Pomdam Cenderawasih Dalami Keterlibatan Oknum Anggota TNI di Asiki
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 26 Jul 2020
- visibility 1.495
- comment 0 komentar

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria/Ist
Jayapura,Topikpapua.com – Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria mengatakan, sanksi pemecatan siap dilakukan TNI AD terhadap personel yang secara sah terbukti bersalah.
Ketegasan itu, disampaikan Kapendam, terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI, terhadap pelaku pencurian Alm Oktovianus, pada Jumat (24/07/20) lalu.
“Pimpinan TNI AD juga akan menjatuhi hukuman tambahan pemecatan dari dinas Aktif TNI AD bagi personel yang secara sah terbukti bersalah,” tegas Kapendam, Minggu (26/07/20).
Menurut Kapendam, terkait dugaan itu, Danrem 174/ATW dan Pomdam XVII/Cenderawasih sedang melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh terhadap oknum personel yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Bila terbukti benar-benar bersalah akan diproses sesuai dengan Hukum dan ketentuan yang berlaku,” kata Kapendam
Terkait dugaan penganiayaan terhadap Oktovianus, Kapendam menjelaskan, sebelumnya Satgas Yonif Mekanis 516/CY mendapat laporan masyarakat terkait tindakan pencurian yang dilakukan oleh Oktovianus, pada 18 Juli lalu.
Dua hari berselang, saat sedang melakukan patroli, masyarakat melaporakn keberadaan Oktovianus di Pasar Asiki. “Personel Pos Kout Yonif Mekanis 516/CY mencarinya dan berhasil menangkap Sdr. Oktovianus di belakang SMP Asiki,” kata Kapendam
Oktovianus, lantas dibawa menuju ke Pos Kout Yonif Mekanis 516/CY untuk dilakukan pemeriksaan. Namun setelah itu, Oktovianus mengeluh pusing dan lemas.
“Karena mengeluh sakit, Wadan Satgas Yonif Mekanis 516/CY memerintahkan Bintara kesehatan Satgas untuk memeriksa kondisi kesehatan Oktovianus,” jelas Kapendam
Namun kondisi Oktovianus semakin menurun, sehingga Wadan Satgas Yonif Mekanis 516/CY kembali memerintahkan Dantonkes Yonif Mekanis 516/CY untuk memberikan infus dan dibawa ke Klinik Asiki untuk mendapatkan perawatan.
“Oktovianus ini sempat mendapat perawatan medis dari dr Firman di Klinik Asiki, namun tidak lama berselang, Oktovianus dinyatakan meninggal dunia,” jelas Kapendam.
Lanjut Kapendam, saat pemakaman pada 25 Juli 2020, Kodim 1711/BVD dan Satgas Pamtas Yonif 516 juga membantu keluarga korban untuk semua proses pemakaman, mulai dari pemandian jenazah korban sampai penguburannya.
“Atas nama keluarga besar TNI, Dandim 1711/BVD Letkol Inf Candra Kurniawan menyampaikan turut berduka cita kepada pihak keluarga dan warga yang hadir di rumah duka,” jelasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




