Tak Diberi Ijin Berobat, Pemprov Papua Siap Datangkan Dokter Singapura Periksa Gubernur LE
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 8 Okt 2022
- visibility 235
- comment 0 komentar

Dr Anton Mote selaku dokter pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe saat menunjukan hasil pemeriksaan kesehatan terkini/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Dokter pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe, dr Anton Mote mengungkapkan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan rumah sakit di Singapura untuk mengatur jadwal kedatangan tim dokter spesialis ke Jayapura selekasnya.
Mote menyebut tim dokter spesialis itu terdiri dari dokter spesialis jantung, dokter spesialis ginjal, dokter spesialis penyakit dalam (internist), dan sejumlah perawat.
Kedatangan para dokter spesialis dari Singapura itu akan membawa beberapa alat kesehatan yang sangat dibutuhkan Lukas Enembe seperti pemeriksaan jantung dan pembuluh darah.
“Jadi, kami berharap mereka bisa lebih cepat datang agar melakukan observasi langsung kepada Bapak Lukas Enembe. Apalagi saat ini, kami sedang melakukan observasi seperti melakukan pengukuran tekanan darah. Saya harus melakukan observasi setiap dua jam,” katanya di RSUD Jayapura, Jumat (7/10/2022) malam.
“Saya juga mengontrol berat badan beliau pagi dan malam sebelum tidur. Kemudian diet air yang sudah dibatasi, karena sesuai dengan ukuran dari dokter. Kami berdoa supaya dokter spesialis dari Singapura itu bisa cepat datang, supaya bisa bisa melakukan evaluasi secara dekat,” timpalnya.
Mote juga membantah rumor yang beredar bahwa tim dokter spesialis yang merawat Gubernur Papua akan tiba Jumat malam di Jayapura.
“Tidak benar itu kalau dokternya harus tiba di Jayapura malam ini. Ini saja kami masih terus berkoordinasi,” akunya.
Kembali dikatakan Mote, sejak lima hari yang lalu pihaknya terus berkomunikasi dengan tim dokter spesialis di Singapura untuk menangani kondisi kesehatan pasiennya tersebut.
“Sebelum kami melaporkan kepada dokter spesialis yang menangani Bapak Gubernur, kami melakukan pemeriksaan darah untuk penilaian indikator gangguan jantung dan ginjal dan pemeriksaan lengkap EKG. Dan beberapa saran dari mereka sudah disampaikan kepada kami,”terangnya.
Dalam wawancara itu Mote memaparkan kondisi terkini kesehatan Lukas Enembe yang belum membaik.
“Kondisi saat ini masih tetap seperti yang kemarin. Dan kami masih batasi aktivitasnya. Jadi, beliau lebih banyak istirahat karena tekanan darahnya yang tidak stabil. Kemarin, pagi masih 159 per 100 an. Terus beberapa waktu naik lagi sampai 190,” paparnya.
Jenis obat yang diberikan kepada Lukas Enembe pun tidak tersedia di Indonesia.
“Ya obatnya dikirim dari Singapura ke Jakarta, baru ke Jayapura. Itu pengirimannya bisa makan waktu sampai seminggu,” bebernya.
Mote berharap seluruh masyarakat Papua dan masyarakat di Indonesia, serta media massa tidak menyebarluaskan informasi hoax yang memprovokasi, karena hal itu sangat mengganggu kondisi psikis dan kesehatan Enembe.
“Kami meminta seluruh masyarakat Papua di gereja maupun masjid untuk terus mendoakan beliau,” tandas Mote. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


