Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Kisah Pilu Keluarga Korban Kekejaman KKB Egianus Kogoya

Kisah Pilu Keluarga Korban Kekejaman KKB Egianus Kogoya

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Akibat ditinggal mati sang ayah, Alexander Fauwawan, korban kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu.

Kini, 5 dari 7 anak Alexander harus mengungsi dan tinggal di sebuah kontrakan kecil di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Sedangkan Listria, istri Alexander harus kembali ke Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, untuk meneruskan usaha kayu yang telah dirintis almarhum suaminya.

Yuliana Fauwawan, kakak dari Alexander masih kecewa dengan apa yang terjadi pada adiknya. Pasalnya, sang adik dibunuh secara kejam dengan cara ditembak lali digorok oleh Egianus cs.

Yuliana pun berkisah bahwa Alexander merintis usaha kayu dan berkembang di Nduga sejak 2012. Bahkan Alex sudah menganggap penduduk setempat seperti keluarga.

“Masyarakat tahu dia (Alexander) bukan orang baru, dia membantu bangun rumah, bangun gereja tidak pakai biaya dia hasil tangan. Banyak di Nduga paling sayang dia sekali. Bahkan mereka keluar-masuk untuk makan di rumah adik saya. Mereka (KKB) bukan manusia tidak berprikemanusiaan, mohon maaf mereka binatang,” ucapnya, Rabu (8/3/2023).

Ia menceritakan peristiwa yang tidak dapat dilupakan, pada 16 Juli 2022 lalu, adiknya pagi hari mau membeli rokok. Padahal ketika itu sudah mendapatkan kabar ada penembakan yang menyebabkan tiga orang tewas. Namun, adiknya tidak merasa khawatir karena sudah saling mengenal satu sama lain.

Kejadian penembakan adiknya hanya berjarak 200 meter dari rumah almarhum. Ketika Alexander mengurunkan niat untuk melihat peristiwa kabar penembakan dan hendak balik, korban ditembak dan langsung jatuh dari motor. Ketika itu, anggota KKB langsung menggorok leher almarhum.

“Percuma kota yang kita tinggal masih panas-panas seperti itu, masyarakat asli setempat sendiri juga takut dengan mereka (KKB), karena mereka juga bisa jadi korban. Keluarga terlalu sakit, penyesalan kita boleh kalau tidak kenal, keluar masuk makan apa kesalahan dia (Alex) di Nduga,” tutur Yuliana.

Yuliana mengaku keluarga besar Fauwawanmasih berduka. Apalagi melihat keponakannya Tita (19) dan Yuli (16) harus mengurus ketiga adiknya yang masih kecil di sebuah rumah kontrakan. Sementara adik iparnya harus kembali ke Nduga untuk meneruskan usaha Alexander agar keponakan-keponakan saya bisa bertahan hidup.

“Saya paling sayang sama saya punya keponakan, tapi saya juga punya tanggung jawab keluarga. Kini mereka tinggal di sebuah kontrakan, kasihan mereka,” ucapnya.

Ia juga mengaku kecewa dengan bupati Nduga. Pasalnya, ketika jenazah di makamkan di Timika, berjanji akan memperhatikan keluarga adiknya.

“Di depan peti jenazah adik saya, bupati berjanji untuk memperhatikan keluarga adik saya. Tapi sampai sekarang tidak ada respon, kami tidak menginginkan uang, tapi apa yang ia janjikan di depan jenazah adik saya,” kesalnya.

Sementara Tita dan Yuli mengaku masih mengingat peristiwa pembantaian yang dilakukan KKB kepada warga pendatang. Mereka bersembunyi tidak berani keluar rumah dan khawatir dengan keberadaan ayahnya yang saat itu pergi mencari ke luar rumah.

“Dapat kabar dari om, papah ditembak. Lalu kami sekeluarga ke puskesmas. Ternyata saat itu papah sudah tidak ada (meninggal),” kata Tita.

Keduanya mengaku masih merasa sedih dan merindukan sang ayah. “Kangen papah,” ungkap Yuli yang tidak bisa membendung air mata yang keluar.

