BTM Larang Pedagang Keliling Asal Pasar Sentani Masuk Kota Jayapura
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 1 Mei 2020
- visibility 2.422
- comment 0 komentar

Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano (BTM) melarang penjual sayur dan ikan keliling yang berasal dari pasar sentani untuk berjualan di kota Jayapura.
Menurut BTM, langkah tersebut diambil guna mencegah penyebaran covid-19 dari wilayah pasar sentani ke dalam kota jayapura, Pasalnya wilayah pasar Sentani merupakan zona merah di Kabupaten Jayapura.
“ Saya dapat informasi para penjual keliling asal Pasar sentani ada yang datang jualan di kota jayapura, karena ijin berjualan mereka hanya sampai jam 2 siang. Saya larang mereka masuk kota Jayapura karena pasar sentani itukan masuk Zona merah, “Kata BTM kepada Redaksi Topik, Jumat (01/05/20).
Untuk itu, BTM mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mengawasi batas kota, “saya ajak mari kita sama sama atasi masalah ini, saya sudah minta kadistrik heram dan lurah waena mengawasi pergerakan orang masuk di wilayah batas kota, “Papar BTM.
Sementara itu terkait adanya temuan 5 pedagang sayur keliling di kota jayapura yang terindikasi terpapar covid-19 setelah menjalani test rapid pada hari kamis kemaren, BTM mengaku pihaknya telah mengambil langkah untuk mengisolasi ke lima pedagang tersebut.
“Kepada 5 penjual sayur yang kemaren hasil rapid nya positif, saya minta koordinatornya untuk awasi, segera lakukan isolasi mandiri, harus kuat, jangan berkecil hati, kami akan tanggani dengan baik, “Tukas BTM.
Lanjut BTM, nantinya kelima pedagang sayur tersebut akan di periksa lagi sampel swabnya dengan metode PCR.
“ Bagi penjual sayur yang lain silahkan beraktivitas, dan yang isolasi mandiri akan dilayani pelayanan kesehatan, kami juga akan diberikan bahan makanan selama isolasi, “Jelasnya.
Sebelumnya di laporkan pemkot Jayapura telah melakukan test rapid massal terhadap 405 orang pedagang sayur keliling di kota Jayapura.
Dari hasil test rapid tersebut di temukan 5 pedagang sayur yang positif rapid. Test rapifd masal akan di lanjutkan juga untuk pedagang ikan keliling, tukang ojek, sopir taksi dan pedagang di beberapa pasar yang ada di kota Jayapura.
“ Semua tetap akan diakomodir, tergantung dari ketersediaan alat. Karena saat ini kita ada 2800 alat Rapid test, tadi kita sudah gunakan 405 untuk Pedagang Sayur ditambah dengan 50 petugas Dukcapil. Semua akan kita periksan,”kata ketua gugus tugas Covid-19 kota Jayapura, Rustan Sarru, Kamis, (30/04/20). (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




