Anouw : Mafud MD Stop Bicara Otsus di Jakarta, Datang dan Dengar Langsung dari Rakyat Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Senin, 5 Okt 2020
- visibility 9.547
- comment 10 komentar
- print Cetak

Sekretaris Fraksi Gabungan Bangun Papua, DPR Papua, Alfred F. Anouw / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Sekretaris Fraksi Gabungan Bangun Papua, DPR Papua, Alfred F. Anouw menyayangkan pernyataan Mentri koordinator Hukum dan HAM, Mahfud Md di beberapa media yang menyatakan bila saat ini 90 persen rakyat Papua tak mempersoalkan Otsus.
Menurut Alfred, apa yang disampaikan oleh Mahfud Md telah melukai dan menyakiti hati rakyat Papua.
“saya sayangkan disini adalah pernyatan beliau yang bukan hanya sebagai seorang mentri tapi juga sebagai salah satu tokoh Nasional dan seorang Negarawan, pernyataan beliau itu sangat menyakiti hati rakyat papua,”Kata Alfred kepada Topik Papua vis telepon selulernya, Minggu (04/10/20) malam.
Dijelaskan Alfred bila sat ini semua orag di Papua sedang membicarakan soal Otonomi Khusus Papua, “ ada yang katakan lanjut, ada yang tolak ada juga yang berteriak Papua Merdeka, dan itu merupakan aspirasi rakyat Papua yang harus di dengar, “Ujarnya.
Diakui Alfred kondisi Papua saat ini tidak seperti yang di dengar oleh pak Mahfud, untuk itu dirinya berharap agar Pemerintah pusat tidak hanya mendengar informasi soal kondisi riil di Papua dari segelintir orang, tapi datang dan lihat serta dengar langsung dari rakyat Papua.
“Saya sarankan kepada Pak Mahfud dan semua petinggi di negara Indonesia agar datang ke papua, duduk dengan masyarakat Papua, dan dengar langsung dari mereka, jangan hanya dengar laporan segelintir orang, “Tukasnya.
Dibeberkan Alfred bila kehadiran negara di Papua untuk langsung melihat dan mendengar aspirasi rakyat Papua sangatlah penting untuk mengambil keputusan terkait Otsus di Papua.
“Jangan hanya bicara di jakarta, mari datang ke papua dan dengar langsung dari rakyat, kalau nantinya ada yang minta Otsus berhenti, atau lanjut atau ada yang minta Merdeka itu kan aspirasi rakyat, dan soal keputusan akhirnya kan jakarta juga yang putuskan, tapi setidaknya kalian datang ke papua dan dengar langsung dari rakyat agar bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan, “Beber Alfred.
Sebelumnya diberitakan di beberapa media nasional, Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan bahwa pemerintah sudah membahas otonomi khusus (otsus) Papua dengan majelis dan para tokoh masyarakat Papua. Mahfud menyimpulkan bahwa 90% lebih masyarakat Papua tidak mempersoalkan otsus.
“Kita sudah komunikasi dengan berbagai pihak juga, sudah membahas pandangan-pandangan dari majelis rakyat Papua dari pada tokoh-tokoh masyarakat. Pada kesimpulannya lebih dari 90% rakyat Papua tidak mempersoalkan otsus,” kata Mahfud dilansir dari detik.com, jumat 2 oktober 2020.
Mahfud menuturkan hanya beberapa orang tertentu yang menolak otsus Papua kemudian melempar ketidaksetujuan itu sampai ke luar negeri yang kemudian kembali dilempar ke Indonesia. Mahfud lantas menyindir hanya orang yang berlarian yang menolak otsus Papua.
“Itu kan yang ngomong ‘hentikan otsus, nggak usah diperpanjang’ hanya orang tertentu saja dan medsos tertentu, lalu dipantulkan ke luar negeri, dikirim lagi ke sini. Tapi kan kita orang Indonesia, jadi kita ke dalam hampir tidak ada yang menolak itu, otsus itu kecuali orang yang lari-lari saja pada umumnya,” kata Mahfud.
Mahfud menegaskan pemerintah tidak memperpanjang otsus Papua. Sebab, otsus Papua sudah berlaku tanpa perlu adanya perpanjangan.
“Kesimpulan pemerintah, nggak ada perpanjangan otsus papua, karena sudah berlaku tanpa diperpanjang. Jadi jangan spekulasi, kami menolak perpanjangan otsus, memang nggak diperpanjang otsus Papua itu. Karena memang sudah berlaku tanpa harus diperpanjang sejak diundangkan,” ucapnya.
Mahfud mengatakan pemerintah hanya akan merevisi undang-undang soal dana otsus Papua. Sebab, dikatakan Mahfud, masa berlaku dana otsus akan berakhir pada 2021.
