Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Nyawa Irene Sokoy dan bayi Melayang Akibat Pelayanan Buruk, Gubernur Fakhiri: Kami Minta Maaf

Nyawa Irene Sokoy dan bayi Melayang Akibat Pelayanan Buruk, Gubernur Fakhiri: Kami Minta Maaf

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
  • visibility 557
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Jayapura dan sekitarnya dihebohkan dengan berita meninggalnya seorang ibu dan bayi yang dikandungnya karena di tolak oleh beberapa Rumah Sakit.

Almarhumah Irene Sokoy dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia pada Senin (17/11/2025) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIT. Keduanya menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan bolak-balik menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, setelah sebelumnya ditolak di beberapa rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura.

Duka mendalam ini diceritakan langsung oleh Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, yang merupakan mertua almarhumah, di hadapan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri pada Jumat (21/11/2025) malam di dermaga perahu Jembatan Kuning (Jeku) Sentani.

“Apa yang keluarga kami alami adalah hal yang sangat menyakitkan. Kami dari kampung datang minta pertolongan medis, tapi tidak dapat pelayanan yang baik,” ujar Abraham Kabey dengan suara bergetar.

Menurut ia, Minggu (16/11) siang, Irene Sokoy yang sedang hamil anak ketiga, mulai merasakan kontraksi di Kensio, Kampung Hobong, sehingga keluarga memutuskan segera membawa almarhumah menggunakan speedboat ke RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura.

Selama berada di RSUD Yowari, keluarga melihat kondisi Irene semakin memburuk dan mengalami sesak napas. Bahkan bayi dalam kandungan tidak kunjung lahir karena kondisi tubuh yang terlalu besar. Namun, keluarga menyayangkan tidak ada tindakan medis karena alasan dokter sedang tidak berada di tempat.

Menjelang Tengah Malam, keluarga meminta rujukan, tetapi proses pembuatan surat lambat dan berlarut-larut. “Kami keluarga sempat ribut karena pelayanan sangat lama, hampir jam 12.00 malam, surat belum juga dibuat,” ujar Abraham Kabey dan menyampaikan mobil ambulans baru tiba sekitar pukul 01.22 WIT.

Surat rujukan pertama mengarahkan keluarga ke RS Dian Harapan Waena, Kota Jayapura. Namun, di sana keluarga mengaku kembali ditolak dan hanya diberikan ruangan yang gelap dan panas.

“Rujukan yang diberikan RSUD Yowari tanpa adanya koordinasi. Kalau seandainya sebelumnya sudah ada koordinasi, tidak mungkin kami dibuat seperti ini tanpa ada tindakan medis,” ujar Abraham Kabey.

Penolakan serupa terjadi di RSUD Abepura. Pihak RS menolak melayani dengan berbagai alasan. “RS Abepura malah lebih parah. Macam tidak ada tanggapan sampai sempat ada keributan antara keluarga dengan perawat yang bertugas saat itu, sebab karena tidak ada dokter,” sambungnya.

Saat kondisi Irene semakin memburuk, keluarga memutuskan untuk membawa ke RS Bhayangkara di Kotaraja, Kota Jayapura. Dokter di sana sempat memeriksa rujukan, dan dua perawat melihat pasien di dalam mobil.

Ironisnya, alih-alih memberikan pertolongan pertama, pihak rumah sakit malah menyampaikan jika kamar rawat inap BPJS penuh dan yang tersisa hanya kelas VIP. Keluarga diminta untuk membayar uang muka sebesar Rp4 juta.

Karena tidak memiliki uang sebanyak itu, permohonan keluarga agar tindakan medis didahulukan dan administrasi menyusul ditolak. Setelah negosiasi yang gagal, dokter memberikan surat rujukan ke RSUD Jayapura.

Akhirnya mobil ambulans meninggalkan RS Bhayangkara sekitar pukul 03.30 WIT. Namun, saat memasuki kawasan Entrop, Kota Jayapura. Irene Sokoy mengalami kondisi kritis. Mulutnya mengeluarkan busa dan napasnya tersengal-sengal.

Melihat itu, keluarga memutuskan untuk kembali ke RS Bhayangkara, tetapi setibanya di sana sekitar pukul 05.00 WIT, nyawa Irene Sokoy dan bayinya sudah tidak dapat diselamatkan.

“Kami sangat menyesal dengan tindakan para petugas rumah sakit yang tidak ada rasa kemanusiaan, sehingga menyebabkan dua nyawa yang kami sayangi harus melayang,” katanya.

Hal Sendana disampaikan suami almarhumah, Neil Kabey. Ia menyoroti buruknya pelayanan RS terhadap istri dan anaknya, terutama ketiadaan dokter saat pasien sangat membutuhkan penanganan.

“Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih hidup. Kenapa tidak ada dokter pengganti jika memang dokter saat itu tidak ada,” kata Neil dengan nada kesal bercampur sedih.

Menanggapi kisah pilu ini, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri yang datang ke rumah duka didampingi Ny. Eva Fakhiri, dan beberapa pejabat di Pemprov Papua, serta perangkat kampung setempat menyampaikan permohonan maaf dan duka cita mendalam.

