Satgas Covid-19 Ungkap Penyebab Tingginya Kasus Kematian di Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 29 Sep 2020
- visibility 2.125
- comment 0 komentar

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Welliam R. Manderi / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Welliam R. Manderi mengaku hinga kini kasus kematian akibat virus corona di Papua terbilang tinggi.
Hingga Selasa 29 September 2020, di laporkan jumlah pasien yang meninggal dunia di papua mencapai angka 91 orang atau 1,5 persen dari jumlah pasien yang positif.
“ Ada beberapa penyebab mengapa penyebaran dan kematian akibat virus corona di Papua saat ini semakin tinggi, pertama karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, “Kata Welliam kepada Redaksi Topik, Selasa (29/09/20) malam.
Berikut, lanjut Welliem, banyak kasus ada warga yang sudah batuk, demam dan memiliki gejala covid namun tidak memeriksakan diri karena menganggap itu hal yang biasa, nanti masuk ke hari ke tujuh, delapan hingga sembilan penyakitnya semakin gawat dan bila terlambat di tangani menyebabkan kematian.
“kedua adalah karena kurangnya giat 3T (Tracing, Test dan Treadmen), “ Jangan lagi kita memberatkan tugas Rumah sakit untuk giat 3T, ada Puskesmas yang harus lebih di karyakan, sehingga para OTG ini bisa segera di amankan agar tidak lagi menyebarkan virus, “Jelasnya.
Menurut Welliam salah satu solusi yang saat ini sedang di jlankan satgas covid-19 papua untuk menekan laju penyebaran dan kematian akibat covid adalah mengoptimalkan peran Puskesmas di daerah.
“Tugas puskesmas bukan saja sebagai tempat berobat, tapi juga sebagai pengawas tempat karantina dan isolasi mandiri warga di sekitar lokasi puskesmas itu, Puskesmas harus menjadi pilar untuk mengawasi OTG di daerahnya masing-masing, ini yang sementara kita lakukan untuk mencegah penyebaran makin meluas, “Bebernya.
Selain itu, Welliam mengaku kendala lain yang di hadapi pihaknya dalam memerangi virus corona di Papua adalah kurangnya fasilitas peralatan.
“Misalkan PCR, itu harus ada di setiap kabupaten yang sudah masuk katagori daerah merah, daerah apisentrum penyebaran, sehingga mempercepat proses untuk mengetahui status para pasien, agar bisa cepat pula di lakukan pengobatan dan tracing kepada orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut, “Jelasnya.
Namun apapun itu, menurut Welliam yang terpenting saat ini adalah kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan.
“Kita mau berjuang sampai titik darah penghabisan juga, mau habiskan anggaran hingga milyaran rupiah juga, kalau masyarakat tidak patuh pada protokol kesehatan ya sama saja…, kuncinya hanya satu.., disiplin jalankan protokol kesehatan agar kita terhindar dari virus corona, “Pungkasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


