Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Sepekan Tebar Teror di Puncak Papua, KKB Tembak Mati 4 Warga Sipil

Sepekan Tebar Teror di Puncak Papua, KKB Tembak Mati 4 Warga Sipil

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
  • visibility 3.036
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar teror di Kabupaten Puncak Papua. Dalam sepekan terakhir selain merengut empat nyawa warga sipil, KKB juga membakar sekolah, rumah warga  dan sebuah helikopter.

Aksi Teror KKB di awali pada Kamis (08/04/21) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Seorang guru honor atas nama Oktovianus Rayo (41 tahun) ditembak saat sedang berada di dalam kiosnya.

Oktovianus tewas dengan dua luka tembak di bagian kepala dan dada.

Guru SD Jambul Beoga, Oktovianus Rayo Korban tembak KKB saat dievakuasi / ist

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan pelaku penembakan adalah KKB pimpinan Sabinus Waker yang diduga datang ke Illaga guna memenuhi undangan dari kelompok Lekagak Telenggen.

“Jadi kelompok Sabinus Waker ini tengah menuju Ilaga atas undangan Lekagak Telenggen, kita mendapat informasi bahwa dalam perjalanan menuju Ilaga ini dia melakukan penembakan,” kata Kapolda, Kamis (08/04/21).

Baca Juga : Kelompok Sabius Waker Tembak Mati Seorang Guru di Puncak Papua

Usai menembak guru Oktovianus, sekitar pukul 18.15 Wit, kelompok yang sama lalu membakar gedung sekolah SD Jambul, ruang gedung SMP dan SMA Negeri 1 Beoga dan perumahan guru yang letaknya dalam satu kompleks.

Keesokan harinya, Jumat 09 April 2021, sekitar pukul 17.00 Wit, KKB kembali menembak mati seorang guru atas nama, Yonatan Renden.

Guru Yonatan di tembak saat hendak mencari terpal untuk membungkus jenasah guru Oktovianus yang sehari sebelumnya di tembak KKB.

Baca Juga : Pagi Tembak Guru, Siang Rusak Sekolah, Malamnya Dibakar

Jenasah guru Oktovianus dan guru Yonathan sempat tak bisa dievakuasi menuju timika karena KKB masih menguasai bandara Beoga.

Sabtu 10 april 2021 jenasah kedua guru tersebut akhirnya bisa di evakuasi setelah pemerintah kabupaten Puncak Papua membayar uang tebusan kepada pihak KKB untuk membiarkan pesawat masuk ke bandara Beoga.

Jenasah Guru Yonatan Rende saat dievakuasi di RS Timika / ist

Keesokan harinya, Minggu 11 April, sekitar pukul 18.25 Wit, KKB kembali melakukan pembakaran sembilan ruang kelas dan laboratorium di kompleks Sekolah SMP dan SMA Negeri 1 Beoga.

Baca Juga : Makin Brutal, KKB Kembali Bakar Sekolah dan Helikopter di Puncak

Sementara itu di hari yang sama di Bandara Illaga, KKB melakukan pembakaran terhadap helikopter swasta milit PT Ersa Air yang tengah parkir di bandara.

gedung sekolah di Beoga dan helikopter di Illaga yang di bakar KKB / ist

Sempat libur sehari, Selasa 13 April 2021, KKB kembali beraksi. Kali ini mereka kembali membakar sejumlah rumah warga di kampung Beoga.

Salah satu rumah yang dibakar merupakan rumah wakil ketua DPRD kabupaten Puncak Papua.

Baca Juga : KKB Masih Kuasai Bandara Beoga, Stok BAMA Menipis

Rabu, 14 April 2021, sekitar pukul 13.30 Wit, KKB kembali menembak mati seorang tukang ojek di kampung Eromaga, Distrik Omukia, Puncak Papua.

Korban atas nama Udin (41 tahun) yang merupakan warga pasar Illaga tersebut tewas dengan dua luka tembak di bagian kepala dan dada.

Baca Juga : Puncak Papua Masih Panas, Usai Bakar Rumah Warga, KKB Tembak Mati Tukang Ojek

Udin di cegat dan tembak ditembak saat perjalanan kembali ke illaga usai mengantarkan penumpang.

Kondisi Udin (41) Tukang Ojek Korban tembak KKB di kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak Papua / ist

Kamis pagi, jenasah udin dievakuasi ke timika. Dihari yang sama KKB kembali menembak mati seorang siswa SMA atas nama Ali Mom.

Siswa kelas tiga SMA Negeri 1 Illaga tersebut di tembak di kampung Tagalao, Distrik Illaga sekitar pukul 08.00 wit.

Korban sebelumnya di telepon oleh orang tak dikenal dan meminta untuk megantarkan rokok dan buah pinang ke kampung Uloni.

Setelah sampai di tempat tujuan, korban lalu didatangi kelompok bersenjata dan langsung menembak korban. korban Ali mom tewas dengan dua luka tembak di bagian kepala dan bagian dada.

Selain menembak mati Ali Mom, KKB juga membakar sepeda motor milik korban.

Kondisi siswa SMA Negeri 1 Illaga, Ali Mom korban tembak KKB di kampung Uloni, Illaga / ist

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan pihaknya menduga aksi teror kali ini dilakukan oleh dua kelompok KKB, yakni pimpinan Sabinus Waker dan KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Menurut Kapolda, kelompok KKB Sabinus Waker selama ini dikatahui bermarkas di kabupaten Intan Jaya, sementara kelompok Lekagak Telenggen bermarkas di Illaga, kabupaten Puncak.

