Percepat Hasil Test Covid-19, Dinkes Papua Datangkan 5 Unit Alat PCR
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 1 Mei 2020
- visibility 1.173
- comment 0 komentar

Gambar PCR, alat untuk mendeteksi Covid-19 / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Dinas kesehatan Provinsi Papua akan mendatangkan lima unit alat PCR (Polymerase Chain Reaction ) untuk mempercepat proses pemeriksaan sampel swab pasien Covid-19 di Papua.
Kepala dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Robby Kayame, SKM, M.Kes mengatakan Lima unit PCR tersebut nantinya akan di tempatkan di lima Rumah sakit Rujukan Covid-19 yang telah di tunjuk oleh pemerintah Papua.
“Kita akan tambah lagi 5 unit PCR di Papua untuk percepat proses pemeriksaan Covid, nanti kita tempatkan di 5 kabupaten yang ada Rumah sakit rujukan di Papua, sesuai dengan wilayah adat, “Kata Kayame kepada Pers, Kamis (30/04/20) malam.
Dijelaskan Kayame, 5 Rumah sakit yang akan menerima PCR adalah, Rumah sakit umum di Kabupaten Merauke, Rumah Sakit Umum di Kabupaten Mimika, RSU Kabupaten Nabire, RSU Kabupaten Biak Numfor dan di Jayapura.
“ Dengan tambahan 5 PCR ini harapan kami sampel swab dari tiap kabupaten tidak lagi dikirim ke Jayapura, tapi bisa langsung di periksa di kabupaten, sehingga hasilnya bisa cepat juga di ketahui, “Katanya.
Kayame juga mengaku bila pihaknya ingin mendatangkan 29 PCR agar bisa di tempatkan di semua kabupaten kota yang ada di Papua, namun masih terkendala tenaga ahli dan penanganan limbah.
“ Kita mau di semua kabupaten kota di Papua ini punya PCR, namun kami terkendala tenaga ahli, karena untuk mengoperasikan PCR di perlukan keahlian khusus, berikut masalah penanganan limbahnya juga harus hati-hati, “Papar Kayame.
Dirinya mengaku saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tenaga ahli di lima rumah sakit yang akan menerima PCR, sehingga di harapkan dalam waktu tak lama lagi PCR tersebut sudah bisa dioperasikan.
“Saat ini alatnya sudah ada ya.., sisa di aktifasi, kita tinggal menyiapkan SDM nya, menyiapkan pembuangan limbahnya, dan yang lainnya, On the job training, “ Pungkas Kayame.
Apa itu PCR…??
PCR atau polymerase chain reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.
Material genetik yang ada di dalam setiap sel, termasuk di dalam bakteri atau virus, bisa berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). Kedua jenis materi genetik ini dibedakan dari jumlah rantai yang ada di dalamnya.
DNA merupakan material genetik dengan rantai ganda, sedangkan RNA merupakan material genetik dengan rantai tunggal. DNA dan RNA setiap spesies makhluk hidup membawa informasi genetik yang unik.
Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi oleh PCR melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan. Nah, dengan adanya PCR, keberadaan material genetik dari beberapa jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus akan bisa dideteksi dan akhirnya bisa membantu diagnosis untuk penyakit tersebut.
Selain untuk mendiagnosis sejumlah penyakit di atas, tes PCR juga digunakan untuk mendeteksiVirus corona penyebab COVID-19. COVID-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang lebih sering disebut virus Corona. Virus Corona penyebab COVID-19 ini merupakan jenis virus RNA.
Tes PCR untuk Mendiagnosis COVID-19
Prosedur pemeriksaan diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), atau paru-paru pasien yang diduga terinfeksi virus Corona.
Pengambilan sampel dahak ini dilakukan dengan metode swab, yang prosedurnya memakan waktu sekitar 15 detik dan tidak menimbulkan rasa sakit. Selanjutnya, sampel dahak akan diteliti di laboratorium.
Nah, karena virus Corona penyebab COVID-19 merupakan virus RNA, deteksi virus ini dengan tes PCR akan diawali dengan proses konversi (perubahan) RNA yang ditemukan di sampel menjadi DNA.
Proses mengubah RNA virus menjadi DNA dilakukan dengan enzim reverse-transcriptase, sehingga teknik pemeriksaan virus RNA dengan mengubahnya dulu menjadi DNA dan mendeteksinya dengan PCR disebut reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR).
Setelah RNA diubah menjadi DNA, barulah alat PCR akan melakukan amplifikasi atau perbanyakan materi genetik ini sehingga bisa terdeteksi. Jika mesin PCR mendeteksi RNA virus Corona di sampel dahak atau lendir yang diperiksa, maka hasilnya dikatakan positif. (RT/aladokter.com)
- Penulis: topik papua




