Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Bangun Lapter Perintis, PT Freeport Wujudkan Akses Transportasi Bagi Masyarakat Terpencil

Bangun Lapter Perintis, PT Freeport Wujudkan Akses Transportasi Bagi Masyarakat Terpencil

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala Kampung Aroanop, Deteminus Beanal mengapresiasi pembangunan lapangan terbang perintis oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) yang telah aktif sejak 2017.

“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya lapangan terbang perintis, karena masyarakat sebelumnya kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti kesehatan, pangan dan sebagainya”, ujar Deteminus, Rabu (3/8/2022).

Deteminus mengaku masyarakat di area kampung selama ini selalu berjalan kaki melewati gunung, tebing serta sungai selama 2 hari untuk mencapai kampung terdekat hingga ke Kota Timika.

Sementara itu Direktur & EVP Community Affairs PTFI, Claus Wamafma menjelaskan pembangunan lapangan terbang perintis di Kampung Aroanop merupakan bagian tidak terpisahkan dari Program Tiga Desa yang dilaksanakan sejak tahun 2000.

PTFI sebelumnya telah membangun sebuah lapangan terbang di kampung Tsinga, Distrik Tembagapura yang dioperasikan pada tahun 2011.

“Sejak dimulainya program Tiga Desa di dataran tinggi pada tahun 2000, PTFI telah menginvestasikan lebih dari US$ 100 Juta. Melalui proyek ini, PTFI menyediakan dana, peralatan, material, transportasi dan tenaga kerja untuk membangun jaringan infrastruktur yang mencakup lebih dari 300 rumah, 3 sekolah, 10 rumah guru, 3 klinik, 3 pasar tradisional, 13 gereja, 21 jembatan, hingga 2 lapangan terbang perintis”, ungkap Claus.

Claus menyebut investasi dalam infrastruktur masyarakat telah memberi manfaat bagi sekitar 7.500 masyarakat Amungme yang tinggal di daerah dataran tinggi terpencil di Kabupaten Mimika, Papua.

“Pada tahun 2021, PTFI menginvestasikan sekitar US$ 2,5 juta untuk melaksanakan Program Tiga Desa,” akunya.

PTFI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam upaya untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan melalui kontribusi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya yang selaras dan mendukung pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Untuk diketahui pembangunan infrastruktur berdampak nyata terhadap akses dan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut sangat berpengaruh terutama di kawasan terpencil seperti pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis.

Diperlukan usaha ekstra yang tidak dialami pembangunan daerah lain, membangun infrastruktur transportasi darat merupakan pekerjaan yang sangat berat dan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Pembangunan lapangan terbang perintis menjadi pilihan untuk membuka akses, seperti halnya di kampung Aroanop, Kabupaten Mimika, Papua. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less