Pilu, Tujuh Bulan Lamanya 475 Tenaga Medis RSUD Dok II Jayapura Belum Terima Hak
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 17 Okt 2022
- visibility 288
- comment 0 komentar

Ketua Komite Medic RSUD Dok II Jayapura, dr Yunike Howay/ntp
Jayapura, Topikpapua.com, – Lama tak ada kabar hingga tujuh bulan lebih terkait hak-hak yang belum terbayarkan. Sebanyak 475 tenaga medis di RSUD Dok II Jayapura akhirnya menjerit.
Diketahui 475 tenaga medis ini terdiri dari 380 perawat dan penunjang (gizi dan radiologi), 64 orang dokter spesialis, dokter umum 26 orang.
Mereka mengeluhkan hak mereka Maret hingga Oktober 2022, belum ada kejelasan untuk dicairkan. Hak itu meliputi gaji, jasa KPS, jasa medis umum, dan insentif Covid-19 tahun 2021.
Akibatnya para tenaga medis yang berkerja di rumah sakit tersebut, kini hanya bisa pasrah. Padahal kebutuhan hidup terus membengkak, apalagi seiring dengan kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM) saat ini.
Tak dipungkiri, tenaga medis kerap disebut pahlawan kesehatan karena mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien, apalagi di masa pandemi virus corona (Covid-19). Sayangnya, gelar tersebut lantas tidak menjamin hak mereka cepat dibayarkan.
Ketua Komite Medic RSUD Dok II Jayapura, dr Yunike Howay mengungkapkan, memasuki akhir bulan Oktober 2022, hak 475 tenaga medis belum juga dibayar pihak manajemen rumah sakit.
“Jadi ini sudah 7 bulan hak-hak kami, baik itu PNS dan tenaga kontrak belum juga dibayarkan. Makanya kami perlu bersuara agar persoalan ini diketahui oleh publik (masyarakat),” katanya saat memberikan keterangan pers di RSUD Dok II Jayapura, Senin ( 17/10/2022).
Kendati hak para tenaga medis di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Papua tak kunjung tidak dibayarkan. Namun, kata dokter spesialis anak ini, bahwa ia dan teman-teman tenaga medis masih tetap loyal bekerja melaksanakan tugasnya.
“Bayangkan kami tidak digaji berbulan-bulan, hak kami tidak dibayar, tapi kami tetap setia melayani pasien karena mereka (pasien) adalah yang utama,” ucapnya soal dedikasi.
Menurut Yunike, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ratusan para medis itu ke pihak Manajemen RSUD Jayapura. Sayangnya, pertemuan hanya tinggal pertemuan tanpa ada realisasi yang pasti.
“Sudah, kami sudah berapa kali bertemu Direktur RSUD. Tapi tidak ada kejelasan kapan hak kami dibayarkan. Makanya kami bicara seperti ini di media biar masyarakat bisa menilai dan nanti ada perbaikan pelayanan di rumah sakit ini,” bebernya.
Sementara itu, Rika, perwakilan perawat di bangsal anak, memohon agar manajemen RSUD Jayapura membayar hak-hak mereka.
Menurut Rika, gaji yang diperoleh sangat berarti untuk tenaga medis, utamanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Karena gaji kami tidak dibayar ada sampai teman kami yang diusir dari kos karena tidak bisa bayar. Bayangkan mereka yang harus menanggung kebutuhan hidup, punya anak lebih dari satu, bayar kos, cicilan motor dan masih banyak lagi,” katanya dengan raut wajah melas. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


