Polisi Dalami Kasus ‘Terbakarnya’ SD Metanoia di Yahukimo
- account_circle topik papua
- calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
- visibility 153
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polres Yahukimo olah TKP SD Metanoia di Yahukimo/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Polres Yahukimo melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus terbakarnya 1 bangunan SD YPK Metanoia Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (13/3/2023).
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan Satuan Reskrim Polres Yahukimo tengah berupaya mencari tahu penyebab kebakaran tersebut.
“Tidak hanya melakukan llah TKP, tetapi dari berbagai keterangan saksi juga kami kumpulkan untuk menambah bukti-bukti yang kami dapatkan,” kata Benny,, Selasa (14/3/2023).
Ia menyampaikan bukti yang diamankan di lapangan berupa 1 buah pahat berwarna coklat, 1 buah kain berwarna biru dalam keadaan sudah terbakar, 1 buah botol air merk aqua berisikan minyak, 1 buah grendel pintu dan 1 batang kayu dalam keadaan hangus terbakar.
“Kami sempat mengalami kendala akibat kurangnya saksi yang berada di lokasi kejadian, namun dari beberapa keterangan yang kami peroleh dan sampel yang telah kita ambil dari TKP, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut,” tutur Benny.
Benny juga mengatakan beredarnya pernyataan Jubir TPNPB OPM, itu tidak benar dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.
“Polres Yahukimo saat ini masih mendalami dengan mengumpulkan informasi dan bahan keterangan terkait penyebab kebakaran,” tegasnya.
Paska-terbakarnya SD Metanoaia beredar rilis dari TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang menyatakan bertanggung jawab atas terbakarnya SD tersebut.
Brigjen Elkius Kobak Panglima Kodap XVI Yahukimo dan Komandan Operasi Mayor Erick Bahabol bertanggung jawab atas pembakaran gedung SD YPK Metanoaia Dekai Kabupaten Yahukimo oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Minggu (12/3/2023) sekitar pukul 01.45 WIT.
Menurut Elkius, pembakaran itu dilakukan oleh Komandan Operasi Batalyon HSSBI Wene Kobak dan Tiruan Bonny Sobolim atas intruksinya.
“Karena pendidikan di Papua dapat melumpuhkan kesadaran akan le-Papuaan sehingga banyak generasi Papua sulit melihat masalah didepan mata. pLngalaman banyak anak-anak sekolah selesai perguruan tinggi datang masuk PNS, TNI/POLRI, DPR, Bupati serta ikut berpartisipasi mempertahankan kedudukan Indonesia di Papua maka memperlemah perjuangan kita Rakyat Bangsa Papua,” tegas Elkius. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar