Ini Kesan Benny Mamoto Saat Memimpin TGPF di Intan Jaya
- account_circle topik papua
- calendar_month Senin, 12 Okt 2020
- visibility 1.041
- comment 2 komentar
- print Cetak

Ketua TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto / ist
Mimika, Topikpapua.com, – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Menkopolhukam telah menuntaskan tugasnya mengumpulkan informasi terkait sejumlah aksi kekerasan di kabupaten Intan Jaya, Papua.
Setelah bertugas selama lima hari, Tim yang diketuai oleh Benny Mamoto ini memutuskan untuk kembali ke Jakarta.
“Kami hari ini sudah menyelesaikan tugas mengumpulkan data dan informasi dari lapangan, dalam rangka membuat terang serangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi di Intan jaya, walau dalam kondisi yang kurang kondusif, “Kata Benny kepada Redaksi Topik di Timika, Senin (12/10/20).
Benny menjelaskan selama melaksanakan tugas mengumpulkan informasi di Intan Jaya, banyak kesan yang di dapat, salah satunya saat Tim yang dipimpinnya diserang KKB.
“ Kami sempat shock ya.., saat kami dihadang dan di tembaki, apalagi saat kami tau ada anggota kami yang tertembak, namun hanya sebentar dan kami kembali tenang karena tim pengamanan yang mengawal kami berhasil memberikan rasa aman paska penyerangan itu, “Beber Benny.
Diakui Benny, masih ada beberapa informasi yang belum di peroleh dalam pelaksanaan tugas di Intan Jaya, salah satunya belum sempat menghadirkan saksi di lokasi kejadian.
“Kami belum sempat hadirkan saksi di lokasi kejadian, karena alasan keamanan, dan nantinya bila ada kekurangan informasi, kami akan koordinasi dengan aparat keamanan setempat,“Ujarnya.
Benny juga menjelaskan bila tugas TGPF hanyalah sebatas mengumpulkan informasi dan data terkait aksi kekerasan yang kerap terjadi di Intan Jaya, termasuk kasus tertembaknya Pendeta Yeremias pada akhir bulan September lalu.
“Konteks tugas kami sebagai TGPF tentunya membuat terang peristiwa, berbeda dengan penyidikan, yang semua langkahnya harus proyustisia, sesuai dengan yang diatur dalam KUHP, kalau kami teknis untuk mengumpulkan data dan informasi kita lakukan dilapangan, bagaimana cara mendekati para pihak yang menjadi saksi agar mereka secara nyaman dan aman dalam memberikan keterangan secara obyektif dan benar, “Beber Benny.
Lanjut nya, data dan informasi yang sudah di peroleh dari berbagai sumber akan disusun sebagai laporan yang berisi analisis dan mengevaluasi, kemudian mengambil kesimpulan serta rekomendasi.
“Bagaimana isi dan hasilnya..?, kami harus lapor dulu pada pimpinan kami sebagai bentuk pertanggungjawaban kami selama selaksanakan tugas,”Tukas Benny. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




