Aparat Menjadi Guru, Ini Tanggapan Bupati Yahukimo
- account_circle topik papua
- calendar_month Senin, 3 Feb 2020
- visibility 2.324
- comment 1 komentar
- print Cetak

Bupati Kabupaten Yahukimo, Abock Busup / Ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Bupati Kabupaten Yahukimo, Abock Busup mengatakan bila wacana menjadikan anggota TNI/Polri sebagai guru pembantu di daerah pedalaman Papua sebaiknya di kaji ulang.
Menurut Bupati Busup untuk daerah Yahukimo dan daerah pegunungan lainnya, kehadiran anggota TNI/Polri di daerah pedalaman terkadang sangat sensitif.
” Kalau kami di gunung ini sangat susah, itu akan menimbulkan persoalan baru.., mungkin kalau bagian pesisir itu silahkan, atau daerah perbatasan ka.., jayapura ka…, atau sarmi ka bisa, tapi kami di daerah gunung itu sensitif sekali jadi harus hati-hati, ” Ungkap Busup Kepada Pers di Jayapura, Senin (03/02/20).
Menurut Busup, sebaiknya Pemerintah Papua mendata terlebih dahulu daerah mana yang memang membutuhkan tenaga angota TNI/Polri untuk di perbantukan menjadi guru.
” Pemerintah Provinsi Papua sebaiknya tanya ke pejabat di daerah dulu.., apakah di butuhkan untuk rekrut anggota TNI/Polri ka tidak.., itu mungkin lebih bagus.., jangan sampai tugas pokok mereka tidak jaga baru lebih fokus ke tugas-tugas sampingan, ” Kata Busup.
Walau demikian Busup mengaku bila program tersebut adalah kebijakan yang bagus dan akan sangat membantu khususnya di dunia pendidikan, namun sebaiknya di sosialisasikan ke daerah terlebih dahulu.
” ini program yang bagus.., tapi sebaiknya di sosialisasikan dulu.., Pemerintah Papua sebaiknya panggil dulu dinas-dinas pendidikan di seluruh papua dan diskusikan dengan masyarakat dulu.., kira-kira rencana itu mereka terima atau tidak, ” Beber Busup.
Bupati Busup bahkan mencontohkan beberapa kasus yang terjadi di daerahnya, ” Kami di daerah gunung itu.., kehadiran TNI/Polri itu hal yang bagus tapi jadikan sensitf.., orang pergi untuk bagi bibit babi saja masyarakat kesana dan minta tidak boleh dan bibit itu di kebalikan lagi, ” Jelasnya.
Sebelumnya, di lansir dari kabarpapua.co, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Papua, Christian Sohilait mengatakan, sebenarnya mengajar anak-anak sekolah di pedalaman Papua bukan tugas pokok dari TNI, tapi TNI juga diwajibkan untuk mengatasi masalah pendidikan.
Hal tersebut di sampaikan Christian saat memberikan materi dalam Kegiatan Pembekalan Aparat Teritorial (Apter) Kodim Wilayah Kodam XVII Cenderawasih Tahun 2020 di Aula Lapangan Hitam, Rindam XVII Sentani, Selasa, 28 Januari 2020 lalu.
“Ketika guru tak ada, maka teman-teman TNI wajib membantu kami. Itu ada di dalam undang-undang yang mengatakan pendidikan adalah urusan negara,” kata Christian
Untuk itu, Christian berpesan agar dalam menjalankan tugas di Kodim wilayah Papua, seluruh personel TNI dapat memperhatikan hal-hal sederhana, namun luar biasa seperti membaca, menjaga kebersihan dan mengenalkan makanan sehat bagi pelajar.
Selain itu, Christian juga berpesan agar di dalam menjalankan tugas sebagai pengajar, TNI harus mampu mengubah doktrin yang ditanamkan orang tua yang tak sejalan kepada anak-anak.
“Sehingga TNI telah bantu dinas pendidikan dan juga pemerintah. Sebab biasanya TNI akan berhadapan dengan anak-anak yang sudah didoktrin. Untuk itu, kami berharap TNI dapat membantu untuk menyampaikan hal-hal yang benar,” terang Christian. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Wahai Para Pejabat Teras Papua Kalaian Berbicaralah dgn lantang Demi Memajukan SDM tanah ini.Mari kami Tinjau kembali Soal Ketamatan Para generasi kita di Smua Universitas..khususnya Fakultas Ilmu Keguruan. Di Papua.Maka dri itu Pemprof Jgn hanya tinggl diam Sibuk Kegiatan yg tdk membawa Dampak positif bgi Pendidikan di Papua.Tiap Tahun itu ada mahasiswa yg Tamat( Wisuda) Itu Tugas Pemrof Papua agar mendata llu kirim ke daerah2 yg membutuhkan Tenaga Pengajar.Dan setelh di sana pemprof juga hrs bisa perhatikan,bilah mna suatu saat ada penerimaan CPNS/ASN.Pemprof Papua kan ada DataNya…..tinggal di Di FORMALITASKAN para Pengajar2 itu saja. Dgn cara demikian maka Akan terjawab tahap demi tahap Kekosongan tenaga Pengajar di setiap Kab/ Kota Distrik dn Kampung2 yg Kekurangan GURU.Itu baru yg Pertama: Yang UtamaNya lagi…..Pemerintah Propinsi dn Kab,Harus Perhatikan Maslh kepangkatan dn Urusan Administrasi lainnya tentang Guru.Kesejahteraan(gaji & rumah& tranport & Keamanan).Ini se seolah2 Pemerintah menaruh kesalahn smua pada guru di lapangan Tanpa Menelusuri Problem yg di alami olh Guru tsb.
5 Februari 2020 12:26