Kapendam Cenderawasih Benarkan Prajurit TNI Diserang KKB di Nduga
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 16 Apr 2023
- visibility 78
- comment 0 komentar

Ilustrasi senjata/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman membenarkan soal insiden penyerangan kelompok separatis teroris (KST) terhadap Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Herman mengungkapkan, prajurit yang ditembak adalah anggota TNI dari Satgas Yonif R 321/GT dan Kopassus yang bertugas di wilayah Mugi-Mam, Kabupaten, Sabtu (15/4/2023) sekira pukul 16.30 WIT.
“Benar terjadi penyerangan, tapi kami sampai saat ini belum mengetahui secara pasti berapa korban Prajurit TNI yang meninggal dan luka-luka akibat penyerangan tersebut,” ungkap Herman, Minggu (16/4/2023).
Menurutnya sampai saat ini masih dilaksanakan pemantauan, namun karena cuaca hujan dan berkabut sehingga belum bisa berkomunikasi dengan aparat keamanan yang berada di lokasi tersebut. Demikian pula upaya-upaya memberikan bantuan dan evakuasi tetap dilaksanakan.
“Mohon doanya semoga Prajurit TNI yang melaksanakan tugas negara dan juga melakukan pencarian pilot Susi Air diberikan keselamatan, perlindungan dan kekuatan, sehingga dapat kembali bertugas,” pinta Herman.
Sementara itu berdasarkan data di lapangan kronologi penembakan Tim Gab Satgas Yonif R 321/GT dan Kopassus, bahwa penyerangan yang terjadi Sabtu 15 April 2023 sekitar pukul 16.30 WIT itu terhadap Tim Badak 1, Badak 3, Candraca 2, dan Candraca 11 Pos Mugi oleh KSTP saat pembersihan daerah Mugi-Mam Kompleks.
Adapun jumlag personel ada 36 orang, terdiri dari 20 orang anggota YR 321/GT dan 16 orang Kopassus. Namun, 9 orang diduga tertangkap KSTP. 6 orang meninggal dunia dan 21 orang belum diketahui.
Tim Gabungan terpencar sehingga menyelamatkan diri menuju ketinggian Cakra 1.Jumlah kerugian belum dipastikan dikarenakan komunikasi dengan tim depan masih terputus.
Informasi 9 orang yang ditawan oleh KSTP didapatkan dari HT Channel KSTP di Pos Mugi dengan pernyataan “Ini 9 orang teman mu mau diambil atau tidak?” (dalam penyelidikan).
Hingga kini proses evakuasi belum dapat dilakukan dikarenakan cuaca hujan dan kabut.
Sekira pukul 19.00 Wit rencana akan dilaksanakan TFG oleh Dankolakopsrem 172, Dansatgas 321 dan Satgas gabungan Kopassus dala. rangka evakuasi dan pengiriman bantuan pasukan. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




