Pilot dan Co-Pilot Korban Bantai KKB di Bandara Korowai Berhasil Dievakuasi
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026
- visibility 929
- comment 0 komentar

Korowai, Topikpapua.com, – Aparat Gabungan dibawah komando Operasi Satgas Damai Cartenz berhasil mengevakuasi pilot dan co-pilot pesawat Smart Air PK-SNR korban pembantaian KKB di landasan bandara Korowai baru, kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (12/2/2026) pagi.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menjelaskan proses evakuasi berjalan lancar dan melibatkan anggota TNI.
” Paska kejadian kemaren, tadi pagi sekitar pukul 06.00 Wit Tim Gabungan berhasil tiba di lokasi kejadian dan kami berhasil mengevakuasi pilot egon irawan dan co-pilot Baskoro dari lokasi kejadian, kita terbangkan menuju Timika,” ungkap Kombes Yusuf, Kamis (12/2/2026) siang.
Menurutnya, di Timika Kedua jenazah langsung dilakukan proses identifikasi dan autopsi dan setelah pemulasaraan selesai, kedua Jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang dipastikan selamat. Mereka merupakan warga lokal yang segera mengamankan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing.
Kombes Yusuf mengatakan setelah berhasil mengevakuasi kedua j nazah ke Timika, aparat gabungan saat ini fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif.
“Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan, mengingat wilayah tersebut merupakan bandara perintis yang selama ini melayani akses vital masyarakat pedalaman,” jelas Kombes Yusuf.
Yusuf juga menjelaskan bila paska kejadian tersebut, dilaporkan 39 warga setempat sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut. Aparat kini berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut.
“Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa dan untuk sementara, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman, ” jelas Kombes Yusuf.
Sementara itu berdasarkan hasil pendalaman awal, aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak.
” Selain mengamankan lokasi kejadian dan areal sekitar, Aparat Gabungan masih melakukan pemburuan terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Saat ini penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Aparat menegaskan bahwa negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat,” tambah Kombes Yusuf.
Sehari sebelumnya, Rabu (11/2/2026) KKB dilaporkan melakukan pembantaian terhadap pilot dan co-pilot pesawat perintis Smart Air PK-SNR sesaat setelah pesawat mendarat di bandara Korowai baru, Boven Digoel.
Pesawat yang terbang dari Bandara Tanah Merah tersebut dilaporkan memuat 13 penumpang. Sesaat setelah penumpang turun dari pesawat terdengar tembakan dilepaskan oleh orang tak dikenal dari arah sekitar bandara. Mendengar tembakan, para penumpang langsung berupaya menyelamatkan diri ke arah hutan di sekitar lokasi.
Dalam situasi kacau tersebut, pilot dan co-pilot berusaha menyelamatkan diri menyusul penumpang, namun keduanya ditembak saat berada di area landasan (runway). (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




