Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Gubernur Papua : Tidak ada Lockdown, Hanya Pembatasan Sosial

Gubernur Papua : Tidak ada Lockdown, Hanya Pembatasan Sosial

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
  • visibility 13.484
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Papua, Lukas Enembe menegaskan bila pemerintah daerah Papua tidak akan melakukan Lockdown terkait pencegahan penyebaran virus corona di Papua.

Hal tersebut di tegaskan Gubernur Enembe usai menggelar rapat bersama  Forkompinda dan Kepala Daerah yang di gelar di Gedung Negara, Selasa (24/03/20) petang.

“Tidak ada lock down, hanya pembatasan sosial ya.., kita perlu memblokir Lapago, Mepago dan Anima karena rawan, “ Kata Gubernur kepada Pers.

Dijelaskan Lukas bila Pembatasan sosial yang di maksud adalah melarang untuk sementara waktu orang masuk ke Papua, baik lewat jalur udara maupun laut.

“ Untuk transportasi barang boleh masuk, manusia yang tidak boleh masuk, “ Kata Gubernur.

Gubernur mengatakan pembatasan Sosial di Papua akan mulai berlaku sejak hari Kamis, 26 Maret 2020 hingga tanggal 9 april 2020 atau selama 14 hari.

“ Peraturan ini mulai berlaku hari kamishingga 14 hari kedepan, nanti setelah itu kita lihat perkembangannya, “ kata Enembe.

Diakui Gubernur Lukas bila langkah ini terpaksa diambil pemerintah Papua mengingat sudah di temukannya dua pasien yang positif Covid-19.

“ Langkah ini kami ambil karena sudah ada yang positif di Papua,  kemaren itu kan belum positif, sekarang sudah ada dua orang yang positif maka kita ambil langkah ini, “ Jelas Lukas Enembe.

Hingga saat ini Status Papua terkait Pendemi Covid-19 masih siaga darurat. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (6)

  • Bams

    Yang dari papua bisa keluar tdak pak??

    Balas25 Maret 2020 13:39
  • Johny Aninam

    Apresiasi luar biasa atas kebijakan yg telah di yempuh Bp Gubernur Papua untuk melindungi Rakyat Papua. Tuhan memberkati Bp Gubernur dan Kitorang Semua.

    Balas24 Maret 2020 20:34
  • Johny Aninam

    Produk dari luar harus steril. Karena kalau tidak steril maka sia² lah upaya yg dilakukan Pemprov Papua.

    Balas24 Maret 2020 20:32
  • MH

    Apresiasi untuk Pemda Papua yg bergerak cepat setelah ada yang positif Copid. Pemda Papua belajar dari negara singapura, Korea Selatan, malaysia yg sigap melihat keadaan.
    Saat ini tdk usah mikir ekonomi, nyawa lebih mahal.
    Ternyata Provinsi Paling Timur ini lebih sigap Prov lain. Sukses

    Balas24 Maret 2020 20:15
  • Hammond

    produk2 yg masuk dari luar harus di sterilisasi dengan ketat sesuai dengan standart prosedur kesehatan/WHO .. sehingga aman dan steril untuk masyarakat..bila tidak ..usaha pencegahan dan pembatasan sosial akan menjadi sia sia.

    Balas24 Maret 2020 18:52
  • Tanti

    Lanjutkan pak. Lbh baik ekonomi mandeg sementara drpd keselamatan masyarakat terancam tak terkendali.

    Balas24 Maret 2020 18:24

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less