Lima Hari Paska Ricuh di Yalimo, Polisi Temukan Warga Sipil Tewas dengan 6 Luka Panah
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 21 Sep 2025
- visibility 710
- comment 0 komentar

Elelim, Topikpapua.com, – Seorang warga sipil atas nama Nasir Daeng Mappa (44) ditemukan tewas mengenaskan dengan 6 Luka Panah di bagian leher, kepala dan badan. Nasir ditemukan oleh aparat setelah melakukan penyisiran paska-aksi ricuh warga di kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Selasa 16 September 2025.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito mengaku Jenazah Nasir ditemukan pada hari Sabtu 20 September 2025 atau lima hari setelah dilaporkan hilang saat pembakaran camp PT Paesa di Kampung Wara Distrik Elelim.
” Jenazah almarhum Nasir ditemukan tim di belakang capm PT Paesa yang sudah hangus terbakar, tepatnya di dalam belukar dekat sungai,” ungkap Kombes Cahyo, Minggu (21/9/2025).

Menurut Kombes Cahyo, Setelah ditemukan, tim langsung melakukan olah TKP dan mengevaluasi jenaza dari area Camp PT Paesa menuju RSUD Erdabi di Distrik Elelim.
” Setelah dibersihkan di RSUD Erdabi di Elelim, jenazah kemudian kita bawa ke Wamena menggunakan jalan darat dan kemudian akan diterbangkan ke Jayapura untuk selanjutnya diterbangkan lagi ke kampung halamannya di Makassar,” jelas Kombes Cahyo.
Ditambahkan Kombes Cahyo, Dari hasil olah TKP diketahui jenazah Nasir ditemukan dalam posisi terlentang menggunakan baju kaos dan celana pendek berwarna hitam.
” Saat ditemukan didapati korban sudah tak bernyawa dengan 6 panah yang masih menancap, diantaranya satu panah pada bagian dada kiri atas, tiga Panah pada bagian leher samping kiri, satu panah pada bagian bahu kiri dan satu panah pada bagian kepala belakang,” beber Cahyo.

Kericuhan di Distrik Elelim, Yalimo terjadi pada Selasa 16 September 2025. Kericuhan dipicuh dari perdebatan dua siswa disalah satu SLTA, diduga ada ungkapan rasis oleh salah satu siswa yang memicu siswa lainnya marah.
Kericuhan meluas saat warga mendengar informasi tersebut, massa lalu membakar rumah kios milik siswa yang diduga mengucapkan kata rasis, bahkan aksi ini meluas hingga mengakibatkan ratusan warga pendatang memilih mengungsi.
Data dari Polda Papua, sedikitnya 800 warga dilaporkan mengungsi, baik ke pos keamanan terdekat maupun memilih keluar dari Distrik Yalimo dengan tujuan kota Wamena dan Kabupaten Jayapura.
Akibat kericuhan ini juga dilaporkan puluhan bangunan dan kendaraan bermotor ludes dibakar massa, puluhan warga dan aparat keamanan terluka dan dua warga sipil meninggal dunia. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




