Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PORT NUMBAY » Nakes Perempuan, Sosok Kartini Ditengah pandemi Covid-19

Nakes Perempuan, Sosok Kartini Ditengah pandemi Covid-19

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Setiap tanggal 21 April di Indonesia, diperingati Hari Kartini untuk mengenang kembali  perjuangan kaum perempuan di masa penjajahan.

Sedangkan perjuangan di masa kini, sosok perempuan menjadi salah satu punggawa garis terdepan dalam menangani pasien virus corona di Indonesia, khususnya di Kota Jayapura, Papua.

Bagaimana tidak, banyak tenaga medis wanita di Rumah Sakit (RS), mulai dari dokter, perawat dan paramedis ikut berjibaku melawan pandemi covid-19.

Tak hanya itu, para tenaga medis perempuan juga memiliki peran ganda dalam kehidupannya. Mereka juga sebagai seorang ibu untuk anak-anaknya di rumah. Tak berlebihan, jika mereka diklaim sebagai sosok Kartini di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dokter Ni Nyoman Sri Antari tak menampik, bahwa sosok Kartini hadir melalui tenaga medis perempuan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dokter Nyoman menyebut, mereka adalah perempuan-perempuan yang bertugas di Rumah Sakit dan Puskesmas; Dokter, Perawat, bidan, hingga cleaning service. Mereka para medis yang selama pandemi Covid-19 sebagai kartini-kartini masa kini dengan mengemban tugas yang sangat berat

“Jadi, selama masa pandemi covid-19 peran perempuan semakin berlipat ganda (extra). Di lingkungan rumah tangga, apalagi saat kebijakan work from home, ya anak-anak yang sekolah kan belajar daring, nah kita harus mendampingi mereka kemudian melayani suami. Jadi kita sebagai perempuan bukan hanya melaksanakan tugas kodratnya melahirkan, menyusui, merawat suami dan anak-anakya akan tetapi perempuan dituntut lebih kreatif dan cerdas mengatur rumah tangganya serta menjamin keluarganya tetap sehat,” katanya saat dihubungi Redaksi Topik, Kamis (21/4/2022).

Di tengah pandemi Covid-19, Dokter Nyoman mengaku, para tenaga medis memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit. Mereka tersadar, mewabahnya virus corona memerlukan tenaga dan ilmunya.

Kendati perannya dibutuhkan negara dan rakyat saat pandemi Covid-19, namun ia memastikan para medis yang juga seorang ibu itu tak pernah sedikitpun melupakan hakekatnya sebagai ibu dan istri.

“Ya, bukan hanya merawat pasien tapi kami juga wajib memberikan edukasi dan penerapan prokes kepada anak-anak di rumah,” akunya.

Dokter Nyoman membeberkan hampir 90 persen tenaga medis di Kota Jayapura adalah kaum perempuan. Ia pun berpesan fungsi perempuan di bidang medis, perlu disyukuri karena gerakan emansipasi yang dilakukan Ibu Kartini. Dulunya kau perempuan terkukung dan hanya tinggal di rumah, tapi berkat perjuangan Ibu Kartini seluruh perempuan Indonesia, terlebih di Kota Jayapura ini bisa mewujudkan cita-cita untuk berkarir.

“Ya tidak hanya sejodoh dengan suami kita, tapi kita juga bisa membantu suami kita untuk mencari nafkah. Dan kita sebagai tenaga medis lebih tangguh lagi karena kesehatan itu adalah inti awal bahwa kalau tidak sehat, tidak bisa beraktivitas maka peran yang sangat mulia ini ayo kita semakin hargai dan tetap semangat dan jiwa kartini kita ini bisa diteruskan kepada anak cucu kita nantinya,” ucap Dokter Nyoman. (Alleya)

 

 

 

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less