KKB Bantai Pendulang Tradisional di Yahukimo, Polisi Berhasil Evakuasi 45 Orang
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 18 Okt 2023
- visibility 107
- comment 0 komentar

Jayapura,Topikpapua.com – Paska aksi teror dan pembantaian terhadap para pendulang tradisional di Kali I Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin, 16 Oktober 2023, Polisi berhasil evakuasi 45 pekerja pendulang dari daerah tersebut.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri, mengatakan, situasi di Yahukimo saat ini kondusif. Anggota Damai Cartenz dan Polres Yahukimo di hari pertama berhasil evakuasi 7 korban meninggal, dan 11 korban selamat. Di hari selasa polisi kembali berhasil mengevakuasi 20 korban selamat dan Rabu kembali berhasil mengevakuasi 25 orang.
“Kejadiannya itukan hari Senin dan Selasa siang kita sudah masuk ke TKP dan evak 7 korban tewas dan 11 orang selamat, malamnya tim kembali berhasil evakuasi 9 orang. Besoknya (Rabu) tim kembali berhasil menemukan 25 korban selamat, jadi total korban selamat ada 45 orang sedangkan yang meninggal 7 orang,” jelas Irjen Fakhiri, Kamis (19/10/2023).
Dijelaskan Kapolda, korban yang telah berhasil di evakuasi akan memintai keterangan untuk mengetahui berapa banyak kelompok yang menganggu di areal pendulangan tersebut. “Sehingga saya perintahkan anggota saya tetap stay di sana, apabila masih ada penambang kita akan evakuasi semua keluar. Sehingga ketika kami melakukan langkah-langkah penegakan hukum tidak salah sasaran dan membias kemana-mana,” tegas Fakhiri.
Menurutnya, Kelompok ini selalu berpindah-pindah mencari tambahan rupiah,” Sehingga saya juga sudah perintahkan Kapolres agar melakukan pendekatan dengan semua tokoh-tokoh yang ada di sana, agar mereka jangan mendekat dulu ke areal pendulangan karena ancaman nyawanya cukup tinggi. Pelakunya akan kami kejar sampai dapat, sehingga menuju pentahapan Pemilu, tidak ada gangguan lagi dari kelompok KKB,” Ujar Kapolda.
Kapolda pun menghimbau dan minta kepada masyarakat pencari nafkah, agar tidak mengambil pekerjaan yang resiko nya tinggi,” Ingat nyawa tidak ada gantinya dan juga aparat kami tidak mengecek setiap hari karena areanya cukup luas,” tutup Irjen Fakhiri. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




