Teror KKB, 5 Daerah di Papua Diminta Tidak Gelar Shalat Ied di Lapangan Terbuka
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 1 Mei 2022
- visibility 99
- comment 0 komentar

Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius Fakhiri/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Mengantisipasi aksi teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di 5 daerah rawan, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta agar tidak dilaksanakannya shalat ied di lapangan terbuka.
“Situasi keamanan di lima kabupaten yang ada di Provinsi Papua masih kurang kondusif karena aksi KKB, untuk itu saya harap tidak digelar (shalat ied) di lapangan terbuka, ” Kata Irjen Fakhiri, Minggu (1/5/2022).
Lima kabupaten yang dimaksud adalah, Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, Puncak, Intan Jaya dan Kabupaten Nduga.
Karenanya, Irjen Fakiri meminta pelaksanaan Shalat Ied yang akan dilakukan umat muslim pada Senin (2/5/2022) pagi, diminta dilakukan di tempat tertutup.
“Saya yakin Kapolres tahu risiko kalau (Shalat Ied) di lapangan itu bagaimana, Sehingga saya minta melakukan pendekatan kepada ulama setempat kalau bisa (Shalat Ied) di tempat tertutup,” ujar Kapolda.
Ia pun memastikan, seluruh personel keamanan yang berada di lima kabupaten tersebut dalam kondisi siaga walau sebagian dari mereka akan ikut merayakan Hari Raya Irul Fitri.
Sementara Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito memastikan pelaksanaan Shalat Ied di wilayah kerjanya akan dilakukan di dalam Masjid.
“Untuk kegiatan Shalat Ied akan dilaksanakan di Masjid besar di Oksibil,” kata Cahyo, Minggu (1/5/2022) malam.
Sebelumnya diberitakan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang personel TNI dan Polri yang tengah mengamankan jalannya ibadah minggu di Gereja Protestan Okbibab, Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (1/5/2022) pagi.
Akibatnya, satu personel Polri dan personel TNI mengalami luka tembak.
“Tadi pagi ada kejadian yang sangat kita sayangkan karena terjadi saat personel sedang melakukan pengamanan ibadah. Ada dua personel TNI-Polri yang mengalami luka tembak,” ujar Kapolres.
Kedua anggota yang tertembak adalah Bripda Vany Perdana, Anggota Batalyon C Resime III, mengalami luka tembak di bagian pinggang dan Pratu Willy Jhon, Anggota Satgas Kodim Yonif 431/SSP, terkena tembakan di bagian kaki.
Minggu siang, Kedua korban telah di evakuasi dari oksibil ke kota Jayapura dan saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah sakit di kota Jayapura (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




