KKB Egianus Kogoya Tegaskan Tak Pernah Minta Tebusan 5 Milyar
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 8 Jul 2023
- visibility 173
- comment 0 komentar

Tangkapan layar Egianus Kogoya saat menyampaikan pernyataan / ist
Jayapura, Topikpapua.com – Pimpinan KKB Kodap III Ndugama Detakma, Egianus Kogoya kembali merilis vidio terkait penyanderaan pilot Susi Air, Capten Philips Mark Marthenz.
Dalam vidio berdurasi 2 menit 2 detik tersebut, Egianus mengaku bila dirinya tak pernah meminta uang tebusan sejumlah 5 Milyar rupiah untuk membebaskan Capten Philips.
” Kami tegaskan bila kami kogab III Nduga Derakma tidak pernah meminta uang (tebusan) sebesar 5 Milyar, Saya tangkap pilot hanya untuk merdeka,” ungkap Egianus dalam vidio yang diterima, Sabtu (8/7/2023).
Egianus juga menegaskan bila pihaknya tidak akan menerima berapapun jumlah uang yang akan di berikan pemerintah untuk pembebasan capten Philips.
” Indonesia mau kasih keluar uang 5 M atau berapa M pun kami tidak akan terima, Hanya Papua lepas baru kami akan terima. Papua merdeka baru kami akan lepaskan pilot,” tegas Egianus.
Dirinya juga menyesalkan pernyataan media yang mengatakan dirinya meminta uang untuk pembebasan Capten Philips,” Semua media menyampaikan kalau saya minta uang, itu omong kosong. Egianus Kogoya tidak pernah minta uang, Saya tangkap pilot untuk Merdeka,” bebernya.
Berbeda dengan vidio-vidio yang dirilis sebelumnya, Dalam vidio kali ini Egianus hanya tampil ditemani salah satu anggotanya yang mententeng senjata api laras panjang dengan latar belakang sebuah bendera bintang kejora. Vidionya pun diambil didalam honai (rumah adat masyarakat pegunungan Papua) bukan di tempat terbuka.
Sebelumnya Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menyampaikan bila pemerintah bisa memenuhi permintaan tebusan untuk membebaskan capten Philips, namun pemerintah hanya menyanggupi maksimal Rp5 Milyar rupiah.
“Saya hari itu sudah menyampaikan kepada Penjabat Bupati Nduga apabila dia (Egianus Kogoya) minta, tapi tidak boleh lebih dari Rp 5 miliar, itu saya sampaikan akan dikasih,” ungkap Irjen Fakhiri, Senin (3/7/2023).
Namun demikian, Menurut Irjen Fakhiri ada mekanisme yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengeluarkan dana tersebut,” Kami tentunya akan bicara lagi dengan pemerintah bagaimana mekanisme dalam pencairan dana itu agar nantinya tidak menimbul masalah hukum kepada pemerintah daerah. Itu kita akan bicarakan dengan baik,” jelas Fakhiri.
Irjen Fakhiri juga menegaskan bila pihaknya adalah bagian dari hukum di Indonesia, untuk itu perihal uang tebusan capten Philips telah dibicarakan dengan pemerintah pusat, agar tidak menimbulkan masalah hukum dikemudian hari.
“Jadi jangan sampai disalah artikan ya, tidak ada itu pemerintah menyiapkan uang itu disampaikan Kapolda apabila dia mau bargaining dengan uang tentunya karena kami memahami hukum, tidak mau melibatkan Pemerintah Daerah nanti salah dalam mekanisme uang, makanya paling tidak saya cuma bilang Rp 5 miliar. Dan tentunya apa yang kami sampaikan kan sudah kita sampaikan ke pimpinan atas supaya semuanya clear, itu berkaitan negosiasi,”beber Irjen Fakhiri.
Sebelumnya Irjen Fakhiri juga menegaskan bila pihaknya dan TNI bisa memenuhi tuntutan KKB Egianus Kogoya terkait tebusan uang, namun dua tuntutan lain yang disampaikan yakni meminta senjata dan dialog soal kemerdekaan bangsa Papua tidak akan di penuhi.
“Kita siap memenuhi tuntutan mereka (KKB) kecuali dua hal, Senjata dan Merdeka, itu mustahil kita penuhi,” ungkap Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, Kamis (28/6/2023). (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




