapura membangun Posko Induk penanggulangan gempa Jayapura di halaman upacara kantor Walikota Jayapura.

“Kita sudah bangun posko disini dan semua hasil inventarisasi kerusakan maupun korban akan dilaporkan di Posko induk. Disini juga kami bangun beberapa tenda pengungsian bagi warga yang terdampak gempa,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Posko induk penanggulangan gempa Jayapura, hingga Jumat pagi dilaporkan terdapat seribuan warga yang memilih mengungsi, Namun pantauan dilapangan warga barulah akan memasuki tenda darurat pabila terjadi gempa atau pada saat malam hari.

Sebelumnya diberitakan akibat gempa M 5,4 yang mengguncang kota Jayapura pada Kamis petang, dilaporkan 4 warga meninggal dunia, 5 warga terluka.

Gempa tektonik itu juga merusak sedikitnya 16 bangunan pemerintah dan swasta serta berdampak bagi 500 kepala keluarga di kota Jayapura yang memilih mengungsi di 16 titik pengungsian yang dibangun oleh pemerintah.

Akibat gempa tersebut 300 pasien di RSUD Dok II harus dievakuasi dan dirawat sementara di halaman rumah sakit.

Hingga berita ini kami turunkan gempa susulan dengan magnetudo antara 2 hingga 3 masih terus terasa. (Redaksi Topik)

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less