Polda Papua Launching Dua Operasi Berkonsep Humanis Tangkal KKB
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 15 Feb 2022
- visibility 48
- comment 0 komentar

Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius D Fakhiri saat sesi pemberian penghargaan dalam Diskursus Pemolisian Polda Papua/foto ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius D Fakhiri mengatakan, dua operasi besar dengan nama Operasi Damai Cartenz dan Operasi Rastra Samara Kasih Cartenz (Rasaka) merupakan sebagian akumulasi dari semua kegiatan yang pernah dilakukan para kapolda terdahulu, yang kemudian dikembangkan lagi oleh mantan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan saat ini dilanjutkan lagi dengan kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Kapolri sekarang kan memberikan kita tiga batasan yang sangat memiliki arti dalam kegiatan pemolisian di Papua. Dan saya sebagai kapolda dengan berbagai pengalaman operasi yang ada di Papua, kita mengambil intisari yang terbaik bagaimana mengimplementasikan kegiatan pemolisian yang tumbuh dari budaya orang di tanah Papua,” kata kapolda usai kegiatan Diskursus Pemolisian Polda Papua yang berlangsung di Jayapura, Selasa (15/2/2022).
Kapolda menjelaskan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan progran presisinya yang merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparasi, dan berkeadilan yang membuat pelayanan dari kepolisian lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat
Menurut kapolda, hal ini sebenarnya sudah tumbuh di tengah-tengah masyarakat Papua. Masyarakat menginginkan Polri dengan kerja nyata dan cepat, tentunya berdasarkan budaya masyarakat, karena menyelesaikan persoalan di tengah lingkungannya.
“Kami (kepolisian) hanya memberikan, sehingga kita bisa sinergikan dengan kemauan masyarakat,” katanya.
Masyarakat sendiri terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari kaum muda, adat, agama. Sebab itu, Polri akan memperankan masyarakat untuk memainkan perannya sesuai dengan potensinya.
“Jadi, kalau tokoh agama, ya tokoh agama, tokoh pendidikan ya pendidikan. Polisi akan berada di belakang. Kita akan mendekatkan seluruh program yang dibiayai Polri untuk mengajak peran serta aktif masyarakat. Semoga dengan peran serta ini, masyarakat tidak ngangur dan membantu kami untuk melakukan pendekatan lain,” terangnya.
Kapolda menegaskan, saat ini sudah bukan eranya Polri berada di garda terdepan dan memerankan pemain peganti. Melainkan Polri memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berada di depan.
“Kita dukung, kita dorong dengan semua yang ada di kegiatan dua operasi ini, baik itu dana Cartenz yang tadinya dari Nemangkawi kita kembalikan ke pada awalnya yaitu penanganan separatis yang fokus pada penegakan hukum, bukan tempur. Tapi dalam penegakan hukum kami juga akan berikan edukasi penegakan hukum,” katanya.
Lanjut kapolda, Polri juga memiliki program Binmas Noken yang memiliki banyak kegiatan di tengah masyarakat.
“Kami mau mereka tumbuh bekerja dan kami akan wujudkan Kampung Binmas Noken yang nanti semua akan terlibat termasuk media massa, khusus cetak yang bahasanya dimengerti oleh semua kaum milenial,” paparnya.
Polri juga akan berupaya mengurangi tindakan kekerasan. Polri bersama Pemda akan mendorong untuk bagaimana mewujudnyatakan kesejahteraan masyarakat yang tumbuh dari para pemimpin daerah.
“Saya berharap dengan kegiatan ini, biarlah pemerintah daerah berada di depan. Kita semua harus percaya bahwa pemda mampu mengajak masyarakatnya menuju kesejahteraan,” tukasnya.
Selanjutnya kapolda tak menampik bahwa dua operasi ini tentu akan memunculkan pro dan kontra. Namun, ia menganggap hal itu lumrah terjadi. Polri dan juga stakeholder yang lain tentu akan membuka diri untuk menerima semua kritikan dan masukan. Hal ini bertujuan untuk menambah khasanah bagi Polri agar memperbaiki apa yang tidak disukai oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan kita memperbaiki diri, kan kita bisa lebih baik. Papua selalu dikatakan tanah damai, kita mau saat ini dan kedepan Papua bisa mengimplementasikan Papua tanah damai, jangan hanya slogan saja. Kami berupaya seluruh anggota Polri dia tebarkan kasih agar melahirkan damai sejahtera,”pungkas kapolda.
Diskursus Pemolisian Polda Papua juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para tokoh di Papua yang berperan aktif dalam membantu tugas kepolisian menciptakan perdamaian di Tanah Papua.
Dalam acara ini juga digelar launching sembilan buku kinerja Polda Papua dan ditutup dengan diskusi publik tentang penanganan konflik di Tanah Papua yang dilakukan secara offline dan online. (Alleya)
- Penulis: topik papua


