Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Ini Isi Petisi Tim 150 An Terhadap 7 Terdakwa Kasus Rusuh Papua

Ini Isi Petisi Tim 150 An Terhadap 7 Terdakwa Kasus Rusuh Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sel, 9 Jun 2020
  • visibility 793
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com – ‘Menyesalkan penegakan hukum dan HAM di Tanah Papua yang masih diskriminatif terhadap korban dibandingkan dengan pelaku Rasisme Tri Susanti yang hanya dihukum 9 bulan penjara.

Menyatakan Protes Keras atas tuntutan hukuman Makar yang tidak sesuai dengan fakta persidangan bagi korban ujaran rasisme Terdakwa Buctar Tabun dan kawan-kawan,

Meminta Presiden RI membebaskan Terdakwa Buctar Tabuni dan seluruh Tahanan Politik Papua yang nota bene sebagai korban rasisme berdasarkan kewenangan Presiden yang diatur dalam Peraturan Perundangan yang berlaku,

Mendesak DPR RI, DPD RI, DPR Papua segera membentuk Panitia Khusus Ujaran Rasisme

Demikian isi petisi Tim 150 An Papua, yang di promotori Pieter Ell sebagai Koordinator dan Paskalis Kossay selaku Sekrertaris.

Terkait dengan Petisi ini, Pieter Ell mengatakan latar belakang hadirnya gerakan petisi tersebut terkait  tuntutan hukuman terhadap 7 terdakwa kerusuhan Papua di PN Balikpapan, yang begitu fantastik.

“Jadi kami ada sekitar 150 orang dengan berbagai latar belakang profesi satu hati menyatakan petisi kepada pemerintah pusat,” kata Pieter Ell kepada Pers, Senin (08/06/20).

Menyoal tentang tingginya tuntutan hukum tersebut, Pieter Ell menyebut proses tersebut harus di hargai, karena dalam penuntutnan apalagi kasus yang menjadi sorotan public seperti makar ada tahapannya. 

“ Ada tiga tahapan yang kesemuanya harus di koordinasikan dengan Kejagung, sehingga saya pikir Kejaksanaan Papua hanya jalankan perintah dari Kejagung, dan semua proses ini ketat. Itu sudah biasa, pasti kejagung yang akan menentukan,” jelasnya.

Pieter Ell sendiri mengaku bukanlah kuasa hukum yang menangani perkara 7 terdakwa tersebut, namun dari hasil komunikasi dengan rekan pengaca, ternyata banyak fakta persidangan yang tidak sesuai dengan kualifikasi daripada fakta itu sendiri.

“ Dan  ancaman hukum yang dituntut sangat fantastic, sehingga inilah yang mengherankan,” kata Pieter yang juga berharap dukungan dengan satu hati satu pikiran untuk memberikan perlindungan hukum dan hak-hak terdakwa secara benar menurut hukum.

Terkait dengan pasal makar sendiri, Pieter Ell menjelaskan pasal 106-110 KUHP mengatur tentang makar. Selama 20 tahun setelah revormasi, pasal-pasal inilah yang digunakan membungkam aktifis yang menyuarakan aspirasi dari masyarakat Papua soal ketidakadilan, kesenjangan dan pelanggaran HAM dan lainnya.

“Jadi itu pasal keramat yang selama ini digunakan untuk bungkam aspirasi di masyarakat,” katanya.

Lanjutnya, selama ini proses hukum terhadap pelaku yang dibelenggu dengan pasal makar tersebut, tidak berujung pada penyelesaian soal.

Artinya, kata Pieter, akar persoalannya adalah soal penyelesaian pelanggaran HAM Papua yang selama ini baru diselesaikan 1 kasus saja, yakni kasus Abepura.

Padahal sebelum tahun 2000 ada banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi sejak integrasi Papua ke NKRI, demikian juga setelah revormasi seperti kasus Paniai berdarah.  

“Nah ketika ada aspirasi yang menyuaran untuk penyelesaian HAM maka dibungkamlah dengan pasal Makar, inilah seperti yang terjadi terhadap 7 tahanan ini, yang saat itu mereka menyuarakan itu mereka sebagai korban malah belakangan menjadi pelaku,” jelasnya menambahkan hal inilah yang menjadi salah satu factor 150 An Papua mendorong pentisi tersebut kepada pemerintah pusat.

Sehingga, dengan adanya kasus 7 tahanan Papua ini, lanjut Pieter, menjadi momentum, bagaimana pemerintah pusat untuk tidak melihat persoalan Papua dengan sebelah mata.

