Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Tokoh Papua : Kami Masih Butuh Otsus..!

Tokoh Papua : Kami Masih Butuh Otsus..!

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
  • visibility 411
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Beberapa tokoh di Pegunungan dan Pesisir Papua hingga saat ini masih berharap Otsus di Papua terus berlanjut.

Ketua Rayon V Rukun Jawijaya atau Lapago di Jayapura, David M Hubi mengaku selaku orang tua melihat bahwa di wilayah pegunungan dengan belasan kabupaten masih banyak ketertinggalan sehingga butuh sentuhan pembangunan lewat Otsus yang diberikan oleh pemerintah.

“Kami inginkan pembangunan yang setara, sama dengan daerah lainnya karena sauadara kami di gunung masih ada yang tertinggal, 14 atau 16 kabupaten di gunung itu perlu dimekarkan jadi provinsi Pegunungan Tengah Papua agar bisa membangun disegala bidang,” kata David kepada pers di Kota Jayapura.

Baca Juga : Tolak Pelaksanaan RDP Otsus di Jayawijaya, Massa ‘Sandera’ Angota MRP di Bandara Wamena

Hubi yang didampingi Sekretaris Peradilan Dewan Adat Suku Sentani (DASS) Philipus Deda, Wakil Ketua DASS Yakob Fiabetauw, Ondoafi Sosiri Boas Asa Enoch, bersama Kepala Suku Lapago wilayah Yapis Jayapura Ernest Tabuni, Kepala Suku Lapago wilayah Entrop Andius Tabuni dan Kepala Suku Lapago wilayah Angkasa Waila, mengatakan jika ada pihak yang sengaja mengembangkan isu atau wacana tolak Otsus, hal itu merupakan hal yang salah karena yang terjadi hingga kini masyarakat di pegunungan masih ada yang belum memakai pakaian (telanjang).

“Saya selaku orang tua, karena Otsus kita bisa tahu hitung uang atau pegang uang karena sekolah, jika dibandingkan dengan sebelum kebijakan Otsus diberlakukan hal itu belum terjadi, inikan aneh jika ada yang menolak,” kata Hubi

Senada itu, ondoafi Sosiri Boas Asa Enoch mengatakan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua adalah kewenangan khusus yang diakui dan diberikan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui undang-undang nomor 21 tahun 2001.

Baca Juga : Tolak RDP Pansus Otsus DPRP, Fraksi Bangun Papua : DPRP Bukan Lembaga Kultural !!

“Otsus yang diberikan agar Provinsi Papua dapat mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan aspirasi dan hak-hak dasar masyarakat asli Papua. Anggaran Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat dari tahun 2000 hingga 2020 terus meningkat yang difokuskan untuk empat program prioritas yaitu aspek pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Hal itu menjadi bukti, bahwa perhatian pemerintah pusat ke Papua begitu besar. Contoh keberhasilan Otsus itu banyak, seperti dalam bidang pendidikan, ada ribuan anak asli Papua dikirim sekolah keluar negeri, baik dikirim ke Australia, Selandia Baru, Jerman, Belanda dan Amerika.

“Kemudian dikirim Afrika, Cina, hingga Jepang dan sejumlah negara di Asia. Berbagai infrastruktur prasarana dan sarana transportasi di sektor perhubungan darat, laut dan udara seperti pembangunan enam bandara di Provinsi Papua yaitu Bandara Ewer, Bandara Kepi, Bandara Ilaga, Bandara Oksibil hingga Bandara Nabire Baru dan Bandara Mopah di Merauke, juga perbaikan Bandara Sentani,” katanya.

Baca Juga : Dorong RDP, Legislator Minta Pansus Otsus Dievaluasi

Bahkan, kata dia, jalan trans Papua sepanjang 1.071 KM telah tersambung dan terus ditingkatkan kondisinya. “Yang saya ikuti diberbagai media bahwa hingga kini, jalan trans Papua yang sudah beraspal sepanjang 743 KM dan sisanya masih agregat atau perkerasan tanah dan terbukti memberikan manfaat untuk kesejahteraan rakyat dengan semakin murahnya harga barang-barang kebutuhan pokok,” ujarnya.

“Melihat perkembangan pembangunan Papua yang semakin baik, maka kami sebagai tokoh masyarakat adat Papua dari daerah daerah pesisir dan pegunungan mendukung pelaksanaan Otsus yang selama ini telah berjalan dan mendorong perintah pusat untuk tetap melakukan evaluasi penerapannya sehingga manfaat yang selama ini telah dirasakan dapat ditingkatkan lagi dan dirasakan oleh seluruh masyarakat papua, sehingga akan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” Pungkas Boas. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mabuk, Bertengkar, Nyawa Melayang   

    Mabuk, Bertengkar, Nyawa Melayang  

    • calendar_month Ming, 15 Mei 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Seorang pemuda bernama Adolf Rumbrar (29) meninggal dunia di RSUD Dok II Jayapura, Papua, usai ditikam YM (18), yang diketahui merupakan rekannya sendiri, Minggu (15/5/2022). Kapolsek Jayapura Utara Kompol Jahja Rumra mengatakan, penikaman itu terjadi  di Jalan Sulawesi Dok VII Perikanan, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, Minggu sekira pukul 03.00 dini hari. […]

  • Kapolresta Jayapura jadi Komandan Upacara HUT Bhayangkara Tingkat Nasional

    Kapolresta Jayapura jadi Komandan Upacara HUT Bhayangkara Tingkat Nasional

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sebuah kebanggaan bagi jajaran Polda Papua terkhusus Polresta Jayapura Kota pada moment perayaan Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023 yang dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pada hari ini, Sabtu 1 Juli 2023. Dimana Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor D. Mackbon, terpilih sebagai komandan upacara akbar tersebut. Kombes Pol […]

  • Gubernur Fakhiri Optimis Kampung Nelayan Samber-Binyeri Bisa Menjadi Lumbung Perikanan di Papua

    Gubernur Fakhiri Optimis Kampung Nelayan Samber-Binyeri Bisa Menjadi Lumbung Perikanan di Papua

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Biak, Topikpapua.com, – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyampaikan optimismenya terhadap pengembangan Kampung Nelayan Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, yang dinilai memiliki nilai tambah besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program pembangunan yang diinisiasi pemerintah pusat di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh nasional bagi pengembangan kampung-kampung nelayan di seluruh Indonesia. “Saya sangat senang dan berterima […]

  • Beredar Info Penculikan Anak, Kapolresta: Tidak Perlu Panik

    Beredar Info Penculikan Anak, Kapolresta: Tidak Perlu Panik

    • calendar_month Kam, 19 Jan 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, -Polresta Jayapura Kota dan jajaran mendalami maraknya chatingan meresahkan beredar di media sosial tentang penculikan anak di Kota Jayapura. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Victor D. Mackbon pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi, tetap tenang dan sikapi dengan waspada. “Anggota kami sudah bergerak di lapangan untuk melakukan penyelidikan tentang […]

  • Diduga Hasil Hugel, Bayi Perempuan Diterlantarkan di Rumah Warga

    Diduga Hasil Hugel, Bayi Perempuan Diterlantarkan di Rumah Warga

    • calendar_month Kam, 15 Sep 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Bayi perempuan ditemukan di depan rumah warga di Jalan Kesehatan Dok II Jayapura Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Kamis (15/9/2022). Polisi masih mencari orang tua bayi tak berdosa tersebut. Kasat Reskrim AKP Handry M. Bawling membenarkan, saat ditemukan bayi dalam kondisi hidup dan sehat sekitar pukul 11.15 WIT. “Bayi itu ditemukan […]

  • Oknum TNI Penjual Amunisi ke KKSB Terancam Hukuman Mati

    Oknum TNI Penjual Amunisi ke KKSB Terancam Hukuman Mati

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Dayanto menegaskan Pratu DAT satu dari tiga anggota TNI yang di duga menjual amunisi kepada pihak KKSB terancam hukuman mati. Kata Kapendam, tindakan yang dilakukan Pratu DAT membuat citra negatif bagi institusi TNI AD Khususnya Kodam XVII/Cenderawasih.  “Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, sesuai UU […]

expand_less