Keduanya juga sangat khawatir dengan ibunya yang kembali ke Nduga. Sudah berbulan-bulan mereka tidak bertemu. Untuk mengobati kerinduan, hanya dengan telepon, karena mereka masih trauma untuk kembali ke Nduga berkumpul bersama-sama.

Untuk diketahui Alexander adalah satu dari 10 korban yang meninggal dunia akibat serangan KKB di Nduga pada Sabtu (16/7/2022). (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Sertifikasi Aset dan Tanah Masyarakat, Pemprov Papua dan BPN Teken MoU

    Percepat Sertifikasi Aset dan Tanah Masyarakat, Pemprov Papua dan BPN Teken MoU

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua terkait kerja sama di bidang pertanahan, sebagai langkah strategis mempercepat penataan aset daerah dan sertifikasi tanah masyarakat. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Papua, Roy Eduard Fabian Wayoi, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan mendukung program pemerintah pusat […]

  • Bermain Imbang dengan PSS Sleman, Persipura Masih di Zona Merah

    Bermain Imbang dengan PSS Sleman, Persipura Masih di Zona Merah

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Persipura Jayapura belum mampu keluar dari zona degradasi klasmen sementara BRI Liga 1, setelah ditahan imbang 1-1 oleh PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Selasa (7/12/21). PSS Sleman unggul lebih dulu lewat gol Nemanja Kojic di menit 74. Persipura baru bisa menyamakan kedudukan di menit ekstra time melalui tendangan Yevhen Bokhashvili. Dengan […]

  • Ini Sejumlah Pembangunan Infrastruktur yang Dipantau Langsung Pj Bupati Mappi

    Ini Sejumlah Pembangunan Infrastruktur yang Dipantau Langsung Pj Bupati Mappi

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Mappi, Topikpapua.com, – Pemerintah Kabupaten Mappi memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 untuk menjawab beberapa kebutuhan masyarakat seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pelayanan pemerintahan. Beberapa program pembangunan fisik mulai dikerjakan. Untuk memantau progres pekerjaan tersebut, Pj Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar didampingi Kepala Dinas PUPR Mappi pada Kamis dan Jumat (15-16/6/2023) melakukan […]

  • Tokoh Masyarakat Wamena dan Kepala Desa Honai Lama Ajak Masyarakat Jaga Kambtibmas 

    Tokoh Masyarakat Wamena dan Kepala Desa Honai Lama Ajak Masyarakat Jaga Kambtibmas 

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Wamena, Topikpapua.com, – Kepala Desa Honai Lama Sinakma, Kabupaten Jayawijaya Hengki Heselo mengajak masyarakat di Kabupaten Jayawijaya untuk senantiasa bersama-sama menjaga kamtibmas agar tetap aman dan damai. Menurutnya, jika kamtibmas normal maka pembangunan di daerah akan dinamis dan terkendali. “Mari kita jaga Kota Wamena ini tetap kondusif, tetap aman dan tentram dan menjadi rumah yang layak […]

  • Rakor KNPI, Gubernur Fakhiri: Pemuda Papua Harus Menjadi Agen Pemersatu Bangsa

    Rakor KNPI, Gubernur Fakhiri: Pemuda Papua Harus Menjadi Agen Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Provinsi Papua, Matius D Fakhiri menegaskan bahwa Pemuda/di di atas Tanah Papua harus berani menolak Miras, Sex Bebas dan Narkoba serta mampu menjadi agen Pemersatu Bangsa. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka acara Rapat Koordinasi KNPI se-Tanah Papua yang di gelar di Hotel Suni Abepura, Selasa (2/12/2025). Menurut Gubernur Fakhiri, Bangsa […]

  • Pemprov Papua : New Normal Harus Memperhatikan Kondisi Daerah

    Pemprov Papua : New Normal Harus Memperhatikan Kondisi Daerah

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.573
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Papua sepertinya belum dapat memberlakukan status New Normal terkait konsidi Pandemik Covid-19 yang di serukan oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Klemen Tinal  menjelaskan keputusan itu dalam bersifat Nasional, sementara untuk kebijakan di daerah harus disesuaikan dengan kondisi otentik di daerah tersebut. “ New Normal silahkan saja, tapi ingat itu konteks Nasional, […]

expand_less