Laka Tunggal di Jembatan Merah, Penumpang Jupiter MX Tewas, Pengemudinya Kabur
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 24 Jul 2022
- visibility 99
- comment 0 komentar

Korban penumpang tewas dalam laka tunggal di Jalan Baru Tobati/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Seorang pemuda bernama Pekison (26), tewas seusai mengalami kecelakaan lalu lintas (laka tungggal) di Jalan Baru Tobati, Jembatan Youtefa, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (23/7/2022).
Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Hendrik Seru membenarkan, insiden itu terjadi sekira Pukul. 21.00 WIT.
Hendrik menjelaskan, laka tunggal yang menewaskan korban Pekison itu, berawal saat ia menumpangi sepeda motor Yamaha Jupiter-MX warna Silver Hitam bernonor polisi PA 4109 JN, yang dikemudikan Mr X (belum diketahui identitasnya).
“Menurut keterangan saksi bernama Costan (25) yang melihat kejadian itu mengatakan, berawal saat pengendara Yamaha Jupiter MX datang dari arah Jembatan Yotefa dengan tujuan Pantai Hamadi dengan kecepatan agak kencang, kemudian sesampainya di TKP pengemudi motor (Mr.X) tidak dapat mengendalikan laju kendaraan sehingga menabrak pembatas jalan dan terjatuh,” ujar Hendrik, Minggu (24/7/2022).
Usai terjatuh, lanjut Hendrii, pengemudi (Mr.X) angsung berdiri dan kabur bersama motornya ke arah Holtekamp. Sedangkan penumpangnya sempat bangun, dan menyebrang ke jalur sebelah kemudian tersungkur ke dalam parit.
“Merespon kejadian tersebut, anggota yang bertugas di Pos Terpadu Jembatan Youtefa langsung mengamankan TKP dan menghubungi Polsek Jayapura Selatan untuk dilakukan Penanganan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP),”beber Hendrik.
“Anggota yang tiba di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban Pekison untuk dibawa ke RS. Bhayangkara agar mendapatkan pertolongan medis. Namun tidak berselang lama saat mendapatkan perawatan, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” timpalnyam
Saat ini kasus laka tunggal tersebut dalam penanganan Unit Lantas Polsek Japsel. Polisi akan melakukan penyelidikan terkait siapa pengendara SPM tersebut.
“Dugaan kuat pengendara motor adalah kerabat dekat korban, entah teman atau keluarganya, hal itu akan kami dalami tentunya,” tegas Hendrik.
Lebih jelas kesimpulan sementara, tamhah Hendrik, kecelakaan terjadi akibat pengendara dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (miras) sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak pembatas jalan.
“Kami akan membangun komunikasi dengan keluarga korban dan mengumpulkan keterangan para saksi tentunya. KKeluarga Korban diduga mengetahui siapa pengemudinya, karena pihak keluarga lebih dulu mengetahui informasi kecelakaan tersebut melalui telepon, itu informasi yang kami peroleh,” tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




