Palang SLTP N 1 Sentani Dibuka, Murid : Terima Kasih Pak Jokowi
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 5 Sep 2022
- visibility 113
- comment 0 komentar

Nelson Yosua Ondi mewakili pemilik hak ulayat saat menyerahkan kunci kepada pihak sekolah/ist
Sentani, Topikpapua.com, – Pemandangan tak biasa terlihat saat upacara kenaikan bendera Merah Putih di lapangan upacara SMPN Negeri 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (5/9/2022).
Bisa dikatakan upacara kenaikan bendera Merah Putih hari Senin kali ini, merupakan momen berharga bagi seluruh para siswa, dewan guru serta staf usaha.
Bagaimana tidak. Setelah hampir 9 bulan tidak menempati sekolah karena pemalangan yang dilakukan pemilik hak ulayat. Akhirnya, para siswa dan guru yang selama ini menumpang di beberapa sekolah lain bisa kembali menikmati gedung sekolahnya untuk kembali belajar setelah Presiden Joko Widodo membantu pembayaran uang sewa gedung sebesar Rp 3,5 miliar.
Yang spesialnya lagi dalam upacara tersebut, Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring menjadi inpekstur upacara, dan dihadiri Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Richard Sagari. Upacara itu juga diikuti Komite Sekolah dan sejumlah orang tua siswa.
Usai upacara, dilanjutkan penyerahan kunci gembok pagar sekolah dari pemilik hak ulayat kepada dewan pengurus sekolah.
Mengekpresikan rasa bahagia, seluruh dewan guru dan juga murid sontak melantunkan yel-yel sebagai ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang udah membantu membayar uang sewa gedung sekolah tersebut.
Kapolres Jayapura, AKBP Frederikus Macklariboen selaku penanggung jawab keamanan bersyukur persoalan ini bisa dituntaskan. Ia pun menyebut ini adalah tanggung jawab jawab bersama. Apalagi, sambung dia, persoalan SMPN 1 Sentani ini menjadi atensi Presiden Jokowi pasca ditemui para orang tua siswa saat lawatannnya di Kabupaten Jayapura, belum lama ini.
“Jadi, kami langsung bergerak cepat untuk melakukan koordinasi dengan pemilik ulayat. Dan kami bersyukur mendapat respon yang baik sehingga hari ini seluruh siswa dapat kembali ke sekolahnya seperti sedia kala,” ungkapnya.
Frederikus tak menampik, aksi pemalangan SMP Negeri 1 Sentani ini sontak menjadi tamparan keras bagi bangsa Indonesia di mata dunia. Pasalnya, di perkembangan global saat ini, namun masih ada persoalan pendidikan yang tidak bisa diatasi oleh pemerintah daerah
“Indonesia menjadi tuan rumah G20 tetapi masih ada anak-anak sekolah tidak bisa mendapatkan tempat yang layak untuk bersekolah karena masih numpang. Dan ini adalah tamparan bagi bangsa Indonesia” ungkapnya.
Nelson Yosua Ondi mewakili pemilik hak ulayat yang turut hadir dalam upacara tersebut menyampaikan terima kasih kepada Mendagri dan Menteri Investasi, karena sudah ikut membantu penyelesaian sewa tanah.
“Ini menjadi pukulan telak bagi Pemkab Jayapura yang tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan ini,” sebutnya.
Menurut Nelson, terkait persoalan hak ulayat, Pemda setempat kerap membuat kebijakan berujung konflik horizontal antara masyarakat adat.
“Jadi sekarang status tanah ini berada di bawah naungan TNI-Polri dan tidak ada lagi sangkut pautnya dengan pemda,” tegasnya.
Pihaknya juga meminta Pemkab Jayaoura segera memperjelas status bangunan baru dari SMP Negeri 1 yang telah rampung, namun hingga kini tidak difungsikan.
“Ya, itu yang harus diperjelas sehingga tidak ada persoalan lagi di masa mendatang,” pintanya.
Melihat anak-anak SMPN 1 Sentani bisa belajar di gedung sekolahnya lagi. Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring pun turut bahagia.
“Kita tahu bahwa perjuangan untuk kembali ke sekolah ini bukan perkara mudah. Karena untuk dapat jawabannya para siswa dan orang tua harus berjuang menemui Bapak Presiden. Tapi hari ini kita bersyukur anak-anak dan guru bisa kembali belajar di sini,” tandas Danrem.
Wakasek Bidang Mutu SMPN 1 Sentani, Riyanto menambahkan jumlah siswa ada 832 orang dengan jumlah guru 56 orang.
“Ya hari ini tidak belajar dulu, kita kerja bakti karena sudah hampir 9 bulan kan sekolah ini tidak ada aktifitas. Besok kita akan mulai belajar,” bebernya.(Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




