22 Hari Pilot Susi Air Belum Ditemukan, Pangdam : Posisi Mereka Berpindah Pindah
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 1 Mar 2023
- visibility 94
- comment 0 komentar

Panglima Kodam XVII/ Cenderawasih, Mayjen M Saleh Mustafa saat memberikan keterangan pers di Wamena / Mtp
Wamena, Topikpapua.com – Dua puluh dua paska menghilangnya kapten Philips Max Martheins, tim gabungan terus berupaya mencari keberadaan pilot asal Selandia Baru tersebut. Hingga kini langkah negosiasi yang dijadikan opsi utama dalam pembebasan kapten Philips belum juga berhasil.
Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen M Saleh Mustafa mengaku hingga kini tim gabungan masih terus berusaha membebaskan kapten Philips. Dirinya mengaku tim gabungan mengalami kesulitan karena kelompok KKB Egianus Kogoya selelu berpindah-pindah.
“Mereka (KKB) terus berpindah-pindah tempat tapi yang jelas mereka sudah tidak di Distrik Paro lagi,” ungkap Mayjen Saleh, Rabu (1/3/2023).
Pangdam Saleh juga mengaku hingga saat ini pihak Selandia baru belum ada kebijakan khusus terkait upaya membantu pembebasan warga negara Selandia Baru tersebut.
“Hingga saat ini pemerintah New Zealand belum ada kebijakan khusus untuk membantu pembebasan Kapten Philips, Misalnya kita dulu waktu ada WNI di sandera di Filipina atau di Somalia negara kita ada upaya membantu pembebasan, sampai saat ini mereka belum ada kebijakan itu,” jelas Mayjen Saleh.
Sebelumnya, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengaku tim negoisasi yang diutus pemerintah daerah kabupaten Nduga telah bertemu dengan KKB pimpinan Egianus Kogoya. Hasil negosiasi Egianus meminta tebusan sejumlah uang, amunisi dan senjata api.
” Kami sudah dapat informasi dari tim negosiasi, mereka (KKB) meminta tebusan berupa amunisi, senjata dan sejumlah uang,”ungkap Irjen Fakhiri di Timika, Kamis (23/2/2023).
Menurut Irjen Fakhiri hingga kini pihaknya masih terus melakukan negosiasi terkait permintaan tersebut,” Yang utama kan keselamatan pilot, namun kita juga masih berupaya melakukan pendekatan persuasif, nanti bila batas waktunya dan mereka belum mau menyerah, maka kita tentunya akan melakukan penindakan hukum sesuai dengan aturan yang ada,” jelas Kapolda Fakhiri.
Kapolda juga menegaskan bila tim gabungan TNI-Polri saat ini sudah menguasasi sebagian besar daerah di kabupaten Nduga,” Sebagian besar daerah di Nduga sudah kita kuasai dan KKB Egianus ini kami duga sudah keluar dari wilayah Nduga namun sudah kita ketahui, teman-teman harap bersabar, nanti akan kita sampaikan bila sudah waktunya,”pungkas Irjen Fakhiri.
Sebelumnya diberitakan KKB pimpinan Egianus Kogoya membakar pesawat Susi air dan menyandera kapten Philips Max Martheins di Lapter Paro, Distrik Paro pada Selasa 07 Februari 2023.
Egianus dan kelompoknya juga menebar teror di sejumlah Distrik di kabupaten Nduga, Akibatnya ratusan warga sipil dan pekerja proyek pembangunan sejumlah fasilitas pemerintah memilih mengungsi ke ibukota Kabupaten Nduga, Distrik Kenyam dan ke Timika. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