“Saya baru mau memulai membenahi pelayanan kesehatan di Papua, tetapi Tuhan sudah memberikan satu contoh kebobrokoan pelayanan kesehatan di provinsi di Papua. Saya mohon maaf dan turut berduka yang mendalam atas kejadian dan kebodohan jajaran pemerintah mulai dari atas sampai ke tingkat bawah. Ini kebodohan yang luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah,” tegas Fakhiri.

Gubernur Fakhiri berjanji akan segera melakukan evaluasi mendalam dan memastikan semua direktur RS yang berada di bawah pemerintah provinsi akan diganti. Ia juga menyebut banyak peralatan medis yang rusak karena diabaikan oleh para direktur.

“Hal ini sudah saya minta langsung ke Menteri Kesehatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di RS yang ada di Provinsi Papua. Saya yakin ada sekat-sekat yang merusak pelayanan di RS. Saya pastikan akan memperbaiki ini.

Menurut Gubernur Fakhrii kejadian ini, tentunya akan menjadi pelajaran berharga bagi kami (pemerintah) untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Termasuk akan memanggil semua direktur RS pemerintah maupun swasta.

“Kami akan panggil dalam rangka menyatukan visi misi dalam melayani kesehatan di Provinsi Papua. Saya sudah berulang kali sampaikan, layani dulu pasien baru urusan yang lain. Hal ini akan saya sampaikan ulang ke seluruh direktur RS dan kepala dinas kesehatan yang ada,” katanya.

“Sebagai gubernur, tentunya saya tidak perlu takut dan tidak perlu malu untuk menyampaikan permohonan maaf. Ini pembelajaran yang sangat berharga kepada kami pemerintah,” katanya lagi. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKB Teror Intan Jaya, Polda Papua Kirim Pasukan Brimob

    KKB Teror Intan Jaya, Polda Papua Kirim Pasukan Brimob

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Jayapura,Topikpapua.com, – Dalam sepekan terakhir situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah kian memanas. Kelompok Kriminal Beraenjata (KKB) melakukan serangkaian aksi teror, mulai dari menyerang polsek Hoyame, menembak mati warga sipil hingga membakar bangunan Sekolah Dasar. Merespon hal tersebut, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengaku telah memerintahkan pergeseran pasukan tambahan ke Intan Jaya. […]

  • Lakukan Kegiatan CSR, Relat Indah Hotel Berbagi dengan Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian

    Lakukan Kegiatan CSR, Relat Indah Hotel Berbagi dengan Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian

    • calendar_month Sen, 7 Feb 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar, Relat Indah Hotel pertama kalinya melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian, Jumat (4/2/2022). Dalam kegiatan CSR tersebut, tim Relat Indah Hotel tidak hanya bersilaturahmi dengan anak-anak dan pengelola panti, namun juga membawa berbagai macam aneka kebutuhan pokok […]

  • Dandim Jayawijaya Hadir di Peluncuran Logo Pemprov Papua Pegunungan  Wamena

    Dandim Jayawijaya Hadir di Peluncuran Logo Pemprov Papua Pegunungan Wamena

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Wamena, Topikpapua.com, – Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip menghadiri launching atau peluncuran logo Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, bertempat di Gedung Aitosa Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pegunungan, Sabtu (6/5/2023) Athenius mengatakan, dengan launchingnya logo Pemprov Papua Pegunungan tentu membawa semangat baru. “Melalui proses yang panjang akhirnya hari ini resmi di launching logo Pemerintah Provinsi […]

  • Januari 2025 Kantor Gubernur, DPR dan MRP Papua Tengah Mulai Dibangun

    Januari 2025 Kantor Gubernur, DPR dan MRP Papua Tengah Mulai Dibangun

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Jakarta, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melakukan koordinasi terkait pembahasan rencana pembangunan Kantor Gubernur, Kantor DPRP dan Kantor MRP Provinsi Papua Tengah bersama Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, di Jakarta, Senin (30/09/2024). Rapat koordinasi pembahasan rencana pembangunan Kantor Gubernur, Kantor DPRP dan Kantor MRP Provinsi Papua Tengah ini dihadiri oleh […]

  • Ini Kebijakan BTM Hadapi Pandemi C-19 di Kota Jayapura

    Ini Kebijakan BTM Hadapi Pandemi C-19 di Kota Jayapura

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.742
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sejak  virus Corona menjangkiti Kota Jayapura pada pertengahan bulan Maret 2020, sejumlah kebijakan langsung diambil oleh pemerintah kota Jayapura, diawali dengan membentuk Gugus Tugas Covid-19 di Kota Jayapura hingga penanganan akibat pandemi covid yang berdampak ke segala sektor. Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano kepada Redaksi Topik mengatakan saat ini pemkot Jayapura mencurahkan […]

  • Rumah Dinas Kapolda Papua Ludes Terbakar

    Rumah Dinas Kapolda Papua Ludes Terbakar

    • calendar_month Sel, 17 Jan 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Rumah dinas Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius D Fakhiri di Jalan Trikora, Dok V Atas, Kota Jayapura, Papua, hangus terbakar pada subuh hari. Selasa (17/1/2023). Berdasarkan informasi di lapangan api mulai telihat membesar sekira pukul 04.30 WIT. Sementara, api baru bisa dipadamkan sekitar pulul 05.30 WIT. “Iya benar. Tapi penyebab kebakaran belum […]

expand_less