Selama Tahun 2022, Tiga Oknum Polisi di Jajaran Polda Papua Tersandung Narkoba
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 28 Des 2022
- visibility 83
- comment 0 komentar

Dirresnarkoba Polda Papua Kombes Polisi Alfian
Jayapura, Topikpapua.com – Sepanjang tahun 2022 terungkap ada 3 oknum anggota polisi yang tersandung kasus penyalahgunaan narkoba.
Hal ini diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Polisi Alfian. Alfian menjelaskan, narkoba yang digunakan tiga oknum tersebut berjenis ganja.
“Jadi ada tiga anggota di tahun ini yang tersandung kasus narkoba. Satu di Polda Papua, 1 di Polres Jayapura dan 1 lagi di Polres Merauke,” katanya di Mapolda Papua, Rabu (28/12/2022).
Oknum Polisi pemakai ganja di Polres Merauke diketahui adalah seorang Bintara baru.
“Kita langsung proses ke pidana umum sampai sidang. Tapi untuk pembinaan kita serahkan ke Propam yang punya kewenangan,” beber Alfian.
Menurut Alfian, anggota polisi yang kerap bertugas di lapangan memang rentan terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.
“Karena mereka paling sering berhadapan langsung dengan masyarakat, dan bukan tidak mungkin berhadapan langsung dengan kelompok masyarakat pengguna (narkoba). Tapi bagaimanapun tak ada toleransi bagi oknum anggota yang terlibat dalam sindikat peredaran narkotika,” tegasnnya.
“Setiap anggota yang terlibat tidak akan mendapat toleransi. Karena kita ini kan bekerja secara profesional, tugas kita adalah memberantas narkoba, tidak boleh ada anggota yang terlibat,” imbuhnya.
Menurutnya lagi, faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi. Seperti oknum anggota di Polres Merauke, yang mengaku sudah memakai barang haram tersebut sebelum menjadi anggota Polisi.
“Ya berdasarkan pengakuan, dia, sudah pakai (ganja) sebelum jadi Polisi tapi pas ikut test masuk seleksi, dia nggak terdeteksi saja,” ujarnya.
“Kapolda juga sudah perintahkan untuk dipecat karena itu adalah komitmen pimpinan, tidak ada toleransi bagi oknum anggota yang pemakai,”tambahnya.
Ia menjelaskan upaya pembinaan juga terus dilakukan Propam guna pembenahan ke dalam.
“Tapi semua kembali juga pada kesadaran diri anggota masing-masing. Ya, pada intinya tingkatkan keimanan, fokus bekerja dengan baik untuk masa depan yang baik juga,”tutup Alfian. (LS)
- Penulis: topik papua




