Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OLAH RAGA » Tak Mau Melanggar Statuta FIFA, Putri Persipura Ancam Laporkan PSSI ke CAS

Tak Mau Melanggar Statuta FIFA, Putri Persipura Ancam Laporkan PSSI ke CAS

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 9 Des 2019
  • visibility 4.291
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Tim Persipura Putri mengaku siap melaporkan PSSI ke badan abitrase internasional terkait keputusan PSSI yang dianggap melanggar Regulasi dan statuta FIFA pada laga semifinal leg kedua antara Persipura versus PS TIRAKABO yang di gelar di lapangan Cenderawasih, Kabupaten Biak, 7 Desember lalu.

Sekretaris Tim Persipura Jayapura, Rocky Bebena kepada pers, Senin (09/12/19) di jayapura mengungkapkan bila pihaknya sudah menyurat kepada PSSI untuk segera memutuskan bahwa tim yang berhak lolos ke babak Final liga 1 putri Indonesia adalah tim Persipura Putri.

” Kami sudah menyurat kepada PSSI terkait masalah ini, dan dari semua poin yang kami tuangkan dalam surat, kami minta agar PSSI tidak melanggar Regulasi dan statuta FIFA dan segera memutuskan tim Persipura putri yang lolos ke babak Final, ” Ungkap Rocky.

dijelaskan Rocky bila permasalahan ini bermula ketika pertandingan babak semifinal leg kedua antara Persipura vs PS TIRA di gelar di lapangan Cenderawasih, kabupaten Biak. saat itu pertandingan berakhir dengan scor 1-2 untuk keunggulan PS TIRA.

Usai pertandingan, pengawas pertandingan memutuskan untuk  melaksanakan adu penalti untuk menentukan siapa yang lolos ke babak Final, putusan Hal tersebut lalu di tolak tim Persipura Putri. Manejer Persipura putri menganggap pertandingan sudah selesai dan di menangkan oleh Persipura.

” Leg Pertama pada tanggal 1 Desember lalu kita menang 5-4 dan di leg kedua PS TIRA menang 1-2, nah kalau kita hitung agregat nya memang 6-6, namun kita unggul gol away, lalu mengapa PSSI memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dengan adu penalti, ” Jelas Rocky.

Rocky juga menjelaskan bila PSSI memang telah mengeluarkan surat kepada 4 tim yang lolos ke semifinal, namun menurut Rocky isi surat yang di terbitkan tertanggal 04 Desember 2019 tersebut sangat janggal dan melanggar Regulasi serta Statuta FIFA.

”  Pertanyaan nya mengapa surat ini terbit saat leg kedua mau di gelar (4 Desember), kenapa tidak sebelum leg pertama, itu yang pertama.., yang kedua isi surat tersebut sangatlah janggal dan menurut saya sudah melanggar Regulasi dan statuta FIFA, ” Jelas Rocky sambil menunjukkan isi surat yang di tandatangani oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

Surat dari PSSI yang menjadi polemik di laga semifinal leg kedua antara Persipura vs PS TIRA / ist

Atas alasan tersebutlah Tim Persipura Putri akhirnya menolak untuk melanjutkan adu Penalti, ” kami menolak karena ini sebuah keputusan yang diluar statuta atau regulasi FIFA AFC maupun PSSI yang hanya mengatur aturan yang dikeluarkan oleh FIFA. Jadi saya pun sepanjang mengurus sepak bola baru menemukan hal ini, ” Ungkap Rocky.

Diakui Rocky, bila Persipura saat ini sudah menyurat ke PSSI untuk segera memutuskan Persipura yang lolos ke babak Final, karena menurutnya dalam pasal 9 itu hanya mengatur durasi pertandingan, sedangkan di pasal 10 itu tentang jika dalam satu pertandingan ada dua tim yang memiliki nilai yang sama maka untuk menetukan peringkat disitu akan dilihat dari selisih gol, ”  Setelah hitung-hitungan itu memang baik Persiura dan PS TIRA memiliki selisih gol yang sama yakni 6 untuk itu harusnya dilihat dari produktifitas gol tandang, bukan adu penalti seperti perintah dalam surat tersebut, ” Jelas Rocky.

” Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa tidak mungkin lagi ada adu penalti, untuk itu jika PSSI merasa bahwa ini adalah keputusan mereka yang harus diikuti, menurut kami ini adalah keliru. Dan ini tidak benar karena ada sesuatu yang merugikan tim lain. Terutama kami, karena kami ikut kompetisi bukan langsung lolos ke semifinal melewati empat seri. Bukan perjalanan yang pendek karena kami sudah keluarkan tenaga, dan dana yang tidak sedikit, ” Beber Rocky.

Rocky juga berharap PSSI segera kembali mengikuti Regulasi yang ada dan tidak membuat peraturan baru yang ternyata melanggar statuta FIFA.

” Kami sudah menyurati PSSI untuk mengikuti regulasi yang sudah ada dan tidak bikin yang menurut pemikiran A, B dan C. Kita tidak berbicara soal siapa yang kalah dan menang tapi kita harusnya kembali ke regulasi yang ada. Kalau seandainya itu mau diputuskan harusnya pada saat pertemuan meeting pertama klub dibahas itu atau semifinal leg pertama kedua ini digelar. Harusnya sudah dibahas ini biar semua tim tahu, ” Tambahnya.

 Rocky juga menjelaskan bila saat itu dirinya sempat menghubungi Sekjen PSSI, dan saat itupun Ratu Tisha sudah mengakui adanya kekeliruan dengan surat tersebut, namun disayangkan bila mach com tidak berani mengikuti regulasi dan statuta FIFA namun justru menuruti surat yang jelas-jelas keliru.

” Saya pun sudah menelfon Sekjen PSSI dan dia mengakui jika pihaknya membuat kekeliruan dengan surat itu dan kita diminta untuk melanjukan pertandingan  dengan adu penalti. Dan kita tidak mau melakukan itu, bahkan mereka meminta kita menandatangani surat pernyataan, kita tolak itu dan kalaupun PSSI tidak mengindahkan surat protes yang kami kirim, kami akan melakukan tindakan lebih lanjut ke CAS atau pun ke badan abitrase internasional terkait hal ini, ” Pungkas Rocky.

Sementara itu Manejer Putri Persipura, Usman G Wanimbo mengaku bila pertandingan antara Persipura dan PS TIRA di gelar pada pukul 15.00 Wit, sehingga saat 2 x 45 menit usai, pencahayaan di stadion Cenderawasih masih cukup untuk melanjutkan pertandingan dengan exra time, namun mach com menolak dan meminta harus di lanjutkan dengan tendangan penalti.

” Waktu pertandingan di Biak itu mulai jam 3 siang jadi masih ada waktu untuk melakukan perpanjangan waktu tapi itu tidak dilakukan dan langsung mau adu penalti, jadi kita menolak keras itu dan para pemain kita pun keluar dari lapangan, ” Jelas Usman.

Usman juga mengaku bila usai pertandingan pihaknya di minta untuk menandatangani sebuah surat, namun dirinya menolak karena ternyata surat tersebut tertuliskan pertandingan antara Persipura versus Persib Bandung, bukan PS TIRA.

” Kami bingung karena dari surat yang dikirim ke kami itu tertulis Persipura lawan Persib Bandung, jadi kami melihat surat itu tidak benar, kemudian kami menolak menandatangani surat itu, ” Jelasnya.

Atas peristiwa ini, Usman mengaku sangat kecewa dengan oknum yang ada di PSSI yang menurutnya berusaha menghancurkan sepakbola di Indonesia, apalagi Liga 1 Putri adalah musim pertama di Indonesia, dengan kejadian ini sudah menciderai perjuangan para pemain dan Tim yang bertanding.

” Kami hanya ingin mengacu kepada kesepakatan bahwa regulasi itu dari FIFA dan AFC maupun PSSI. Kami merasa dirugikan dengan ini, ini kan adalah liga perdana sepak bola putri, jadi jangan ada oknum yang menciderai kompetisi ini. Sangat disayangkan karena sangat tidak terpuji, Pungkas Usman.

Kekecewaan juga di sampaikan oleh asisten Manejer Putri Persipura, Mathius Wally. Menurut Wally PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia harus memandang semua tim sama dan tidak boleh ada diskriminasi.

” Menurut saya dengan adanya surat dari PSSI ini adalah tindakan diskriminasi terhadap Persipura. Jadi mohon ada keputusan yang lebih bijak dari PSSI untuk Persipura sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ” Tukas Wally. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 6 Nama Calon Gubernur Papua Versi Akademisi, Ada Jenderal Aktif!

    Ini 6 Nama Calon Gubernur Papua Versi Akademisi, Ada Jenderal Aktif!

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pemilu serentak 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta para Anggota DPR, sudah usai setelah KPU mengumumkan hasil pada Rabu (20/3/2024) malam. Pemilu serentak akan kembali digelar di seluruh Indonesia pada November 2024, dengan agenda pemilihan kepala daerah. , ini adalah Pilkada pertama yang akan digelar di tanah Papua, usai wilayah […]

  • Pesawat Susi Air Berpenumpang 7 Orang Hilang Kontak di Paniai Papua

    Pesawat Susi Air Berpenumpang 7 Orang Hilang Kontak di Paniai Papua

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Pesawat Pilatus Porter PC-6 PK BVM milik Maskapai Susi Air dikabarkan hilang kontak di kawasan Distrik Duma, Kabupaten Paniai, Papua, Kamis (23/6/2022) pagi. Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan sebelumnya pesawat terbang dari Bandara Moses Kilangin Timika pada pukul 05.34 WIT dengan tujuan Distrik Duma Kabupaten Paniai dan dijadwalkan kembali ke […]

  • Rapat Koordinasi Hitung Mundur Peparnas XVI Digelar dengan Prokes Ketat

    Rapat Koordinasi Hitung Mundur Peparnas XVI Digelar dengan Prokes Ketat

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, –  Rapat koordinasi penyiapan gebyar sosialisasi hitung mundur Peparnas XVI Papua tahun 2021 yang digelar jumat siang di salah satu hotel di daerah entrob Jayapura di laksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Rapat dihadiri oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto, Wakil ketua 1 PB Peparnas XVI, Teri Wanena, Ketua Bidang Upacara […]

  • Gelar Layanan Kas Keliling di Asmat, BI Papua Berhasil Tukar Rp 2,72 Milyar Uang Layak Edar

    Gelar Layanan Kas Keliling di Asmat, BI Papua Berhasil Tukar Rp 2,72 Milyar Uang Layak Edar

    • calendar_month Sen, 6 Mei 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Asmat, Topikpapua.com, – Guna mendukung kedaulatan Rupiah dan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil), Bank Indonesia Papua kembali menggelar layanan kas keliling di Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan. Untuk sampai kesana, diperlukan waktu setidaknya 7,5 jam perjalanan yang ditempuh dengan berbagai moda transportasi baik darat, udara, maupun sungai. […]

  • Kejari Jayapura Tangani Dugaan Tipikor Pembangunan Dermaga Rakyat di Kampung Teba, Mamberamo Raya

    Kejari Jayapura Tangani Dugaan Tipikor Pembangunan Dermaga Rakyat di Kampung Teba, Mamberamo Raya

    • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kejaksaan Negeri menangani kasus c dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penyalahgunaan dana pekerjaan pembangunan dermaga rakyat di Kampung Teba, Kabupaten Mamberamo Raya pada Dinas Perhubungan Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra) tahun anggaran 2021. Kajari Jayapura, Alexander Sinuraya mengatakan, bahwa pada tahun 2021 pada Dinas Perhubungan Kabupaten Mamberamo Raya mengadakan kegiatan pekerjaan pembangunan dermaga […]

  • Egianus Kogoya : Bila 2 Bulan Indonesia Tidak Akui Kemerdekaan Papua, Pilot Susi Air Akan Kami Tembak

    Egianus Kogoya : Bila 2 Bulan Indonesia Tidak Akui Kemerdekaan Papua, Pilot Susi Air Akan Kami Tembak

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – KKB pimpinan Egianus Kogoya kembali merilis vidio mereka bersama pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens. Dalam dua vidio yang dirilis oleh jurubicara TPNPB, Sebby Sambom pada jumat ( 26/5/2023) tersebut nampak kapten Philips duduk bersebelahan dengan Egianus Kogoya dan dikelilingi oleh puluhan anggota KKB yang menenteng senjata laras panjang dan membentangkan […]

expand_less