Plt Asisten III Setda Provinsi Papua saat Foto Bersama Dengan Para Wisudawan/foto ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Sebanyak 22 pilot dan instruktur penerbangan Nusa Flight Institute mengikuti wisuda di aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Kamis (18/11/2021).

Dari 22 pilot dan instruktur penerbangan yang diwisuda perdana ini, 15 orang diantaranya adalah siswa-siswi Orang Asli Papua (OAP) peserta Program Beasiswa Unggul Pemerintah Provinsi Papua yang dibiayai dari dana otonomi khusus (Otsus).

Kelimabelas siswa OAP itu yakni Prengki Wakerkwa, Reven Wenda, Pither Tisony Keiya, Misael Molama, Paskahlis, Oromi Gwijangge, Akwila H.M.T Kogoya,Naftali Wigidipa, Yonathan Alex, Ray Marcelino, Charlewis Oriway Ansek, Alpons Keiya, Christian AP Baibaba, Harol Kristian Doko Kayame, dan Michael Apollos.

Gubernur Papua Lukas Enembe yang
diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Bidang Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Derek Hegemur mengatakan, wisuda siswa-siswi Papua ini sebagai wujud pencapaian tujuan strategis kebijakan otonomi khusus, dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SMD) yang memadai baik kualitas maupun kuantitas.

Pasalnya, ketersediaan SDM Papua yang berkualitas merupakan tuntutan utama dalam era sekarang ini, sebagai konsekwensi dari semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi searta komunikasi di era globalisasi.

“Era perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi menuntut terbentuknya kesiapan kualitas manusia yang unggul, dengan ciri-ciri : cerdas, profesional, terampil, handal, mandiri, kreatif, produktif dan penuh inovasi serta memiliki apresiasi yang tinggi terhadap setiap perubahan,” kata Derek mengutip amanat gubernur.

Tanpa kualitas sumber daya manusia yang unggul, lanjut Derek, masyarakat Asli Papua akan menjadi beban pembangunan bahkan sebagai penonton semata, tanpa memberikan makna yang bernilai dalam era otonomi khusus Provinsi Papua.

“Berkaitan dengan itu maka adanya Program Beasiswa Siswa Unggul Papua diharapkan dapat menghasilkan SDM OAP yang berkualitas, dengan daya saing yang tinggi sehingga dapat berkontribusi dalam percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua,” tuturnya.

Dijelaskan bahwa kebijakan afirmasi pemberian beasiswa kepada putra-putri OAP dengan tujuan meningkatkan akses pendidikan bermutu dan berkualitas guna peningkatan mutu dan daya saing.

“Selain itu juga menyiapkan lulusan yang dapat bekerja secara mandiri di dunia usaha, dunia industri dan pemerintahan, guna percepatan pembangunan kesejahteraan dan kemajuan wilayah Provinsi Papua,” ucap Derek.

Transportasi udara adalah tulang punggung pembangunan di Papua dalam hal mobilisasi barang maupun orang. Kondisi geografis Papua yang cukup sulit dijangkau, terutama di wilayah pegunungan, menjadikan transportasi udara satu-satunya pilihan bagi pemerintah dan masyarakat.

“Transportasi udara merupakan penunjang utama pembangunan di Papua, yang hampir 80% wilayah geografisnya adalah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 500 hingga lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut,”jelasnya.

Selanjutnya dengan keberhasilan ini, OAP dalam konteks NKRI harus melalukan revolusi pola pikir dan nilai hidup masyarakat dalam kerangka pasar dunia, agar sejalan dengan penguatan birokrasi pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik, dan tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara di Tanah Papua.

Sementara Kepala BPSDM Provinsi Papua, Aryoko A. F. Rumaropen membenarkan bahwa dari siswa-siswi yang diwisuda hari ini menjadi bukti keberhasilan program Gubernur Papua dalam pengembangan SDM OAP.

Dijelaskan dari 15 siswa-siswi OAP yang diwisuda tersebut, masing-masing 4 orang Program PPL (Private Pilot License), 2 Orang CPL-IR (Commercial Pilot License – Instrument Rating), dan 9 Orang FIC (Flight Intructor Course), ME (Multi Engine) & Caravan.

“15 Orang putra-putri asli Papua sangat membanggakan, karena 4 orang diantaranya lulus di Program PPL (Private Pilot License), 2 Orang CPL-IR (Commercial Pilot License – Instrument Rating), dan 9 Orang FIC (Flight Intructor Course), ME (Multi Engine) & Caravan,”terang Aryoko.

22 Siswa-siswi yang diwisuda antara lain I Komang Krisna Bayu, Abraham Brahma Calaga, Heru Pramadhana,Muhammad Deli Rahmansyah, Rizadi Azka, Tatid Irawan Athariq, Faizal Efendi Simatupang, Prengki Wakerkwa, Reven Wenda, Pither Tisony Keiya, Misael Molama, Paskahlis, Oromi Gwijangge, Akwila H.M.T Kogoya,Naftali Wigidipa, Yonathan Alex, Ray Marcelino, Charlewis Oriway Ansek, Alpons Keiya, Christian AP Baibaba, Harol Kristian Doko Kayame, Michael Apollos. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here