“Apa yang dilakukan pemerintah terhadap rancangan revisi UU otsus Papua mengakhiri atau memperpanjang UU, tapi merevisi pasal 34 tentang dana otsus. Dana otsus itu sudah habis masa berlaku tahun 2021. Sehingga kalau sekarang nggak direvisi, pasal 34 itu dana nggak ada yang sah secara hukum,” ujar Mahfud. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Jika saudaraku di papua sudah merasa pinter2 kemudian minta merdeka so apa itu namanya ingat saudaraku bagian tubuh yang sudah diamputasi tidak akan pernah mampu mandiri pasti semakin hari smakin hilang eksistensinya raib ditelan masa .ayo brsabar sambil trus berusaha supaya menjadi lebihbaik
7 Oktober 2020 09:49Otsus Papua tidak ada solusi untuk penyelesaian konflik yang selalu berkepanjangan. Otsus Papua membuat dikriminasi, banyak orang papua sudah mulai hidup di pingiran kota, semua tempat diambil pemodal asing, sudah diambil orang non papua di jajaran pemerintahan birograsi maupun legislatif.
7 Oktober 2020 06:44Otsus dilanjutkan dampak buruk bagi masyarakat papua.
lbh baik merdeka drpd milih otsus spt timtim milih merdeka biar miskin yg penting tdk dimanfaatkan,KAYA tanah papua tdk prnh dinikmati oleh rakyat papua,rakyat papua msh keliatan menderita,miskin,kurang gizi dll..hasil bumix kemana??skrg org papua udh cerdas,mrk ingin menentukan nasib sendiri krn mrk tau bhw mrk pasti akan maju dn jaya…
6 Oktober 2020 15:57Masalahnya Merdeka dari SIAPA. Indonesia merebut Irian jaya atau Papua barat dari Belanda bukan dari OAP. Dana dan Nyawa telah dikorbankan. Tidak mungkin sekarang mau dilepaskan. Saya paham anda sbg OAP ingin spt Papua Nugini dll bisa jd penguasa, Presiden , Menteri dll, dan itu sulit dicapai bl ikut Indonesia, karena anda merasa sulit bersaing. Jumlah penduduk yg kurang dari 3 jt orang dengan pendidikan yg minim anda akan sulit menjadi penguasa di Indonesia kecuali di Papua. Tapi sebenarnya itu sdh sangat bagus jd tuan di daerah sendiri dengan OTSUS. Kalau anda cerdas gunakan OTSUS semaksimal mungkin, jangan jadi penonton , usahakam ikut terlibat sehingga bisa mensejahtrakan diri , keluarga dan masarakat. Buat kelompok2 pengawas OTSUS dll, sehingga bisa ikut menikmati kue OTSUS. Masih pengen MERDEKA itu tdk mungkin, karena apapun yg terjadi Indonesia tdk akan memberi. bahkan sampai a ak cucumu nanti. Ingat itu. NKRI akan diperjuangkan sampai mati. Indonesia tdk akan mengulang peristiwa Timor Timur.
7 Oktober 2020 09:05Kalau mau Bicara jangan asal ceplas ceplos bicaranya anda itu mentri bukan kaleng2 ..jd ngomong harus berbasis bukti berdasarkan data mana datanya pa MD coba tunjukan bahwa 99% OAP tidak mempermasalahkan otsus..di tunjukan..jangan asbun kamu..kalau OAP menolak otsus datanya lengkap..95% menolak..dan itu ada datanya…
6 Oktober 2020 14:37Berbahagia dengan keputusan dari pemimpin negara kita ini’ PAPUA adalah satu kesatuan integrasi di NKRI tak bisa dilepaskan’ rakyt PAPUA juga mesti memahami ini’ … RAS malenesia yg di kobarkan VERONIKA cs pada kalian untuk membutakan perbedaan itu’ menuntut pelepasan diri’ suatu kesalahan dan memang ampuh sampai kini bagi VERONIKA cs tetapi harus di ingat’ TIDAK AKAN ABADI dan tetap menjadi duri bagi keputusan salah dimasa depan
6 Oktober 2020 13:25#Papua adlh indonesia#sebagian indonesia adalah papua#NKRI adlh harga mati. org2 papua marilah membaur dan bergandengan tangan dgn masyarakat di luar papua utk membangun papua.
6 Oktober 2020 11:52Hanya karena segelintir OAP yang berkoar- koar dimedsos.tentang OTSUS.abangku datang ke Jakarta audensi dengan para menteri di media elektronik,kaji dimana sisi kekurangan.beri solusi.belajarlah dari TIMOR LESTE.saat ini jadi negara termiskin di dunia.Sanana gusmao.Ramos horta.mari Alkatiri.dan lain- lain.hanya memperkaya diri sendiri.
6 Oktober 2020 10:05Utk saudaraku anggota dpr yg terhormat…papua adalah indonesia..jd maksud pak mahfud ya rakyat indonesia bukan hanya papua saja..dan ingat bila ada daerah yg ingin merdeka itu makar namanya…dulu kita merdeka cuma beberapa org yg deklarasi..toh dunia mengakuinya..jd jgn jdikan alasan bahwa perjanjian indonesia dn belanda itu ga syah atas papua..daripada ribut2 terus hilang waktu..tenaga dan biaya..mending fokus utk kemajuan..bila ada yg kurang mita perbaiki bersama saudaraku….terimakasih..
6 Oktober 2020 07:45Itu jelas mahmud md ,jangan bicara di pusat , pergi ke daerah daerah supaya tau kehidupan Rakyat yg sesungguh nya Bagaimana,
6 Oktober 2020 07:29