KRP Harap KPK Hargai Kesehatan Gubernur Enembe
- account_circle topik papua
- calendar_month Senin, 26 Sep 2022
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua KRP Diaz Gwijangge/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Koalisi Rakyat Papua (KRP) Diaz Gwijangge berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melakukan aksi jemput paksa terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, terkait penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi Rp 1 miliar.
Pasalnya, kata Diaz, kondisi kesehatan Gubernur Enembe sedang tidak bagus, sehingga hal itu seyogyanya menjadi pertimbangan KPK.
“KPK tolong hargai kesehatan pak Lukas. Kalau KPK bikin gerakan, kami siap bergerak membela Pak Lukas entah itu bentuknya seperti apa,” pinta Diaz di Jayapura, Senin (26/9/2022).
Diaz menegaskan, massa simpatisan Lukas Enembe yang tergabung di koalisi rakyat papua (KRP) siap pasang badan jika jemput paksa tetap dilakukan lembaga anti rasuah tersebut.
“Harusnya KPK menghargai kondisi kesehatan Pak Gubernur Lukas Enembe saat ini. Menurut kami, ya
Kalau Pak Lukas sudah sembuh, silahkan periksa perihal kasus yang disangkakan kepadanya, apalagi beliau sudah berikan statement siap diperiksa,”terangnya.
Menurut dia, Presiden Joko Widodo pun sudah mengetahui kondisi kesehatan Lukas Enembe yang mengalami komplikasi sejak dua tahun lalu.
“Pak Lukas ifu bukan seperti pejabat lain yang diproses malah alasan sakit,” sergah Diaz.
Sementara itu Diaz membantah soal aksi demo Save Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KRP dalam waktu dekat ini.
“Untuk aksi tidak ada, kami menunggu saja kalau ada gerakan KPK maka kami juga akan bergerak,” bebernya.
Lebih jelas dipertegas Diaz, aksi KRP Save Gubernur Papua Lukas Enembe bukanlah aksi anarkis seperti yang pernah terjadi di tahun 2019.
“Kami lakukan aksi bukan untuk membuat kekacauan atau membunuh masyarakat. Kami aksi damai sebagai bentuk dukungan kepada kaka kami Lukas Enembe, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar