Bupati Pegubin Sebut Pernyataan Natalius Pigai Provokatif, Rasialis dan Politis
- account_circle topik papua
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2020
- visibility 11.310
- comment 8 komentar
- print Cetak

Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka/Ist
Jayapura, Topikpapua.com – Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, menyesalkan pernyataan Mantan Anggota Komnas HAM Natalius Pigai, terkait kritikannya terhadap kelulusan CPNS dan jumlah pejabat OAP di Pegunungan Bintang.
Kepada Redaksi Topik, Sabtu (01/08/20), Contans tegas menyatakan pernyataan Natalius Pigai sangat bertendensi politis, provokatif dan rasialis.
“Itu pernyataan yang menyesatkan, sarat kepentingan, bertendensi politis, rasialis dan provokatif. Saya sangat menyesalkan ada seorang tokoh, menyampaikan statement tanpa dilandasi data dan fakta,” kata Constant.
Seperti pernyataan yang menyebut hanya 4 pejabat OAP dari 22 pejabat di Pegunungan Bintang. Kata Bupati, itu tidak benar, sebab saat ini terdapat 12 orang OAP yang duduk sebagai pejabat fungsional di pemerintahan yang dipimpinnya.
“Saya pikir, beliau itu seorang tokoh Nasional, kalau memang saudara punya keperdulian terhadap kami, maka jangan hanya komentar dari Jakarta, silahkan datang, agar bisa diskusi dengan kami di Pegunungan Bintang,” kata Kata Bupati.
Demikian juga terkait dengan kelulusan CPNS Formasi 2018. Dalam pernyataannya disebutkan 85 persen kelulusan didominasi Non OAP. Hal itupun, kata Bupati , tidak benar.
“Saya tegaskan lagi bahwa itu tidak benar. Sebab kami sudah maksimalkan sebagaimana aturan. Ini kan pernyataan sangat provokatif dan rasialis, ” tegas Contans kesal.
Bupati kembali menegaskan, Pemerintah berkerja sesuai aturan sebagaimana yang diarahkan pusat, tanpa ada kepentingan, dan itu dapat dibuktikan.
Sehingga, Bupati menyarankan kepada Natalius Pigai, agar menyampaikan sesuatu sesuai data dan fakta. Tanpa harus dilandasi kepentingan tertentu, apalagi diindikasikan dengan kepentingan politik yang menuju pada pelaksanaan Pilkada nanti.
“ Sebelum komentar, Ya konfirmasilah di kami sebagai pemerintah,” tandas Bupati.
Untuk diketahui, Natalius Pigai dalam cuitannya di akun twitter, meminta Mendagri dan Parpol besar untuk memberikan attensi kepada Kabupaten Pegunungan Bintang.
“CPNS hari ini 85% non asli. Tapi bupatinya sedang gerilya untuk maju lawan kotak kosong. Saya minta atensi Mendagri (Tito) & Partai-partau di Jakarta. Kantor BKD hari ini dihancurkan!,” tulis Pigai.
Selain itu, Pigai juga menyebut “Potret otsus gagal: (Kabupaten) Pegunungan Bintang Papua, dari 22, Putra Asli hanya 4 orang Kepala Dinas, sedangkan 18 orang non asli Non Asli,” tulis Pigai sembari menyematkan foto yang diduga diambil dari salah satu ruangan BKD kabupaten Pegunungan Bintang yang dirusak massa. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Trus kenapa Ada Aksi Demo Protes Hasil CPNS Pak Bupati Pegunungan Bintang ?
7 Agustus 2020 15:38Bupati mau membenarkan diri sedangkan semua orang lihat pegunungan Bintang hancurkan kantor BKD karena kecewa dengan hasil kelulusan CPNS..
2 Agustus 2020 16:44Ya tap NP itu kayak malaikat org lain ga ada benernya..yg bener cm Np..
2 Agustus 2020 15:36Itu org wakil Cendana..ga ada benernya..dia sudah berbuat apa thd Papua..yg ada dia cuma cari duwit jualan Papua lewat comen dan kepentingan individu..
2 Agustus 2020 15:32Orang bisanya hanya ngomong doang.itu, jangan didengar.
2 Agustus 2020 08:55ingin memajukan daerah tdk harus jd pns atau pejabat knp tdk ingin jd pengusaha ?… knp yg d ributkan cm itu2 saja apakah tdk lbh baik yg punya ilmu terapkan daerah masing2 bukankah lulusan universitas berbagai disiplin ilmu ckp banyk dan generasi muda fokus pada pendidikanya setelah lulus kembali ke daerah dan bersatu mengelola kekayaan yg ada bukankah dsana tanah subur laut luas pantainya indah ikan banyak …apakah mampu membangun sendirian sekalipun kaya sumber alam…aku rasa negara majupun butuh bangsa dan negara lain untuk membangun jd knp sll meributkan pnduduk asli pendatang ..lbh baik hidup damai berdampingn demi kemajuan s
2 Agustus 2020 10:50Banyak hal di Kabupaten Pegunungan Bintang selama 5 tahun mengalami Kemunduran. Belum ada perubahan dan perkembangan pembangunan yang siknifikan. Maka kalau di kritik seperti kritikan saudara NP tidak dilihat sebagai upaya melemahkan tetapi Bupati layak evaluasi diri.
2 Agustus 2020 06:46Ya tap NP itu kayak malaikat org lain ga ada benernya..yg bener cm Np..
2 Agustus 2020 15:35