Ruang IT dan Server Venue Sepatu Roda Dirusak OTK
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 2 Apr 2022
- visibility 42
- comment 0 komentar

Tampak pintu ruangan venue yang dirusaki OTK/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Musibah menimpa Klemen Tinal Rollersport Arena yang berlokasi di kawasan Buper Waena, dimana sekawanan orang tak dikenal (OTK) membobol dan melakukan pengrusakan venue, Sabtu (2/4/2022) pagi.
Padahal venue bertaraf internasional itu memiliki historis yang takkan dilupakan. Dimana, kontingen sepatu roda Papua berhasil menyumbangkan 8 medali emas saat pertandingan cabor sepatu roda PON XX Papua, yang digelar di venue tersebut.
Humas Persatuan Olahraga Sepatu Roda (Porserosi) Provinsi Papua, Vanwi Roberth mengungkapkan, sejumlah ruangan dalam venue tersebut dirusaki dan dibobol. Selain merusak pintu luar ruangan dan barang-barang, OTK juga merusak server.
“Mereka (OTKl) menggunakan anak tangga untuk memasuki arena stadion. OTK ini merusak fasilitas media center, gudang yang berisi perabotan untuk pertandingan. Sedangkan di ruang multi media terlihat kabel-kabelnya yang berhubungan dengan papan scoring board juga dirusak,” jelas Vanwi dalam rilisnya yang diterima Redaksi Topik, Sabtu malam.
Kejadian ini pun sudah dilaporkan pihak Porserosi Papua kepada kepolisian setempat.
“Saya dan Ketua Porserosi Kota Jayapura Yonas telah melaporkan hal ini ke Polsek Heram Kota Jayapura sekitar pukul 12.00 WIT. Pihak kepolisian berjanji akan ke sana untuk melihat kondisi venue yang di masuki dan dirusak OTK,” aku Vanwi.
Masih dikatakan Vanwi, barang-barang yang dirusaki itu belum diinventarisir.
“Mirisnya OTK tersebut merusak kabel kabel optik dalam venue ini yang bernilai ratusan juta. Dan butuh uang puluhan juta untuk memasang kembali kabel-kabel ini, yang memang kabel kabel ini dipasang teknisi dari Jakarta untuk PON XX,”bebernya.
Sementara itu, Ketua Porserosi Kota Jayapura Yonas Randan Bua menyayangkan peristiwa tersebut.
Pasalnya, venue itu masih berfungsi dan digunakan para atlet sepatu roda untuk berlatih setiap Sabtu.
“Kami berharap pemagaran keliling menjadi perhatian utama, kemudian peran kontraktor untuk memperbaiki kerusakan selagi dalam masa pemeliharaan. Kami juga berharap pihak kepolisian dapat merespon laporan kami,”tandasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


