Kementan RI: Ketersediaan Alat Berat Menjadi Faktor Utama Lambatnya Program CSR di Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Kementerian Pertanian mengevaluasi pelaksanaan program cetak sawah tahun anggaran 2026 di Tanah Papua. Evaluasi dilakukan karena progres pekerjaan konstruksi di sejumlah lokasi masih jauh dari target yang ditetapkan.
Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan program tersebut baru berjalan sekitar satu bulan sejak dimulai pada awal Agustus 2026.
Evaluasi mencakup progres pekerjaan hingga persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Evaluasi mencakup progres fisik, tata kelola administrasi, serta berbagai kendala di lapangan, baik teknis maupun sosial,” kata Hermanto dalam Rapat Evaluasi dan Addendum Konstruksi Cetak Sawah Tahun 2026 se-Tanah Papua, yang di gelar di Jayapura, Sabtu (5/9/2026).

Hermanto mengatakan target nasional program cetak sawah tahun 2026 mencapai 126.000 hektare. Papua menjadi wilayah dengan target terbesar, namun setelah dilakukan addendum, target di Papua disesuaikan dari sekitar 61.000 hektare menjadi sekitar 15.000 hektare.
Meski telah dilakukan penyesuaian target, progres konstruksi hingga kini baru mencapai sekitar 16-17 persen. Capaian tersebut dinilai masih rendah karena pada pertengahan masa kontrak progres pekerjaan seharusnya telah melampaui 50 persen.
“Keterlambatan terjadi di hampir seluruh lokasi, dengan faktor utama keterbatasan alat berat yang tidak mencapai 50 persen dari komitmen kontrak, serta adanya kerusakan alat,” ujar Hermanto.

Ia menegaskan addendum kontrak bukan dimaksudkan sebagai kelonggaran bagi pelaksana pekerjaan. Sebaliknya, langkah tersebut menjadi peringatan agar seluruh pihak segera mempercepat pekerjaan sesuai kondisi dan kemampuan di lapangan.
“Addendum adalah penyesuaian berbasis data dan fakta di lapangan agar target tetap tercapai tanpa melewati tahun anggaran,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Kementerian Pertanian mendorong adanya langkah konkret, solusi terukur, dan pembagian tugas yang jelas untuk mempercepat pekerjaan. Program cetak sawah di Papua diharapkan dapat diselesaikan secara efektif dan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar