Kaleidoskop Pasangan Mari-Yo di Tahun 2025, Kerja Keras dan Cerdas Menuju Papua CERAH
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- visibility 372
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Resmi dilantik Presiden Prabowo Pada 8 Oktober 2025 sebagai Gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua Periode 2025-2029, Pasangan Matius D Fakhiri dan Aryoko Rumaropen langsung tancap gass. Sejumlah kebijakan strategis langsung diambil kedua putra terbaik Papua tersebut untuk mewujudkan Visi dan Misi ” Transformasi Papua yang Maju, Sejahtera dan Harmonis” menuju Papua CERAH.
“ Tidak terasa 85 hari telah berlalu sejak Saya dan saudara Aryoko Rumaropen di lantik oleh Presiden RI pada tanggal 8 Oktober 2025 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Kami menyadari sepenuhnya bahwa 2 bulan 25 hari adalah waktu yang sangat singkat. Namun disisa tahun 2025 ini, kami telah melakukan langkah-langkah terobosan yang bersifat prioritas dan strategis dalam rangka memperkuat fondasi, mewujudkan papua cerah,” ungkap Gubernur saat menyampaikan Refleksi akhir tahun 2025 di kantor Gubernur, Rabu (31/12/2025) malam.
Gubernur Fakhiri mengungkapkan beberapa hal yang telah dilakukan, yaitu pertama Membangun Sinergi dan Konsolidasi dengan Pemerintah Pusat,” Sehari setelah dilantik, kami bergerak cepat, mendatangi beberapa Kementerian dan Lembaga strategis, untuk memastikan dukungan percepatan pembangunan Papua. Rangkaian kunjungan tersebut merupakan langkah percepatan yang dirancang untuk memastikan seluruh program pembangunan di Papua berjalan searah dengan kebijakan nasional, sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan dasar di berbagai sektor,” ujar Gubernur Fakhiri.

Kedua, Lanjut Fakhiri, Konsolidasi Kelembagaan dan Komunikasi Publik. Konsolidasi kelembagaan ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh perangkat pemerintahan di Provinsi Papua bergerak senafas dan seirama serta berorientasi pada pelayanan yang prima, salah satunya pelayanan di sektor kesehatan.
“Pelayanan kesehatan ini menjadi salah satu agenda penting karena dalam inspeksi di beberapa rumah sakit pemerintah, masih ditemukan beberapa masalah pelayanan yang belum berpihak pada masyarakat kecil sehingga saya mengambil langkah memperkuat manajemen di Rumah Sakit sebagai percepatan peningkatan pelayanan dasar dan transformasi pelayanan Kesehatan Masyarakat,” jelas Gubernur.
“ Terkait dengan komunikasi public, saya telah membuka kran komunikasi langsung dengan masyarakat secara terjadwal. Langkah ini selain sebagai perbaikan atas kebuntuan komunikasi dan interaksi masyarakat dengan Pemerintah, juga dimaksudkan untuk membangun realsi dan sekaligus sebagai wahana peningkatan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan agenda-agenda pembangunan di Provinsi Papua,”Lanjut Gubernur menjelaskan kebijakan nya menyiapkan waktu dua hari dalam sepekan untuk bertemu dengan rakyat.
Kebijakan lainnya, Penguatan ketahanan pangan. Guna mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Papua, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian RI telah menggelontorkan Program Strategis Nasional berupa cetak sawah seluas 640 hektare di Distrik Bonggo Kabupaten Sarmi pada tahun 2025.
“Program cetak sawah ini akan berlanjut ditahun 2026 dengan target 5.380 hektar di Kabupaten Jayapura dan Keerom. Dengan adanya program strategis nasional ini, saya optimis di tahun 2026-2027, kita akan menjadi lumbung pangan bukan hanya untuk Provinsi Papua tetapi juga akan menjadi penyangga pangan bagi provinsi-provinsi di seluruh tanah papua,” jelasnya.
Sementara disektor lainnya Gubernur Fakhiri dan Wakilnya juga membuat terobosan baru, dimana menyiapkan program mudik gratis bagi warga Papua yang hendak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.
“Setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Saya dan saudara wakil gubernur mencanangkan program mudik gratis untuk natal 2025 dan tahun baru 2026. Puji Tuhan, berkat komunukasi dan koordinasi yang intens dengan kementrian Perhubungan RI, saya dan saudara wakil gubernur dapat menunaikan harapan masyarakat papua yang telah lama merindukan mudik natal secara gratis,”tuturnya.
Program mudik gratis ini, menurutnya, telah berhasil dilaksanakan dan secara resmi dilepas oleh Wakil gubernur papua pada tanggal 17 Desember 2025. Mudik gratis Natal dan Tahun baru ini buka hanya sekedar menyediakan moda transportasi laut dan darat secara gratis saat natal dan tahun baru, tetapi sekaligus program ini akan menjadi role model pembangunan konektivitas antar kota dan wilayah yang murah, terjangkau dan berkualitas kedepan.
Sementara itu disisilain Dalam rangka memberikan perlindungan sosial kepada komunitas lanjut usia, Pemerintah Papua akan meluncurkan Kartu Jalan (Jaminan Sosial Lanjut Usia) pada tahun 2026,” Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan perhatian dan kesejahteraan kepada orang-orang tua kita yang sudah tidak berdaya baik secara fisik maupun psikis,” ujar Gubernur.

Gubernur Fakhiri juga menjelaskan bila Selama tahun 2025 kinerja Pemerintah Provinsi Papua telah menunjukkan perbaikan, hal ini terlihat dari berbagai indikator makro kinerja Pembangunan.
“Dalam upaya meningkatkan SDM Papua yang berkualitas, capaian Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2025 mencapai 74,69 poin, tingkat kemiskinan sebesar 19,16 persen, tingkat pengangguran sebesar 6,97 persen.Kemudian laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua menguat pada triwulan tiga tahun 2025 sebesar 4,21 persen menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh Wilayah Papua,” beber Gubernur.
Sementara Angka inflasi year to year juga sangat terkendali di kisaran 2,51%, dan di bulan November 2025 sebesar 0,08 persen. Harapan Hidup Provinsi Papua mencapai 70,77 tahun dan prevalensi stunting di tahun 2024 tercatat sebesar 28,6 persen.
“Angka prevalensi stunting ini tergolong masih sangat tinggi sehingga kedepan hal ini akan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua,” tegas Fakhiri.
Pemerintah Provinsi Papua selama tahun 2025, lanjut Gubernur, telah menorehkan prestasi membanggakan diantaranya berhasil meraih Tim Pengendali Inflasi Daerah Award Tahun 2025, sebuah bukti bahwa pemerintah papua mampu mengendalikan inflasi di tengah tantangan tantangan ekonomi global dan nasional.
Dikatakannya, Dari terobosan yang telah dilakukan dan pencapaian pembangunan tahun 2025 ini, masih banyak tantangan yang akan dihadapi di tahun baru 2026 dalam mewujudkan harapan terwujudnya Papua Cerah, yaitu bagaimana mengurangi disparitas atau ketimpangan antar wilayah dan antar penduduk, Peningkatan layanan kesehatan khususnya Kesehatan ibu dan anak serta peningkatan aksesibiltas dan kualitas layanan pendidikan dalam rangka mewujudkan SDM berkulitas sebagai generasi emas Papua.
“Termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat, percepatan pembangunan konektivitas antar wilayah secara berkualitas dan cepat, penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kelautan dan perikanan, pertanian, Perkebunan, peternakan dan pariwisata untuk mendukung penguatan fiskal daerah serta Penguatan tata Kelola pemerintahan yang responsif,” ungkap Gubernur.
“Pada kesempatan yang baik ini, masih dalam suka cita Natal, ijinkanlah saya, selaku Gubernur Papua dan Wakil Gubernur Papua beserta keluarga dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Papua, menyampaikan selamat merayakan Natal bagi seluruh Umat Kristiani yang berada di tepian sungai, danau, di pesisir pantai, di kepulauan dan kampung-kampung di Provinsi Papua, semoga Tanah Papua terus diberkati, dipenuhi oleh kebersamaan dan cinta kasih,”tutup Gubernur Fakhiri. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