Atas undangan kelompok Lekagak Telenggen maka kelompok Sabinus datang ke Illaga, dalam perjalanan ke Illaga tersebutlah kelompok Sabinus melakukan aksi teror di Beoga.

Sementara aksi teror yang terjadi di Illaga merupakan aksi teror dari kelompok Lekagak Telenggen.

Baca Juga : Kapolda Papua : KKB di Intan Jaya Miliki 17 Pucuk Senjata dan 50 Anggota

Kapolda mengaku hingga kini aparat gabungan telah diterjunkan ke Distrik Beoga dan Illaga untuk mengamankan situasi di dua distrik tersebut, namun kapolda mengaku pihaknya tidak akan bertindak ceroboh dalam penindakan terhadap KKB.

“Penembakan itu untuk memancing kita beraksi, selain untuk merampas senjata dan amunisi kita, saat ini mereka juga sudah menggunakan media sosial untuk membuat propaganda, saat kita beraksi berlebihan itu pasti akan di politisir, “Ungkap Irjen Fakhiri, jumat (16/04/21).

Kapolda Fakhiri mengungkapkan bila saat ini semua personil yang ada di distrik Beoga dan Illaga tetap siaga dan akan bertindak terukur, sehingga meminimalisir kesalahan saat melakukan penegakan hukum kepada KKB.

Baca Juga : Kapolda Papua Ungkap Sumber Dana Gerakan KKB

“Dalam melakukan penindakan kita harus ukur dengan baik dan cermat baru kita bertindak, mengapa? Supaya mengurangi, yang pertama salah tembak, yang kedua meminimalisir korban jiwa di pihak kira, “Jelas Kapolda.

Sementara itu Kapolda juga mengatakan bila sampai saat ini kekuatan personil TNI/Polri yang ada di distrik Beoga dan Illaga sudah cukup untuk memberikan rasa aman kepada warga dan mengejar KKB.

“Saya juga mau sampaikan kepada semua warga yang ada di Puncak, agar lebih waspada lagi, hindari aktifitas diluar rumah yang tidak terlalu penting dan tetap waspada,”Pungkas Kapolda Papua. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Papua Tegaskan Postingan Munajat Sekda Ridwan jadi Plt Gubernur adalah Hoax

    Pemprov Papua Tegaskan Postingan Munajat Sekda Ridwan jadi Plt Gubernur adalah Hoax

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  mengklarifikasi ihwal foto doa dan bermunajat agar Sekda Papua Ridwan Rumasukun menjadi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Papua. Diskominfo pun memastikan foto tersebut adalah hoax atau tidak benar. Foto yang sengaja diedarkan oknum-oknum tertentu di media sosial termasuk pesan berantai di aplikasi Whatsapp merupakan […]

  • 10 Petak Kamar Kos dan Satu Unit Rumah  Terbakar di Jalan Youtefa   

    10 Petak Kamar Kos dan Satu Unit Rumah Terbakar di Jalan Youtefa  

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kota Jayapura. Kali ini, 10 petak rumah kos dan satu unit rumah pribadi bertempat di Jalan Youtefa di samping gudang Sumber Makmur, Kelurahan Awiyo, Distrik Abepura, Senin (14/2/2022) sekira pukul 17.15 WIT. Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak, mengatakan, 10 petak kamar kos milik warga, Supardi dan Eni […]

  • Perkara Sidang Dugaan Korupsi Berakhir, Ini Komentar Plt Bupati Mimika Johannes Rettob

    Perkara Sidang Dugaan Korupsi Berakhir, Ini Komentar Plt Bupati Mimika Johannes Rettob

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Perkara sidang dugaan korupsi Plt Bupati Mimika Johannes Rettob berakhir, setelah Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jayapura membacakan putusan sela yang menolak dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Papua. Menanggapi hal itu, Plt Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa perkara yang dihadapinya da campur tangan Tuhan, sehingga apa yang […]

  • Dua Bupati Dukung Masyarakat Tentukan Arah Kebijakan Otsus

    Dua Bupati Dukung Masyarakat Tentukan Arah Kebijakan Otsus

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.730
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Dua kepala daerah di Papua berharap pemerintah pusat membuka ruang bagi masyarakat Papua untuk menentukan arah kebijakan Otonomi Khusus (Otsus). Hal itu disampaikan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak,SH.M.Si dan Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si,MPd saat Webinar bertajuk Menyikapi Berakhirnya Otonomi Khusus di Papua dan Papua Barat 2021 dengan tema […]

  • Begini Cara Pemkot Jayapura Atasi Masalah Sampah

    Begini Cara Pemkot Jayapura Atasi Masalah Sampah

    • calendar_month Kam, 21 Feb 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kota Jayapura adalah salah satu penghasil sampah terbesar di Papua. Berdasarkan data dari dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Jayapura dalam satu hari saja sampah di kota jayapura bisa mencapai 5,12 Ton. Dalam sebulan rata-rata sampah yang di hasilkan bisa mencapai angka 5000 Ton. Tahun 2018 Kota Jayapura menghasilkan 61,637 Ton sampah. […]

  • Setubuhi Anak Kandung Sendiri, ASN ini di Amankan Polisi

    Setubuhi Anak Kandung Sendiri, ASN ini di Amankan Polisi

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, – Entah setan apa yang merasuki PD (40) sehingga tega menyetubuhi anak kandung nya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. PD yang berdinas sebagai staf di DPRD Kabupaten Jayapura ini bahkan tega melakukan aksi bejat nya itu sebanyak tiga kali. Kasat Reskrim Polres Jayapura, Iptu Oscar F. Rahadian, S.IK., M.H […]

expand_less