Bahwa, UU Otsus pasal 45-47  jelas tentang penyelesaikan pelanggaran HAM, maka buatlah peradilan hukum HAM di Papua, atau komisi kebenaran dan rekonsiliasi untuk selesaikan kasus yang terjadi di Papua.

“Jadi semua ini ada saluran yang bisa menyelesaikan, tak hanya dengan pasal makar saja, karena itu bukan jaminan. Satu masalah selesai maka akan timbul masalah lain. Sehingga saya kembali mengusulkan kepada pemerintah pusat bentuklah badan-badan itu untuk selesaikan persoalan yang muncul di Tanah Papua,” Pungkas nya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Kesehatan Anak, Karyawan PTFI Gelar Edukasi di Kampung Pesisir Mimika Timur Jauh

    Peduli Kesehatan Anak, Karyawan PTFI Gelar Edukasi di Kampung Pesisir Mimika Timur Jauh

    • calendar_month Sel, 30 Apr 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Timika, Topikpapua.com, – Karyawan muda dari Divisi Community Affairs (CA) PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan edukasi kesehatan dan kebersihan, serta berbagi motivasi kepada anak-anak sekolah di kampung Fanamo, Omawita dan Otakwa, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, 16-18 April 2024. “Ketiga kampung tersebut berada di wilayah Mimika Timur Jauh. Kami menempuh perjalanan menggunakan kapal motor selama […]

  • Jelang Pemilu 2019, Dewan Pers Minta Masyarakat Bantu Kinerja Jurnalis di Papua

    Jelang Pemilu 2019, Dewan Pers Minta Masyarakat Bantu Kinerja Jurnalis di Papua

    • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua bidang hukum dan perundang undangan Dewan Pers Indonesia, Jimmy Silalahi, mengharapkan masyarakat di Papua dapat membantu jurnalis dalam melaksanakan tugas nya sebagai control sosial dalam memberitakan Pemilu 2019. “ Kami berharap kepada masyarakat, tolong juga membantu kerja jurnalis, agar para jurnalis bisa juga mengabdi kepada masyarakat dengan maksimal. Tolong di bantu […]

  • Semarak Puncak Honda Bikers Day 2025, Puluhan Ribu Bikers akan Kunjungi Garut

    Semarak Puncak Honda Bikers Day 2025, Puluhan Ribu Bikers akan Kunjungi Garut

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Garut, Topikpapua.com, – Semangat persaudaraan para bikers Honda menggema pada rangkaian gelaran Honda Bikers Day (HBD) 2025 yang telah berlangsung meriah di tiga pulau besar Indonesia. Sebanyak 11.909 bikers dari berbagai komunitas dan penjuru wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi telah berkumpul, menyambut pesta persaudaraan bikers terbesar di Tanah Air, sebelum menuju puncak perayaan HBD pada […]

  • Astra Motor Papua Bersinergi dengan Polda Papua Barat Bagikan Helm untuk Keselamatan Berkendara

    Astra Motor Papua Bersinergi dengan Polda Papua Barat Bagikan Helm untuk Keselamatan Berkendara

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Astra Motor Papua selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Papua & Papua Barat bersinergi dengan Kepolisian Daerah Papua Barat memberikan edukasi safety riding langsung di jalan. Kegiatan ini diwujudkan pembagian helm, di jalanan, Rabu (2/11/2022). Pada kegiatan ini setidaknya 10 helm dibagikan kepada pengguna jalan, yang tidak menggunakan helm. Selain helm […]

  • Sembilan Korban Ricuh Wamena Akan Dikuburkan Secara Massal

    Sembilan Korban Ricuh Wamena Akan Dikuburkan Secara Massal

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Wamena, Topikpapua.com – Sembilan korban tewas akibat kericuhan yang terjadi di Kelurahan Sinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Kamis 23/2/2023 rencananya akan di kuburkan secara massal pada hari Sabtu 25/2/2023 di pemakaman umum Sinakma Wamena. Kesepakaran tersebut diambil saat rapat bersama antara Pemerintah Jayawijaya, Pemerintah Lanny jaya bersama TNI/Polrì dan Toko Agama dan Pemuda di […]

  • Transformasi Layanan ke Pelanggan Bawa PLN Cetak Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah   

    Transformasi Layanan ke Pelanggan Bawa PLN Cetak Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah  

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Transformasi layanan melalui PLN Mobile dan Yantek Optimization tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja PLN Jakarta, Topikpapua.com, – Transformasi PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan terbukti mampu meningkatkan kinerja perseroan. Perubahan proses bisnis seiring perkembangan teknologi melalui PLN Mobile, Yantek Optimization dan Virtual Command Center (VCC) tidak hanya berhasil […]

expand_less