Tim SAR Berhasil Evakuasi Empat Korban Insiden Helikopter Airfast di Boven Digoel
- account_circle topik papua
- calendar_month Jumat, 31 Des 2021
- visibility 1.120
- comment 0 komentar
- print Cetak

Proses evakuasi korban helikopter Airfast oleh Tim SAR Gabungan/foto dok Kantor SAR Merauke
Merauke, Topikpapua.com,- Empat korban kecelakaan pesawat helikopter milik maskapai Airfast berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian di Kali Silet, Boven Digoel, Papua ke helipad perusahaan di Boven Digoel, Jumat (31/12/2021).
Empat korban tersebut yakni Kapten Agung (pilot), Fauzan Huda (kru), Iwan (penumpang) dan Kanisius (korban)
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Merauke, Supriyanto Ridwan, mengatakan proses evakuasi dilakukan Tim SAR gabungan secara bertahap. Tahap pertama, sambungnya, yaitu korban Agung dan Huda yang dievakuasi menggunakan helikopter milik Dimonim Air, yang lepas landas sekira pukul 06.54 WIT.
“Kondisi Kapten Agung diduga mengalami cidera spinal (tulang belakang) dan keduanya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Supriyanto.
Sekira pukul 09.10 WIT, helikopter Asian One Air yang lepas landas pukul 07.07 WIT menuju ke lokasi kejadian kembali berhasil mengevakuasi satu korban lagi bernama Iwan.
“Iwan diduga mengalami cidera spinal seperti yang dialami sang pilot,” beber Supriyanto.
Proses evakuasi kembali berhasil dilakukan pukul 09.50 WIT oleh helikopter Carpediem Air bernomor registrasi PK-CDP, dimana berhasil membawa korban terakhir yakni Kanisius dengan dugaan cidera spinal.
Supriyanto menjelaskan, dalam proses evakuasi secara keseluruhanan ini mengerahkan 3 unit helikopter. Tim SAR gabungan yang mengevakuasi terdiri dari Basarnas, Kodim Boven Digoel, Polres Boven Digoel dan pihak maskapai.
“Untuk proses evakuasi selanjutnya menuju Timika menggunakan twin otter PK-OCJ masih menunggu keputusan dari pihak perusahaan,” terang Supriyanto.
Diketahui sebelumnya pada Kamis 30 Desember 2021 pukul 18.59 WIT, Kantor SAR Merauke melalui satelit menerima berita signal distress atau pancaran signal marabahaya yang dipancarkan oleh sebuah pesawat berjenis helicopter dari arah kampung Kawe di Kabupaten Boven Digoel.
Berdasarkan pancaran signal tersebut, berhasil diidentifikasi bahwa signal marabahaya tersebut memancar dari helicopter milik maskapai Airfast bernomor registrasi PK-ODB yang mengalami kecelakaan pada koordinat 04⁰.57’5’’ S – 140⁰.07’6’’ E atau sejarak 130,8 km dari Boven Digoel ke arah utara.
Lokasi terakhir hilang kontak di radar Spidertrack berada di koordinat 04⁰.57’9,16’’ S – 140⁰.05’54,46’’ E pada pukul 16.01 WITdengan ketinggian 1067 ft dan kecepatan 43 knots. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar