Hanya di Papua, Proses Evakuasi Pesawat Menggunakan Helikopter
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 13 Jul 2022
- visibility 54
- comment 0 komentar

Heli evakuasi Pesawat SAM Air di Bandara Kenyam, Nduga/ist
Jayapura, Topikpapua.com– Ada pemandangan tak biasa di bandara Kenyam, Kabupaten Nduga Papua, Rabu (13/7/2022). Sebuah Helikopter raksasa berbaling baling ganda nampak mengudara di langit Kenyam.
Tak lama berselang, sebuah tali kawat baja diluncurkan dari atas Helikopter dan diikatkan di badan pesawat jenis Caravan yang terparkir di bandara Kenyam.
“Ini Helikopter Kamov, Heli yang biasa kita gunakan untuk mengangkut beban yang berat, dan hari ini kita evakuasi Pesawat SAM Air dari kenyam menuju Timika,” ungkap Pimpinan PT. SAM air, Wagus Hidayat di Bandara Kenyam, Rabu (13/7/2022).
Menurut Wagus evakuasi dilakukan menggunakan Helikopter karena tidak memungkinkan menggunakan jalan darat atau laut.
“Kenyam ini ada diketinggian, di pegunungan Papua, tidak mungkin kita evakuasi lewat darat, satu-satunya cara ya lewat jalur udara,” jelas Wagus.
Wagus mengatakan langkah ini diambil pihaknya mengingat situasi keamanan yang kurang kondusif bila mengirim teknisi untuk memperbaiki pesawat di areal bandara Kenyam.
“Lebih ke situasi keamanan, karena kalau teknisi yang ke Kenyam, otomatis mereka harus tinggal di Kenyam, belum lagi onderdil dan peralatan yang akan dipakai untuk perbaiki pesawat cukup banyak dan agak sulit untuk di muat semua ke Kenyam,” beber Wagus.
Kapolres Nduga, Akbp. Rio Alexander Panelewen memimpin langsung proses evakuasi yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut.
“Kita bersyukur ya proses evakuasi pesawat SAM Air hari ini berlangsung lancar, memang awalnya rencana evakuasi pesawat tersebut kita dilaksanakan hari Selasa tanggal 12 Juli 2022 kemarin, namun karena akibat cuaca buruk sehingga proses evakuasi pesawat tersebut akhirnya ditunda dan baru bisa kita lakukan hari ini,” ungkap Akbp Rio, Rabu (13/7) 2022).
Sebelumnya pada Selasa 7 Juni 2022, Pesawat SAM Air PK- SMG ditembaki oleh KKB saat mendarat di bandara Kenyam, Kabupaten Nduga.
Sebanyak 15 lubang peluru mendarat di body pesawat yang di capteni oleh Pilot M Farhan Fachri, dan Co Pilot Reza Ariestha Ragainaga.
Tak ada korban jiwa atau luka pada peristiwa tersebut, namun pesawat jenis Carawan tersebut mengalamaj kerusakan dan tidak bisa terbang. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


