Dua Tukang Ojek Dianiaya KKB di Deiyai, Satu Tewas!
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 20 Agu 2025
- visibility 521
- comment 0 komentar

Deiyai, Topikpapua com, – Dua warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah dilaporkan mengalami tindak penganiayaan. Saat ditemukan salah satu korban dinyatakan meninggal dunia, satu lainnya masih kritis.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani mengaku kejadian penganiayaan tersebut terjadi di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, pada Senin (18/8/2025).
” Penganiayaan nya di dua lokasi berbeda, yang pertama korban atas nama Agus Hariono (46) ditemukan dalam kondisi terkapar di semak-semak belakang kantor BPJS Waghete, Distrik Tigi. Penemuan sekitar pukul 11.35 Wit,” ungkap Brigjen Faizal, Rabu (20/8/2025).
Lanjut Brigjen Faizal, Tidak lama berselang, anggota mendapatkan informasi adanya kasus penganiayaan lain di daerah Waghete II, Distrik Tigi, dengan kondisi korban atas nama La Kafi sudah berada di rumah sakit. Setelah dicek, korban tersebut dinyatakan meninggal dunia.
“Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nokai Deiyai, Kodap XXXI, pimpinan Panglima Jhon Badii yang berada di bawah struktur TPNPB Goliat Tabuni. Hingga kini kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian,” jelas Brigjen Faizal.
Atas peristiwa ini Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga menegaskan bahwa aparat akan mendalami dan menindak tegas kelompok pelaku penganiayaan yang meresahkan masyarakat.
“Kami sudah turunkan tim untuk mengungkap dan menangkap para pelaku. Aparat tidak akan tinggal diam terhadap tindakan brutal yang mengakibatkan korban jiwa,” tegas Kombes Adarma Sinaga.
Dirinya juga memastikan proses penyelidikan terus berjalan dan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Deiyai untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Jika mengetahui informasi terkait keberadaan kelompok bersenjata, segera laporkan kepada aparat keamanan,” tutup Kombes Adarma Sinaga. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




