Helikopter Airfast Alami Insiden di Boven Digoel, Empat Orang Selamat
- account_circle topik papua
- calendar_month Jumat, 31 Des 2021
- visibility 589
- comment 0 komentar
- print Cetak

Helikopter Airfast yang alami kecelakaan di Boven Digoel/foto ist
Merauke, Topikpapua.com,- Sebuah helikopter milik Airfast Indonesia dengan nomor PK-ODB mengalami kecelakaan pada ketinggian 1067 kaki di sekitar wilayah Kabupatrn Boven Digoel, Papua, Kamis (30/12/2021).
Helikopter dikemudikan Kapten Pilot Agung Miharja dan seorang teknisi bernama Fauzan Huda itu terbang dalam perjalanan dari Tanah Merah, Boven Digoel-Kali Silet dengan tujuan akhir Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Dalam Helikopter Airfast Indonesia itu, dikabarkan membawa 2 orang penumpang yang belum diketahui identitasnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Merauke, Supriyanto Ridwan yang juga bertindak selaku SAR Mission Coordinator (SMC) membenarkan hilang kontaknya helikopter diketahui Kamis malam sekitar pukul 18.59 WIT
Saat itu, kata Supriyanto, Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menerima pancaran sinyal darurat yang dipancarkan oleh sebuah pesawat berjenis helikopter melalui satelit.
“Keberadaan helikopter terdeteksi dari arah Kampung Kawe, Boven Digoel. Sinyal darurat ini juga diterima oleh Airnav Boven Digoel pada pukul 19.30 WIT,” katanya.
SAR menduga helikopter berwarna hitam itu mengalami kecelakaan pada koordinat 04⁰.57’5’’ S – 140⁰.07’6’’ E atau sejarak 130,8 km dari Boven Digoel ke arah utara.
“Lokasi terakhir hilang kontak di radar Spidertrack berada di koordinat 04⁰.57’9,16’’ S – 140⁰.05’54,46’’ E pada pukul 16.01 WIT dengan ketinggian 1067 feet dan kecepatan 43 knots,” jelas Supriyanto.
Supriyanto mengaku berdasarkan informasi yang ia terima dari Komandan Kodim Boven Digoel, bahwa keempat korban dilaporkan dalam kondisi selamat.
“Penumpang dan awak pesawat dikabarkan selamat dan telah ditolong oleh warga sekitar. Keempat penumpang saat ini berada di Kali Silet,”akunya.
Sementara proses evakuasi korban akan dilakukan Jumat (31/12/2021) sekira pukul 05.30 WIT dengan menggunakan 2 helikopter milik maskapai Asia One dan Demonim Air.
“Empat personel SAR Boven Digoel akan ikut dalam proses evakuasi, bersama dengan tim potensi SAR lainnya,” beber Supriyanto.
Diketahui Helikopter PK-ODB dengan kapasitas 5 orang dan maksimum membawa berat 2.370 kilogram itu biasa digunakan untuk operasi penyelamatan, transportasi penumpang, hingga pertolongan medis. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar