Masih Terkubur Pasir, KKSS Terjunkan 1500 Relawan ke BTN Sosial Sentani
- account_circle topik papua
- calendar_month Sabtu, 30 Mar 2019
- visibility 852
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim Relawan KKSS saat membantu warga BTN Sosial membersihkan rumah pasca banjir bandang / Nug
Sentani, Topikpapua.com, – Memasuki hari ke – 15 pasca banjir bandang di kabupaten jayapura, sejumlah tempat terdampak banjir masih terkubur pasi, Salah satu nya adalah perumahan BTN Sosial Sentani.
Berdasarkan pantauan Tim liputan Redaksi Topik, hingga kini masih puluhan rumah yang tertimbun lumpur dan pasir, bahkan untuk jalur lima di perumahan ini (BTN Sosial) aliran air masih nampak deras mengalir di jalan.
Selain material pasir dan lumpur, sampah rumah tangga akibat terpaan banjir juga masih menumpuk di depan rumah warga. Warga hanya mampu membersihkan pasir dari dalam rumah mereka, akibatnya tumpukan pasir dan sampah menggunung di depan rumah warga.
“ ini sudah 14 hari pasca banjir, tapi kenapa pemerintah belum juga bantu kami untuk bersihkan lingkungan kami disini, ini sampah dan pasir sudah menumpuk di depan rumah warga, kita sudah di bantu relawan untuk keluarkan pasir dari dalam rumah sampai menggunung di depan rumah kami, kalau tidak segera diangkat nanti hujan turun, pasir dan sampah itu bisa masuk lagi ke rumah, “ Ungkap Abdi, salah satu warga BTN Sosial.

Abdi mengaku kini yang paling di butuhkan warga adalah alat berat untuk mengangkat material pasir dan sampah, “ kami mohon kepada pemerintah agar bantu kami kirim alat berat untuk angkat pasir dan sampah ini, masakan selama ini yang bantu kami hanyalah relawan saja, kemana pemerintah daerah..?, “Beber Abdi tak mampu menahan air matanya.
Apa yang di rasakan oleh pak Abdi juga di ungkapkan oleh beberapa warga lainnya, mereka berharap agar pemerintah segera membantu membersihkan material pasir dan sampah pasca banjir.
“ Kami ini warga ber – KTP Sentani, kami bayar pajak, kami sekarang butuh bantuan dari pemerintah, relawan memang banyak bantu kami, tapi mereka terbatas (tidak punya alat berat), Pemerintah tolong lihat kami..” tambah ibu Dewa.

Apa yang diungkapkan oleh pak Abdi dan Ibu Dewa terbilang wajar.., dari pantauan tim liputan topik papua di BTN Sosial pada Sabtu (30/03/19) terlihat bantuan yang datang kebanyakan dari para relawan, diantaranya dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), kerukunan masyarakat Maluku, siswa-siswi SMU Yapis, dan beberapa kelompok peduli banjir lainnya.
“ Hari ini kami turunkan 1500 orang untuk bantu warga di BTN Sosial untuk bersihkan rumah mereka, hal ini kami lakukan karena kami merasa ikut menderita bersama mereka, kami ingin membantu karena kita kan manusia, apalah artinya hidup ini bila tidak bisa membantu sesama, “ Jelas Ketua KKSS Provinsi Papua, H Mansyur saat di temui redaksi Topik di sela-sela giat tim relawan dari KKSS saat membantu membersihkan rumah warga BTN Sosial, Sabtu (30/03/19).
Haji Mansyur mengaku selain KKSS tim relawan lain yang juga bergabung dalam aksi peduli banjir di sentani adalah dari Grub Semuwa, perhimpunan mahasiswa Sulawesi selatan, perhimpunan ibu-ibu Sulsel dan simpatisan lainnya.
“ Kami tidak sendiri membantu warga disini, kami juga di bantu relawan dari Semuwa grub, dan relawan lain, kita semua sama-sama saling bantu dan ini kami lakukan bukan baru sekarang tapi pasca banjir kita semua sudah mulai kerja membantu korban banjir, “ Jelas Haji Mansyur.
Para relawan bekerja membantu warga membersihkan tumpukan material pasir dari dalam rumah warga, bahkan tak sedikit ibu-ibu yang juga Nampak terlibat bermain dengan lumpur dan sampah.

“ Terima kasih buat semua yang sudah membantu, khususnya buat ibu-ibu yang mau pegang pecek dan bantu angkat sampah, semoga apa yang kita buat hari ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudari kita di sini, “ Ungkap Pimpnan PT Semuwa Grub, Wagus Hidayat.
Wagus yang juga adalah seorang Capten pilot ini juga berharap agar semua warga yang terdampak bencana bisa iklhas menerima bencana dan mengambil pelajaran atas peristiwa banjir bandang ini.
“ tidak ada manusia yang ingin tertimpa bencana, untuk itu mari kita semua berdoa agar bencana ini adalah yang terakhir kali untuk kabupaten jayapura, dan mari kita belajar untuk mencintai alam agar alam tempat kita hidup ini juga mencintai kita, “ Pungkas Wagus Hidayat. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar