Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Cuaca Ekstrim di Kabupaten Puncak, 6 Orang Dilaporkan Meninggal

Cuaca Ekstrim di Kabupaten Puncak, 6 Orang Dilaporkan Meninggal

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com – Bupati Puncak, Papua Tengah, Willem Wandik mengaku sudah 6 warganya yang dilaporkan meninggal dunia karena sakit akibat cuaca ekstrim yang terjadi di dua Distrik di Kabupaten Puncak.

“Informasi yang saya terima enam orang yang dikabarkan meninggal dunia tersebut mengalami sakit, yang diduga akibat terdampak cuaca ekstrem. Warga yang meninggal, masing-masing tiga orang di distrik Agandugume dan 3 orang dari Distrik Lambewi,” ungkap Bupati Wandik lewat rilis yang diterima topikpapua.com, Kamis (27/7/2023) malam.

Menurut Wandik dari enam warga yang meninggal, 5 afalah orang dewasa dan 1 bayi, “lima orang dewasa, satu bayi yang baru dilahirkan. Mereka (korban red) rerata mengalami diare,” jelasnya.

Adapun nama-nama korban meninggal dunia di Distrik Agandugume yakni Yenis Telenggen (38), Yemina Murib (42), dan Ater Tabuni (46), Sementara di distrik Lambewi, Ila Telenggen (1 hari) , Tenus Murib (46) dan Tera Murib (39).

“Para korban mengalami diare, untuk penyebab diare, tim medis yang diturunkan masih mengumpulkan data,” jelasnya.

Bupati Wandik menjelaskan bila cuaca ekstrim yang terjadi di kabupaten Puncak merupakan siklus tahunan, namun kali ini siklusnya lebih lama dan menyebabkan kekeringan berkepanjangan di wilayah Puncak Papua.

“Akibat tak turun hujan dalam jangka waktu lama, tanaman kebun masyarakat kering semua jadi kalau siang panas sedangkan kalau malam dingin sekali hingga ada embun es di tanaman itu yang sebabkan tanaman kebun masyarakat mati, sementara mereka sangat bergantung pada hasil kebun baik untuk makan maupun untuk dijual,” jelas Wandik.

Dilaporkan cuaca ekstrim terjadi sejak bulan Mei 2023 lalu hingga kini dan melanda dua distrik.

“Jumlah warga disana sekitar 7.000 yang terdampak, 3.000 warga di distrik Agandugume dan 4.000 warga distrik Lambewi,” ungkap Wandik.

Atas musibah ini, Pemkab Puncak telah menetapkan status Tanggap Darurat melalui SK Bupati Nomor.300.2/28/tahun 2023, terhitung sejak 7 Juni- 7 Agustus 2023.

“Bencana kekeringan yang terjadi merupakan siklus tahunan yang biasanya berlangsung dari Mei hingga Agustus sebagai dampak dari cuaca ektrem dingin dan tidak turun hujan, mengakibatkan tanaman menjadi rusak, busuk, ketika penduduk setempat makan menyebabkan sakit perut dan diare,” jelas Wandik

Sejak bulan Mei hingga kini, Pemerintah Kabupaten Puncak sendiri telah mendistribusikan 6 ton bahan makanan (bama), untuk korban bencana kekeringan di dua distrik tersebut.

Selain itu Pamglima TNI dan Kemensos RI juga telah mendistribusikan 14 Ton bantuan bahan makanan siap saji dan bantuan lainnya untuk mengatasi bencana ini. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less