Distrik Oksibil Kondusif, Aktifitas Warga Kembali Normal
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 16 Jan 2023
- visibility 223
- comment 0 komentar

Suasana aktifitas perekonomian di Distrik Oksibil berjalan normal / Ntp
Oksibil, Topikpapua.com – Pasca aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, hari ini aktifitas perekonomian dan pemerintahan di Distrik Okeibil yang sempat lumpuh, kembali berjalan normal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, nampak aktifitas di pasar Oksibil sudah kembali normal. Warga non Papua yang kebanyakan berbisnis kios klontongan juga nampak sudah kembali berjualan.
Selain aktifitas perekonomian, aktifitas pelayanan publik pun nampak kembali dibuka, “Hari ini saya pimpin apel gabungan di kantor Bupati, saya minta semua aktifitas pelayanan publik mulai dari pemerintahan, kesehatan, sekolah hingga perekonomian harus berjalan normal,” ungkap Bupati Kabupaten Bintang, Spei Yan Bidana, Senin (16/1/2023).
Bupati Bidana juga menyampaikan warga Oksibil tidak perlu takut lagi akan gangguan KKB karena saat ini aparat TNI/Polri yang ada di Oksibil akan terus melakukan pengamanan di sejumlah titik.
“Masyarakat jangan kuatir untuk kembali beraktifitas, aparat gabungan sudah siap bantu kita jaga keamanan, mereka akan lakukan patroli di Oksibil untuk berikan rasa aman bagi masyarakat di Oksibil,” ujar Bupati Bidana.
Sebelumnya diberitakan KKB dari Kodap 35 Bintang Timur melakukan sejumlah aksi teror di Distrik Oksibil. Senin, 9 Januari 2023 diketahui KKB menembak pesawat Caravan saat hendak landing di bandara Oksibil. Dihari yang sama, mereka membakar SMK N 1 oksibil. Selang sehari kemudian, Rabu 11 Januari 2023 KKB kembali menebar teror dengan membakar kantor Dukcapil Pegunungan Bintang.
Akibat teror tersebut sejak Kamis, 12 Januari hingga Sabtu 14 Januari 2023, Ratusan warga sipil non Papua memilih untuk memgamankan diri ke Jayapura. Kebanyakan dari para pengungsi adalah perempuan dan anak-anak. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




