Benny Mamoto : TGPF Tidak Gentar Dengan Gangguan KKB
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 10 Okt 2020
- visibility 592
- comment 0 komentar

Ketua Tim TGPF Intan Jaya, Benny J. Mamoto
Jayapura, Topikpapua.com, – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, akan menuntaskan tugasnya, meski salah satu anggotanya telah menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya.
“Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah. Kami sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan pak Bambang Purwoko kemarin,” kata Ketua Tim, Benny J. Mamoto, Sabtu (10/10/20).
Menurutnya selain korban penembakan, tim lainnya masih tetap berada di Sugapa, Intan Jaya, untuk melanjutkan investigasi terkait kejadian September lalu.
“Kita akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang kemarin itu akan dijadwalkan ulang. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan pendeta Yeremias Zambani di Hitadipa hari Jumat,” katanya.
Baca Juga : Dosen UGM Korban Tembak KKB di Evakuasi ke Jakarta
Sementara tim II, yang saat ini berada di Jayapura hari ini juga melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak, termasuk tokoh gereja.
“Mohon doanya agar rencana-rencana selanjutnya berjalan lancar, hingga kami menyelesaikan tugas ini dengan baik” ujar Benny yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Terkait pengamanan tim selama melaksanakan tugasnya di Intan Jaya, Benny menyebut seluruh anggota TGPF yang bertugas diharuskan menggunakan rompi dan helm anti peluru.
“Kami menggunakan rompi dan helm anti peluru karena ini daerah berbahaya. Kita tidak pernah tahu kapan dan dari mana serangan akan datang, dan itu sudah menjadi SOP di daerah konflik seperti ini” ujar Benny.
Baca Juga : Minta Hentikan Aksi Kekerasan, Mandenas Harap TPN OPM Gunakan Ruang Dialog
Pernyataan ini sekaligus menanggapi pihak-pihak tertentu yang menyamakan tim investigasi dengan kombatan.
“Kalau tim ini bagian dari kombatan, buktinya yang tertembak adalah adalah Pak Bambang, anggota TGPF yang adalah warga sipil, dosen dan peneliti dari UGM Yogyakarta” tegas Benny.
Selama berada di Sugapa, Intan Jaya, anggota TGPF dijaga secara ketat untuk menghindari berbagai kemungkinan yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka.
Ia menambahkan pasca kejadian penembakan itu, Tim dibekali pengawalan ketat dari aparat keamanan. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


